Tampilkan postingan dengan label Berita Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Militer. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Juli 2017

Menhan Saksikan Uji Drone Rajawali 720

Bogor – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyaksikan uji coba atau demo terbang dan ‘statis display’ Pesawat Terbang Tanpa Awak (PPTA) di Lapangan Terbang Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis, 27-7-2017.

PPTA tersebut merupakan hasil kerja sama antara Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertahanan dan industri pertahanan dalam negeri untuk memperkuat sistem pertahanan.

Demo terbang itu juga disaksikan pejabat Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), Kemenristek Dikti, BUMN, Mabes TNI, Mabes Angkatan, dan pimpinan perusahaan industri pertahanan dalam negeri, seperti PT Dirgantara Indonesia, PT LEN Industri (Mission System) dan PT INTI.



Pesawat yang diterbangkan bernama Rajawali 720, yang merupakan hasil kerja sama Balitbang Kemhan dengan PT Bhineka Dwi Persada. PPTA Rajawali 720 termasuk ke dalam kategori Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau juga disebut Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) dan merupakan PPTA bersayap tetap (fixed wing).

PPTA tersebut memiliki kemampuan terbang lebih dari 24 jam dengan misi radius jelajah 20 km sampai dengan 1000 km, dan ketinggian jelajah 8000 meter dan kecepatan hingga 135 km/jam (73 knots). PPTA Rajawali 720 tersebut juga mampu tinggal landas dan landing dengan landasan yang cukup pendek.

PPTA Rajawali 720 dirancang dengan misi utama sebagai pesawat pengintai, yang dilengkapi dengan sistem gimbal dan kamera yang dapat mengirimkan hasil pantauan, baik gambar maupun video secara real time ke darat melalui Ground Control Station (GCS).

Sehingga, PPTA Rajawali 720 dapat menjadi salah satu alternatif yang handal dalam melakukan pengawasan dalam berbagai keperluan, seperti melakukan pemantauan di daerah perbatasan, lautan ataupun hutan, dilansir Antara, 27-7-2017.


Selain PPTA Rajawali 720, kata Kapuskom Publik Kemhan Brigjen TNI Totok Sugiharto, juga akan diuji coba beberapa pesawat tanpa awak lainnya, yakni Pesawat Udara Tanpa Awak (Puna) Alap-Alap, Wulung (PT Carita Boat Indonesia), Elang Laut (PT DI), dan Mission System (PT LEN Industri), serta Target Drone (PT Indo Pacific Communication dan Defence), M3LSU03 (PT Mandiri Mitra Muhibbah). Sumber Jakarta Greater.com

Selasa, 30 Mei 2017

Militer Filipina Kewalahan Hadapi Pemberontakan di Marawi

Jakarta, CNN Indonesia -- Militer Filipina kewalahan menghadapi pemberontakan di Marawi. Oleh sebab itu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengajak pemberontak Filipina lainnya, mulai dari separatis Muslim hingga gerilyawan Maois, untuk bergabung dengan negara, melawan pemberontakan di Marawi. Duterte berjanji, siapapun yang bersedia akan diangkat menjadi tentara, mendapat gaji dan hak yang sama. 


Pertarungan antara militer Filipina dengan pemberontak di Marawi yang ditunggangi oleh ISIS memasuki hari ke-tujuh pada Senin (29/5). Pertempuran semakin sengit dan korban jiwa terus bertambah, baik dari pihak sipil, militer dan militan.

Jumat, 05 Mei 2017

Ini “Tamparan” Pengamat Militer Salim Said untuk Acara Rosi yang Mengundang Panglima TNI

Menjelang Aksi Simpatik 55 yang akan digelar Jum’at (5/5/2017) siang, Rosi Kompas TV mengangkat tema “Membidik Jokowi Lewat Ahok; Pemberitaan Media Itu Fakta atau Provokasi” dengan langsung menghadirkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kamis (4/5/2017) malam.

Salah satu nara sumber yang juga dihadirkan Rosi adalah Salim Said. Salah satu pernyataan pengamat militer itu justru menampar acara tersebut.

Salim Said tidak setuju dengan Rosi yang menyebut Allan Nairn sebagai wartawan senior. Menurutnya, Nairn tidak lebih dari seorang provokator.



“Zaman ini sudah berubah. Jadi orang ini (Allan Nairn, red) terlambat. Dia membuat analisa tentang keadaan sekarang dengan menggunakan data masa lalu. Itu sebabnya saya tidak setuju Anda menyebut dia wartawan senior, atau wartawan apa. Dia bukan wartawan. Dia aktifis provokator. Dan dia sudah mengacau kita bertahun-tahun,” kata Salim Said disambut tepuk tangan meriah.

Salim Said pun memuji sikap Panglima TNI yang tegas tidak mau menanggapi Allan Nairn. Ia juga menegaskan tidak melihat ada kebenaran dalam tulisan Nairn. “Orang ini terbiasa membuat provokasi semacam ini,” tandasnya.

Sejalan dengan Panglima TNI, Salim Said juga mengaku diundang oleh beberapa stasiun TV untuk menanggapi Allan Nairn namun ia tidak mau. Termasuk ketika akan dipertemukan dengan Nairn.

“Yang membuat saya sedih, kita jadi ribut, Panglima yang banyak kerjaan suruh datang ke sini, kita ikut bicara,” tandas Salim Said disambut tawa sebagian pemimpin redaksi. Namun ada juga yang mimiknya berubah serius mendengar “tamparan” Salim Said itu.

"Apa tidak ada topik lain, Rosi?" tambahnya. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Jumat, 28 April 2017

Prajurit TNI Melaksanakan Pengabdian Melebihi Panggilan Tugas

Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, menyampaikan bahwa prajurit TNI adalah orang-orang yang luar biasa karena mampu melaksanakan pengabdian melebihi panggilan tugas.

“Siapa pun kamu, apapun pangkat dan jabatanmu, tanamkan pada dirimu untuk mengabdi dan memberikan yang terbaik demi bangsa dan negara yang sangat kita cintai,” ujar Panglima TNI saat memberikan pengarahan dihadapan 1.500 personel TNI AD, AL dan AU, bertempat di Lanud Hasanudin Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (27/4).



Jenderal Gatot juga mengingatkan agar setiap prajurit TNI harus pandai bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena apa yang didapat sekarang ini atas rahmat dan karunia-Nya.

“Itu yang harus kalian syukuri setiap saat, kalian bisa menjadi luar biasa itu bukan karena dirimu, tapi kamu bisa seperti ini karena di belakangmu ada orang tua, istri atau suami dan anakmu yang selalu berdoa untuk dirimu,” pesan Jenderal Gatot.

Jenderal Gatot mengatakan bahwa prajurit yang mempunyai disiplin, dedikasi dan loyalitas yang tinggi harus selalu dilindungi dan dijaga dari pengaruh oknum prajurit yang suka melanggar, agar TNI selalu dipandang positif oleh masyarakat luas.

Diakhir pengarahannya, Panglima TNI menegaskan bahwa apabila prajurit TNI yang mengawaki Alutsista dan mengkonsumsi Narkoba maka akibatnya akan lebih fatal, terutama bila yang bersangkutan melaksanakan latihan tempur maupun operasi.

“Siapapun yang terlibat narkoba pasti akan saya hukum dan dipecat, karena saya harus menjaga prajurit-prajurit yang memiliki loyalitas dan disiplin tinggi,” tegas Panglima TNI.

Sumber: Puspen TNI

Setiap Tahunnya, 7000 Militer Israel terkena Penyakit Kejiwaan

ISRAEL– Israel Defence Force (IDF) melaporkan bahwa setiap tahunnya ada sekitar 7 ribu tentara Yahudi yang gagal menyelesaikan layanan wajib militer, seperti diterbitkan surat kabar berbahasa Ibrani Haaretz hari Selasa (25/04/2017) lalu.

Mereka yang gagal menyelesaikan layanan militer sebagian besar dikarenakan alasan medis dan psikologis.



Jumlah ini setara dengan 22 persen tentara meninggalkan kesatuannya, termasuk diantaranya 14,6 persen laki-laki dan 7,4 persen perempuan.

Sumber IDF mengatakan bahwa jumlah sebenarnya tentara yang melarikan diri atau tidak melanjutkan wajib militer lebih tinggi, akan tetapi ini tidak dilaporkan secara lengkap dan rinci.

Untuk menghindari pelayanan wajib militer, biasanya banyak keluarga Yahudi mengirimkan anak-anak mereka ke luar negeri.

Kondisi sebaliknya justru dirasakan warga Palestina yang menjadi korban penjajahan Zionis Israel. Di Jalur Gaza saja minat untuk bergabung dengan kelompok perjuangan Palestina seperti Hamas, Jihad Islam dan lainnya terus membludak.

Rakyat Palestina sadar bahwa kemerdekaan mereka tidak dapat diraih kecuali dengan jalan perjuangan dan pertumpahan darah melawan pendudukan entitas Zionis Israel. Sumber: IslamPos

Kamis, 13 April 2017

Pelatih Terjun Payung Militer di 46 Negara Itu dari Indonesia, Wanita Pula

Namanya Naila Novaranti, umurnya baru 36 tahun. Ia tidak tenar, terutama di telinga masyarakat Indonesia. Ia pun tidak mencari ketenaran. Fokus hidupnya hanya untuk keluarga dan bekerja.

Penampilannya tidak berlebihan. Merias diri dan berpakaian sewajarnya. Tubuhnya tidak dipenuhi dengan perhiasan yang gemerlap, atau tas dan sepatu yang berharga puluhan juta.

Namun, cerita soal pengalaman dan karirnya membuktikan bahwa kemampuannya justru lebih mahal dari sekadar tas dan perhiasan.

Sekitar 11 tahun lalu ia diterima bekerja sebagai staf pemasaran Aerodyne. Bagi yang asing dengan produk ini, Aerodyne adalah produsen peralatan terjun payung kelas atas di dunia. Ibarat mobil, Aerodyne adalah Mercedez-nya penerjun dunia.






Aerodyne membagi pasarnya menjadi dua, sipil dan militer. Uniknya, Naila justru bertanggung jawab atas penjualan produk Aerodyne di kalangan militer.

Ia mengisahkan, saat bergabung dengan perusahaannya itu, ia tidak banyak tahu soal terjun payung. Tapi keinginannya untuk belajar amat tinggi.
Sebagai orang pemasaran, tentu Naila harus mengetahui detil tiap produk yang ia jual. Dari sinilah ketertarikannya dengan dunia terjun payung, terutama freefall muncul.

Tidak cuma belajar soal spesifikasi produk, ia memberanikan diri untuk belajar olahraga ekstrim ini. "Waktu itu ditawari, mau belajar terjun nggak. Saya langsung mau saja," tambahnya.

Ia belajar freefall di salah satu kantor tempatnya bekerja di Florida, Amerika Serikat. Florida sendiri selama ini dikenal sebagai kiblat dunia terjun payung dunia. Tak ayal jika Naila bisa terjun hingga 10 kali per hari. Tak ayal juga talenta terjunnya terasah dengan baik.

Akhirnya, hingga ia menduduki posisi Manajer Pemasaran untuk produk militer, perusahaan memintanya untuk sekalian melatih kesatuan-kesatuan militer yang menjadi kliennya. Naila harus mendemonstrasikan produk yang ia jual, hingga melatih pemakainya secara langsung.

"Saya tidak bisa sebut kesatuan (militer) mana yang jadi pelanggan kita. Yang jelas, ada 46 negara yang saya latih," ungkap ibu tiga putera ini. Walau tak menyebut kesatuan secara spesifik, Naila menyebut pasukan yang ia latuh banyak yang berasal dari pasukan elit dunia.
Kliennya puas dengan pelayanan yang Naila berikan, begitu juga perusahaan tempatnya bekerja. Perusahaan pun memintanya menjadi seorang pencari bakat, atau talent scout, khususnya di kalangan militer.

"Kami punya beberapa tim terjun yang membawa nama perusahaan ikut kompetisi terjun dunia. Saya kebagian untuk mencari orang-orang yang punya bakat itu," ujarnya sambil menyebut, ada beberapa orang Indonesia yang saat ini juga telah menjadi penerjun kelas dunia.

Tidak cuma sebagai Manajer Pemasaran, pelatih, dan Talent Scout, Naila juga memiliki tim terjun yang amat berprestasi di dunia. Tim yang bernama Simba itu Maret lalu menjadi juara 1 di kompetisi indoor skydiving Shamrock Showdown di Amerika Serikat.


Tim Simba bahkan tercatat bertengger di peringkat tiga besar dunia terjun freefall kelas AA.

Walau perusahaan tempatnya bekerja berbasis di Amerika Serikat, namun Naila tidak berpikir untuk memboyong seluruh keluarganya pindah ke negeri Paman Sam. Baginya, hidup di Indonesia itu amat menyenangkan.

"Saya tidak bisa hidup terlalu lama di sana (Amerika Serikat). Saya ini orang Indonesia banget, tidak bisa kalau tidak ketemu sambal dan nasi," kelakarnya.

Beruntung perusahaannya tidak menuntut Naila untuk menetap di Florida. Naila pun lebih memilih repot bolak-balik Florida-Tangerang, ketimbang harus menetap di sana. "Saya tiap bulan sekitar satu minggu ke Amerika Serikat, kemudian balik ke rumah," tambahnya.

Naila menyebut, orang Indonesia yang membawa sifat-sifat baik khas Indonesia ke luar negeri pasti diminati dan disukai oleh orang luar negeri.


Sebab, menurutnya orang Indonesia adalah orang yang punya loyalitas tinggi terhadap pekerjaan. Selain itu, orang Indonesia adalah manusia yang ringan tangan, mau membantu orang lain walaupun bukan pekerjaan utamanya.

"Misalnya ada staf yang juga penerjun, payungnya butuh perbaikan, mereka minta tolong saya untuk sampaikan ke yang terkait, supaya lebih cepat dikerjakan. Kalau mereka minta sendiri pasti tunggu antrean, lama. Buat saya, ya sudah lah ya, sekalian jalan," jelasnya.

Saat ini Naila berencana untuk meluaskan pengalamannya di bidang lain, namun yang masih berkaitan dengan produk-produk militer dan hobi luar ruangan. Beberapa perusahaan, seperti produsen alat selam, sepatu militer, hingga kompetitor Aerodyne pun sudah berebut meminang Naila menjadi karyawan mereka.

"Saya jadi bingung, karena serba tidak enak, semua yang menawarkan pekerjaan teman-teman yang saya kenal baik. Jadi saya belum tahu akan pindah kemana," tutupnya sambil menunjukkan obrolannya dengan salah seorang petinggi produsen alat selam kelas dunia.


Sumber: goodnewsfromindonesia.id

Jumat, 03 Februari 2017

Panglima TNI Tinjau Pembangunan Jalan Trans Papua



Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo melakukan peninjauan pembangunan Trans Papua sepanjang 278,6 Km, yang menghubungkan Wamena-Mumugu di Bumi Cenderawasih, Provinsi Papua, Rabu (2/2).

Panglima TNI didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono meninjau Pembangunan Trans Papua yang sedang dikerjakan meliputi ruas jalan Wamena, Habema, Mbua, Yigi, Mugi, Mapenduma, Paro, Kenyam, Batas Batu dan Mumugu dengan melibatkan 382 personel TNI.

Panglima TNI mengatakan bahwa tugas TNI dalam pembuatan badan jalan saat ini sudah mencapai 100% dan tinggal pengaspalan. “Tempat terberat adalah di Batas Batu-Mumugu, karena daerah tersebut berupa rawa-rawa yang hanya bisa dilalui dari sungai. Selain itu, di daerah Yuguru harus dikikis dengan menggunakan bahan peledak karena merupakan tebing dan berbatu,” ujarnya.

Jenderal Gatot menjelaskan bahwa masyarakat sudah merasakan manfaat jalan yang dibangun. Jalan poros Wamena-Mamugu telah memperlancar aktifitas masyarakat dalam mendistribusikan barang dari dan ke daerah Kabupaten Jayawijaya dan sekitarnya. Biasanya mereka melalui sungai selama 12 jam, namun sekarang dengan menggunakan jalur darat hanya ditempuh 3 jam. Saat ini, masih ada 35 jembatan dalam proses pembangunan.

“Baru badan jalan saja masyarakat sudah sangat senang, apalagi kalau diaspal, ini mimpi yang luar biasa. Mudah-mudahan dalam waktu 1,5 tahun jembatan dan pengaspalan bisa diselesaikan,” ungkap Jenderal Gatot Nurmantyo.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan terimakasih atas kebersamaan dan bantuan masyarakat untuk bersama-sama membangun jalan. Menurutnya, pembangunan jalan tersebut tidak mungkin dapat terlaksana tanpa bantuan masyarakat.

Pengerjaan jalan tersebut mengerahkan satuan dari Kodam XVII/Cenderawasih maupun dari luar Kodam, diantaranya adalah Satuan Denzipur-10, Denzipur-12, Yonzikon-14 dan Yonzipur-18, serta mengerahkan alat berat yang dimiliki TNI Angkatan Darat berupa Exavator, Dozer, Grader, Dump Truck, Tandem Roller, Tyred Roller, Vibro dan Tangki Air.

Sumber: Puspen TNI

Inspiratif! Kisah Pensiunan TNI Lima Tahun Hafalkan Alquran di Pos Satpam

Inspiratif! Kisah Pensiunan TNI Lima Tahun Hafalkan Alquran di Pos Satpam



JOMBANG – Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Kata bijak itulah yang selama ini membakar semangat Sersan Mayor (Serma) Purnawirawan (Purn) Mohammad Masruchin. Mantan prajurit tempur TNI Batalyon Yonif Lintas Udara 503 Mayangkara itu kini menjadi seorang penghafal Alquran atau hafiz.

Tekad kuat dan semangatnya dalam belajar agama membuatnya mampu menghafalkan 30 juz ayat-ayat Alquran. Bahkan, pria yang kini berusia 60 tahun itu mendapat bonus pergi ke Tanah Suci dan melihat Baitullah. Tak hanya itu, Masruchin juga dinobatkan sebagai wisudawan penghafal Alquran tertua di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Pagi itu, usai menjalankan salat duha di masjid dekat rumahnya, di Dusun Jasem Desa Watugaluh Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Masruchin tak lantas melakukan rutinitasnya layaknya seorang kepala rumah tangga. Kendati sudah hafal 30 juz bilghoib, ia tetap menjaga keilmuannya itu.

Tangan keriputnya itu lantas mengambil kitab suci umat Islam yang tertata rapi di almari ruang tamu rumahnya. Selanjutnya, lantunan merdu ayat-ayat Alquran menggema di seluruh ruangan 3x4 itu. Bacaannya pun fasih. Meski usianya tak lagi muda, nafas pria tua itu mampu membuat alunan ayat-ayat Tuhan itu terdengar begitu sempurna.

"Saya mulai belajar menghafal Alquran sejak pensiun dari prajurit TNI. Alhamdulillah, karena rida Allah kini saya sudah bisa menghafal 30 juz," kata Serma Purn Masruchin, mengawali ceritanya menjadi seorang hafiz, Sabtu (28/1/2017).

Usai pensiun sebagai prajurit TNI pada 2004, Masruchin lantas mengabdikan diri sebagai staf keamanan di Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Di pondok itulah ia menjalankan aktivitas sehari-hari sebagai seorang satpam penjaga pondok pesantren.

"Saat menjadi satpam itu, saya melihat para santri yang usianya masih belasan tahun, tapi sudah hafal Alquran. Dari itulah tergerak hati saya untuk belajar menghafal Alquran. Waktu itu sekitar tahun 2011," tutur bapak yang dikaruniai empat anak ini. Semoga Menginspirasi!!

Sumber: http://news.okezone.com/read/2017/02/03/519/1608278/inspiratif-kisah-pensiunan-tni-lima-tahun-hafalkan-alquran-di-pos-satpam

Minggu, 15 Januari 2017

Menkopolhukam : Ada 17.600 Laporan Masyarakat Terkait Pungli

Jakarta- Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan sejauh ini ada 17.600 laporan masyarakat terkait pungutan liar (pungli) yang diterima Satgas Saber Pungli.

“Sampai hari ini ada 17.600 laporan masyarakat. Itu jumlah yang cukup besar. Artinya apa? Masyarakat sadar bahwa tugas pembersihan pungli ini tidak dibebankan hanya pada satgas, tapi masyarakat turut serta aktif untuk melaporkan di mana mereka menemukan (praktik) pungli di wilayah masing-masing,” kata Wiranto di sela-sela acara Kampanye Budaya Anti Pungli, di kawasan Monas, Jakarta, Minggu, 18/12/2016.

Laporan masyarakat terkait pungli tersebut didominasi pada bidang perizinan seperti pada pembuatan surat, sertifikat, hingga paspor.



Menurut dia, acara Kampanye Budaya Anti-Pungli diadakan untuk mensosialisasikan gerakan sapu bersih pungutan liar kepada masyarakat.

Pasalnya, pungli telah membudaya di Indonesia yang mengakibatkan sebagian masyarakat menjadi maklum dengan adanya pungli.

“Pungli itu hampir jadi budaya dan sebagian masyarakat toleran terhadap (adanya) pungli itu. Nah, untuk membersihkannya, hari ini lakukan sosialisasi gerakan budaya sapu bersih pungli. Kami ajak masyarakat untuk sama-sama memberantas keberadaan pungli,” ucapnya, menegaskan.


Sementara untuk meningkatkan efektivitas pemberantasan praktik pungli, Satgas Saber Pungli dibantu oleh Unit Pemberantasan Pungli.

Ia menjelaskan Unit Pemberantasan Pungli dibentuk di tingkat provinsi dan di sejumlah kementerian.

“Kalau Satgas Saber Pungli itu di pusat. Kalau Unit Pemberantasan Pungli itu di kementerian dan provinsi. Kami harapkan laporan masyarakat tidak hanya ke pusat, tapi juga ke unit-unit itu,” tuturnya.

Pihaknya pun menolak anggapan bahwa pemberantasan praktik pungli hanya sebatas wacana saja.

“Ada anggapan bahwa upaya pemberantasan pungli sifatnya sementara saja. Itu tidak benar! Saya pastikan tidak! Sebelum Indonesia terbebas dari pungli, kami tidak akan berhenti (melakukan penindakan),” tegasnya.

Sejauh ini, pihaknya mencatat ada 22 operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Satgas Saber Pungli di berbagai lembaga dan instansi, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Satgas Saber Pungli dibentuk pada 28 Oktober 2016 oleh Presiden Joko Widodo dengan penanggung jawab Menkopolhukam Wiranto dan diketuai oleh Komjen Pol Dwi Priyatno.

Satgas dibentuk dengan tujuan membersihkan Indonesia dari praktik pungutan liar.
Sumber: Jakartagreater.com

Senin, 09 Januari 2017

Pesawat CN-235 Buatan Indonesia, Tiba di Dakar

London – Pesawat CN-235 produksi PT Dirgantara Indonesia (DI) yang dipesan Pemerintah Senegal tiba di Dakar, 6 Januari 2017 setelah menempuh perjalanan selama 11 hari dengan jarak sekitar 16.000 km.

Pesawat multi fungsi yang tiba di Pusat Airforce Senegal, Dakar, merupakan pesawat kedua pesanan Pemerintah Senegal, ujar Pelaksana Fungsi Ekonom KBRI Dakar, Senegal, Rahmat Azhari di London, Minggu, 08/1/2017.



Rahmat mengatakan pesawat yang telah lama ditunggu-tunggu sejak Oktober 2016 itu tiba bersama 15 kru WNI yang terdiri dari empat pilot, dimana salah satunya merupakan warga Senegal, satu flight test engineer dan sepuluh mekanik.

Kedatangan pesawat yang dipiloti Kapten Esther Gayatri Saleh ini disambut Dubes RI Dakar Mansyur Pangeran beserta staf, Jenderal Birame Diop, Kepala Staf Angkatan Udara Senegal beserta jajaranya Mr Pierre Baudechon, Regional Manager ADTrade Belgium bersama jajarannya dan perwakilan dari PT. DI serta Indonesian MilitaryAirworthiness Authority (IMAA).

Jenderal Birame Diop sangat senang dengan datangnya pesawat CN-235 tersebut yang telah lama ditunggu untuk memperkuat armada angkatan udaranya.

Birame menyampaikan kesan baiknya selama kunjungannya ke Indonesia dalam rangka menghadiri serah terima pesawat dari PT DI kepada AD Trade Belgium, dan pelepasan ferry flight CN-235 dari Bandung tanggal 27 Desember 2016.

Dubes Mansyur Pangeran mengatakan kedatangan pesawat CN-235 ini di Dakar merupakan kebanggaan sebagai hasil karya anak bangsa Indonesia yang menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu memproduksi dan bersaing di bidang teknologi kedirgantaraan dengan negara-negara maju lainnya.

Mansyur menegaskan dengan kedatangan CN-235 tersebut dapat dijadikan contoh dalam mempromosikan produk PT DI tersebut ke tujuh negara-negara rangkapan KBRI Dakar lainnya yaitu Gambia, Guinea, Guinea Bissau, Mali, Pantai Gading,Sierra Leone dan Cabo Verde.

Rencananya Senegal akan membeli satu lagi pesawat CN-235 yang akan digunakan untuk kepentingan armada Angkatan Laut yang direncanakan sesuai akan tiba di Dakar tahun 2018.


Mansyur menyatakan negara lain yang telah ingin membeli CN-235 adalah Republik Guinea sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden Guinea AlphaConde kepada Presiden Joko Widodo ketika berkunjung ke Indonesia Agustus 2016.

Informasi kedatangan pesawat CN-235 tersebut disampaikan langsung Dubes Mansyur Pangeran kepada Presiden Senegal, Macky Sall pada sore harinya, saat Dubes menghadiri Resepsi Tahun Baru 2017 di Istana Kepresidenan di Dakar.

Presiden sangat senang dan menyampaikan terima kasih atas hubungan kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini dan meminta untuk ditingkatkan di masa-masa mendatang.

Pesawat yang diterbangkan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung, tanggal 27 Desember 2016 dalam perjalanannya ke Dakar, Senegal mengambil rute Medan, Kolombo, Maldives, Karachi (Pakistan), Riyadh (Arab Saudi), Khartoum (Sudan), Ndjamena (Chad), Ouagadougou (Burkina Faso), dan Dakar.

Selama berada di Dakar, Tim PT DI dan IMAA akan melakukan proses administrasi dari register Indonesia (AX) menjadi register Angkatan Udara Senegal pada tanggal 9 Januari 2017.

Sesuai kesepakatan KSAU Senegal dengan PT DI, satu orang mekanik PT DI akan tinggal di Dakar selama satu tahun selama masa garansi. Selama berada di Dakar, seluruh delegasi PT DI dan IMAA difasilitasi AD Trade Belgium.

Dengan tibanya pesawat CN-235 tersebut, Senegal kini memiliki dua pesawat CN-235. Pesawat pertama yang tiba tahun 2011, digunakan untuk kepentingan militer VIP dan pesawat kedua ini untuk multi fungsi, yaitu troop transport, medivac dan VIP.

Upacara resmi serah terima pesawat CN-235 dari AD Trade Belgium kepada Pemerintah Senegal dijadwalkan tanggal 23 Januari 2017.

Antara

Rabu, 21 Desember 2016

Pemerintah Indonesia Tidak Akan Lagi Membeli Pesawat Bekas


Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan penghormatan terakhir kepada 13 jenazah prajurit TNI Angkatan Udara yang menjadi korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 A-1334, di Hanggar Skuadron 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Senin (19/12).

Dalam kesempatan itu, Jenderal Gatot menegaskan bahwa TNI tidak akan lagi membeli pesawat terbang bekas. “Presiden sudah menjelaskan untuk selanjutnya, pesawat terbang tidak ada lagi kita membeli pesawat yang tidak baru. Semuanya harus baru,” ujarnya, seperti dilansir sindonews.com pada Senin (19/12).

Panglima TNI menjelaskan bahwa pernyataan Presiden Joko Widodo itu disampaikan pasca jatuhnya pesawat Hercules di Medan beberapa waktu lalu. “Presiden sudah menyatakan demikian, harus kita praktikkan,” katanya.

Jenderal Gatot menambahkan bahwa TNI Angkatan Udara masih membutuhkan banyak pesawat Hercules untuk mendukung kekuatan udara di wilayah Indonesia.

Sumber: sindonews.com

Senin, 12 Desember 2016

Akankah Indonesia Membangun Destroyer Bertenaga Nuklir ?

Berbicara tentang kapal perang permukaan, maka tidak akan terlepas dari konsumsi bahan bakar yang harus disediakan. Kapal perang tidak didisain untuk hemat, tapi lebih ke persoalan performa. KRI Todak yang berukuran 57 meter memiliki tangki BBM 150 ton. Jika berlayar sehari dengan kecepatan ekonomis 15-18 knot, kapal ini menghabiskan BBM 18 Ton. BBM itu akan habis saat kapal berlayar selama 8 hari. Kalau kecepatannya ditingkatkan, konsumsi BBMnya melonjak dan bisa membuat cenat cenut kepala sang Komandan.


Bagaimana jika korvet atau frigate yang dikerahkan untuk patroli di perairan Indonesia yang luas, BBM yang dibutuhkan berlipat-lipat. Sementara Indonesia yang merupakan negara kepulauan merupakan sebuah keniscayaan, yang kini diwujudkan untuk mendapatkan keuntungan darinya, lewat visi poros maritim.

Selain itu, dunia kemaritiman Indonesia menghadapi dilema yang cukup serius dalam menangani praktik penangkapan ikan secara ilegal atau illegal fishing yang terjadi di perairan Indonesia. Tugas TNI Angkatan Laut dalam mengamankan teritori di Indonesia nyatanya tidak bisa berfungsi maksimal. Sebab, dana anggaran bahan bakar minyak untuk kapal-kapal patroli laut sangat minim. TNI bahkan sampai harus berutang Rp 6 triliun untuk mengoperasikan kapal patroli.

“Selama ini, kami utang ke Pertamina, utang jadi makin banyak. Utang terakhir TNI itu sekitar Rp 6 triliun, nggak tahu tuh mau diputihkan atau bagaimana,” kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko saat itu, seperti yang dikutip Kompas.com (17/11/2014).

Negara seperti Rusia pun tampaknya menyadari bahwa opoerasional kapal perang identik dengan kebutuhan konsumsi bahan bakar yang besar. Sementara tantangan geopolitik Rusia semakin besar. Untuk mulai tahun 2016, Rusia mulai membangun delapan kapal penghancur bertenaga nuklir terbaru. Bobot kapal penghancur baru ini akan mencapai 17.500 ton, dengan panjang 200 meter dan lebar 20 meter. Kapal mampu bergerak dengan kecepatan hingga 30 knot (sekitar 55 km/jam) dan melakukan misi selama 90 hari tanpa memasuki pelabuhan.

Pembuatan kapal penghancur nuklir Leader telah dimulai. Ada delapan kapal yang hendak dibangun, dan kapal utama akan dibangun dalam periode militer 2020 – 2025. “Kepentingan geopolitik baru muncul dan kini kita perlu hadir di bagian-bagian terpencil planet Bumi. Kapal Leader akan membantu AL Rusia menghadapi tantangan di semua samudra dunia,” ujar Mantan Deputi Komando Angkatan Laut Rusia Laksamana Igor Kasatonov seperti yang dikutip Indonesia.rbth.com.



Reaktor Nuklir BATAN di Serpong, Tangerang, Banten

Mampukah Indonesia membangun kapal perang/kapal patroli yang digerakkan dengan tenaga nuklir ?.


Pada bulan April 2015, Badan Tenaga Nuklir Indonesia (BATAN) mengumumkan, konsorsium Rusia-Indonesia menjadi pemenang lelang untuk tahap pre-desain dalam proyek pembangunan reaktor daya nuklir multifungsi di kawasan Serpong, Banten.

Konsorsium tersebut terdiri dari beberapa perusahaan Indonesia, yaitu PT Rekayasa Engineering dan PT Kogas Driyap Konsultan, serta perusahaan Rusia, NUKEM Technologies GmbH, yang merupakan anak perusahaan Rosatom, BUMN nuklir Rusia.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto menyebut reaktor nuklir mini atau Reaktor Daya Eksperimental (RDE) di Serpong, Tangerang Selatan, untuk keperluan penelitian dengan berkapasitas 10 Mega Watt (MW).

“Kita kembangkan reaktor mini atau PLTN mini dengan kapasitas 10 MW. Roadmap sedang disusun,” kata Djarot saat diskusi PLTN di Mampang Prapatan, Jakarta, (16/6/2015).

Djarot mengatakan, untuk membangun RDE, BATAN memerlukan dana Rp 1,6 triliun. Dana diambil dari sumber Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Reaktor tersebut akan melengkapi reaktor riset yang telah ada sebelumnya. RDE varian terbaru tersebut kini memasuki fase pra project.

Reaktor nuklir mini yang akan dibangun di Serpong adalah Reaktor Daya Eksperimental. Mungkinkah dalam riset ini sekaligus dilakukan penelitian, bagaimana jika raktor itu nantinya bisa juga dipasang dikapal perang Indonesia, untuk kapal perang sekelas destroyer. Pembangunan badan kapal destroyer ini diserahkan kepada PT PAL. Sementara pembangkit tenaga nuklirnya dikerjakan oleh BATAN.

Jika proyek ini bisa berjalan, maka Indonesia akan benar benar mengokohkan dirinya sebagai negara poros maritim. Indonesia adalah negara kepulauan dan membutuhkan banyak kapal. Berbicara masa depan, maka kapal yang digerakkan oleh tenaga nuklir adalah kebutuhan. Dan kini, Indonesia sedang mengembangkan kedua teknologi tersebut. Teknologi membangun kapal besar dan teknologi reaktor nuklir mini. Sumber: Jakartagreater.com

Senin, 05 Desember 2016

Indonesia Ingin Produksi Pesawat Tempur Bersama Rusia

Rusia mengakui ada prospek terkait pengiriman Su-35 ke Indonesia. Rusia terus berdialog secara intensif dengan Indonesia terkait kemungkinan pengiriman jet tempur Su-35, ujar Vladimir Kozhin, ajudan presiden Rusia yang bertanggung jawab dalam bidang kerja sama pertahanan dan teknologi, (1/12/2016).

“Ada prospek (terkait pengiriman Su-35) dan pembicaraan mengenai ini sangat intensif,” ujar Kozhin tanpa memerinci tenggat waktu penandatanganan kontrak.


Indonesia dikabarkan berencana membeli delapan unit pesawat tempur multiperan Su-35 dari Rusia. Hal itu dikonfirmasi Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Wahid Supriyadi pada Juni lalu. Dubes Wahid menerangkan diskusi terkait kemungkinan transfer teknologi dari pihak Rusia sedang berjalan.

Namun demikian, pada Oktober lalu, media RNS Online mengabarkan bahwa negosiasi harga dan transfer teknologi kemungkinan akan menghalangi keputusan pembelian pesawat tempur Sukhoi Su-35 oleh Indonesia.

Pemerintah Indonesia bersikeras ingin menjalankan produksi pesawat tempur bersama Rusia di dalam negeri. Namun, mengutip keterangan yang disampaikan pihak Rusia, pembelian 8 – 12 unit pesawat terhitung sedikit untuk dapat menjalankan produksi bersama dan transfer teknologi.

Sumber : Indonesia.rbth.com

Jumat, 25 November 2016

Panglima TNI: Pihak Asing Setir Demo untuk Gulingkan Presiden

Jakarta, - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan demo lanjutan pasca-demonstrasi 4 November lalu, dirancang oleh pihak asing. Dia menyebut tujuan demo tersebut untuk menggulingkan Presiden Joko Widodo. 



Gatot menduga ada keterlibatan pihak asing dalam membentuk opini sesat di masyarakat. Dia menyebut agenda itu untuk melemahkan Indonesia.

"Demo penjarakan Ahok (4/11) itu karena hati nurani dan pemerintah sudah berikan instruksi. Tapi pasti ada demo lagi. Saya yakin didesain dari luar. Tujuannya tiada lain, diselubungi apa pun juga pasti tujuannya itu gulingkan RI 1," kata Gatot di hadapan gubernur seluruh Indonesia saat rapat koordinasi di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (24/11).


Gatot mengatakan tuntutan masyarakat pada Aksi Bela Islam II itu sudah dijalankan oleh pemerintah melalui Kapolri. Proses hukum kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama terus berjalan. Bahkan kini Ahok telah ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut.

Gatot menjelaskan, campur tangan pihak asing itu diketahuinya saat dirinya mendapat informasi miring, yaitu Pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab dianiaya oleh oknum Kostrad.

Namun ketika ditelusuri, informasi itu ternyata tidak benar. Dia menyebut isu palsu tersebut ternyata berasal dari media di Australia dan New Jersey, Amerika Serikat.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini menuturkan, alasan pihak asing ingin memecah belah Indonesia karena negara ini memiliki sumber daya alam yang berlimpah. Energi bumi itu sangat diminati asing.

Gatot meminta kepada seluruh gubernur untuk bisa mengendalikan situasi di daerah dengan mencegah hasutan, provokasi dan perilaku yang dapat mengadu domba masyarakat.

"Mari sama sama Pak Gubernur, jangan sampai bangsa kita tergoyah karena orang-orang tertentu dan dari luar," tutur Gatot. (pmg/gil) Sumber: CNN Indonesia -

Kamis, 24 November 2016

Dunia 'Memanas', Akankah Rusia Meningkatkan Belanja Militernya?


Jakarta - Saat ini Amerika Serikat (AS) menempati posisi teratas dalam urusan belanja militer dengan pengeluaran mencapai US$ 596 miliar. Sementara itu, China menempati peringkat kedua dengan perkiraan pengeluaran US$ 215 miliar.

Seperti data yang dirilis oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) 2015, peringkat ketiga dan keempat berbeda dengan tahun sebelumnya.

Pada 2015 Arab Saudi berada di peringkat ketiga dengan total belanja militer mencapai US$ 87,2 miliar, setelah tahun 2014 menempati posisi keempat.

Sementara itu Rusia yang tahun sebelumnya menempati posisi ketiga, pada 2015 bergeser ke peringkat ke empat--menggantikan Arab Saudi--dengan pengeluaran untuk militer sebesar US$ 66,4 miliar.

Tak bisa dipungkiri bahwa hubungan negara-negara besar saat ini sedang memanas, tak terkecuali Amerika Serikat dengan Rusia. Kedua negara itu beberapa kali memiliki pandangan berbeda dalam menanggapi sejumlah isu di dunia, misalnya saja soal perang di Suriah.

Seperti dikabarkan sejumlah media internasional, beberapa pekan lalu Rusia juga diklaim telah memerintahkan seluruh pejabatnya untuk memboyong keluarga mereka kembali pulang ke Tanah Air. Hal itu muncul seiring dengan meningkatnya ketegangan berlatar prospek perang global.

Mantan pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev pun memperingatkan bahwa dunia tengah berada dalam 'titik berbahaya' seiring dengan meningkatnya ketegangan antara Rusia dan AS.





Militer Rusia (Reuters)

Di tengah kondisi tersebut, apakah Rusia berencana menaikkan anggaran militernya?

Ditemui dalam konferensi pers yang dilakukan di atas kapal perang Admiral Tributs pada 2 November 2016, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Liputan6.com.

"Adapun anggaran militer Rusia saya bisa mengatakan sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan untuk keamanan Rusia," ujar Dubes Galuzin.

Namun ketika ditanya lebih lanjut, dirinya tak menyangkal ada kemungkinan kenaikan anggaran militer.

"Menurut saya anggaran bisa saja dinaikkan. Tapi seperti yang diketahui, dengan anggaran yang ada saat ini saja Rusia sudah dituding sebagai ancaman bagi keamanan dunia," imbuh Dubes Galuzin.

"Menurut Anda, apakah dalam konteks itu anggaran militer kami harus dinaikkan atau tidak?" tanya Dubes Galuzin kepada awak media saat menutup jawabannya. Sumber: Liputan6.com

Rabu, 23 November 2016

Militer Rusia Tempatkan Rudal Tercanggih di Kawasan Baltik

Militer Rusia telah mengirim rudal tercanggih dengan daya jelajah ratusan kilometer ke teritorialnya yang paling barat, yang berada di kawasan Laut Baltik.

Perkembangan terbaru itu dilaporkan oleh kantor berita Rusia, Interfax, yang diteruskan oleh media Inggirs, The Guardian, Selasa (22/11/2016).



Langkah Rusia mengerahkan rudal-rudal tercanggihnya itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dalam hubungan antara Rusia dan negara-negara Barat.

Menurut Interfax, militer Rusia telah menempatkan peluncur rudal "Bastion" di Kaliningrad, enclave yang berbatasan dengan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Polandia dan Lituania.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada akhir pekan lalu bahwa armada Baltik itu melengkapi kembali persenjataannya dengan peluncur rudal terbaru.

Namun, kementerian tidak memberikan keterangan lebih rinci tentang hal itu dan tidak memberikan konfirmasinya atas laporan Interfax.

Bastion menembakkan rudal jelajah supersonik Oniks, yang memiliki jangkauan hingga 450 km dan dapat digunakan menghadang kapal-kapal laut dan target darat.

Pekan lalu, Oniks digunakan untuk pertama kalinya dalam pertempuran di Suriah di mana militer Rusia menggunakannya untuk menyerang kelompok-kelompok militan.

Secara terpisah, Viktor Ozerov, Ketua Komite Urusan Pertahanan di Majelis Tinggi Parlemen Rusia, mengatakan kepada kantor berita Ria Novosti, Senin (21/11/2016), bahwa Rusia juga akan mengerahkan rudal balistik taktis Iskander dan sistem rudal pertahanan udara S-400 ke Kaliningrad.

Rudal-rudal tersebut dikerahkan untuk menghadapi kemungkinan adanya pergerakan yang sama dari Amerika Serikat dan sekutu Barat-nya.

"Kami menghadapi dua tugas utama, yakni untuk menembus pertahanan udara dan memastikan perlindungan terhadap kemungkinan serangan," kata Ozerov.

Rusal S-400, yang telah digunakan Rusia untuk melindungi pangkalan udara di Suriah, adalah sistem rudal tercanggih. Rudal ini secara bersamaan dapat melacak dan menyerang beberapa target udara pada jarak hingga 450 km.

Berbasis di wilayah Kaliningrad, rudal S-400 akan mampu menargetkan pesawat NATO dan rudal di sebagian besar wilayah Baltik.

Rudal Iskander memiliki jangkauan lebih dari 500 km dan berpresisi tinggi, mampu menargetkan fasilitas di beberapa negara anggota NATO, tetangga Rusia, dengan akurasi tinggi.

Hal ini dapat dilengkapi dengan hulu ledak konvensional atau hulu ledak nuklir.

Pada Oktober lalu, penyebaran rudal Iskander ke wilayah Kaliningrad mengkhawatirkan tetangga Rusia, seperti Polandia dan Lituania.

Militer Rusia mengatakan, tindakan itu adalah bagian dari pelatihan reguler, tetapi tidak menentukan apakah rudal dikirim ke sana untuk sementara waktu atau ditempatkan secara permanen.

Kremlin telah lama memperingatkan bahwa pengembangan sistem pertahanan rudal yang dilakukan AS NATO menimbulkan bahaya bagi keamanan Rusia dan bersumpah untuk mengambil tindakan pencegahan.

Moskwa juga telah mengeluhkan penyebaran unit militer NATO di dekat perbatasan Rusia.

"Untuk mengatasi ancaman ini, kami akan memperkuat pertahanan udara dan rudal kami di vektor barat dan menyebarkan sarana tambahan untuk mempertahankan infrastruktur pertahanan yang ada," kata Ozerov kepada kantor berita Ria Novosti. Sumber: Kompas.com

Senin, 21 November 2016

Militer Myanmar Lakukan Genosida terhadap Suku Rohingya

SITTWE -- Pengamat Politik Myanmar dari Universitas Deakin Australia, Anthony Ware mengatakan, terdapat dukungan kuat dari kelompok mayoritas Budha di Myanmar untuk melakukan aksi-aksi anti-Rohingya. Aksi tersebut dipimpin oleh para biksu Budha ultra nasionalis.



"Di Myanmar Muslim sering dianggap sebagai nasionalisme padahal Muslim itu penganut agama, bukan bangsa tertentu. Orang-orang Budha di Myanmar menilai Muslim sebagai ancaman bagi keamanan nasional dan ancaman bagi agama Budha," katanya dilansir CNN, Jumat, (18/11).

Sebelumnya, militer juga sering melakukan kekerasan dan pemerkosaan terhadap tentara anak-anak. Kelompok HAM telah mendokumentasikan kejahatan militer Myanmar sejak lama. Terutama kejahatan terhadap etnis minoritas di Rakhine dan Kachin. "Saat ini Rakhine berada dibawah kendali militer. Penduduk Rakhine tak bisa berbuat apa-apa," ujar Ware.

Pendiri Fortify Rights di Bangkok, Matthew Smith mengatakan, militer Myanmar saat ini sedang melakukan genosida terhadap suku Rohingya. Mereka melakukan segala cara untuk memusnahkan suku Rohingya dari muka bumi.

Militer Myanmar, ujar Smith, sedang memusnahkan umat Muslim di Rakhine. Mereka sedang melakukan kejahatan internasional.

"Kami telah mendokumentasikan bagaimana pemerintah di Rakhine berencana menghancurkan rumah-rumah suku Rohingya sebelum terjadinya kerusuhan Oktober lalu. Dokumen itu menunjukkan bagaimana strategi mereka menghancurkan Muslim Rohingya," katanya. Sumber: Republika.co.id

Rabu, 16 November 2016

PT DI Kembangkan 11 Helikopter Anti-Kapal Selam TNI AL

Bandung – Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso mengatakan sedang menyiapkan pengembangan helikopter pesanan TNI Angkatan Laut dengan kemampuan anti-kapal selam. “Tahun depan kami mulai membuat pesanan TNI Angkatan Laut untuk helikopter anti-kapal selam,” ujarnya di Bandung, 15 November 2016.



Budi mengatakan helikopter anti-kapal selam itu dibangun bersama Airbus Helicopters Prancis. Fisik helikopter Panther mirip dengan helikopter operasional yang dipergunakan Basarnas, yakni AS365 N3+ Dauphin. “Kalau Dauphin itu versi sipil, helikopter Panther versi militernya,” ujarnya.

PT Dirgantara Indonesia mendapat pesanan dari TNI Angkatan Laut untuk membangun 11 unit helikopter anti-kapal selam. “Angkatan Laut memesan 11 unit, sudah 2 tahun lalu. Tinggal delivery mulai tahun depan,” ujar Budi.

Budi Santoso mengatakan pengerjaan helikopter Dauphin menjadi modal PT Dirgantara Indonesia untuk mengembangkan helikopter anti-kapal selam Panther. Helikopter pesanan Basarnas, misalnya, diserahkan hari ini. “Dengan mengerjakan pesanan Basarnas, menjadi pengetahuan dasar kami untuk mengembangkan pesawat ini,” tuturnya.

Tipe militer Panther menjadi pilihan TNI Angkatan Laut karena kemampuannya mendarat di kapal yang berukuran relatif kecil, yakni kapal laut dengan tipe sigma class ship. “Trennya bagus, karena semakin lama kapal Angkatan Laut di mana pun, semakin kecil, enggak pakai kapal-kapal besar. Meriam sudah enggak ada yang gede-gede lagi di kapal itu, juga makin kecil, sehingga semua peralatan yang dibutuhkan semakin kecil,” ujarnya.


Kendati belum rampung, rencana PT Dirgantara mengembangkan helikopter anti-kapal selam telah menarik minat sejumlah negara. “Beberepa negara Timur Tengah yang punya kapal kecil juga tertarik menggunakan hal yang sama, tapi kami selesaikan dulu pesanan Angkatan Laut. Kalau selesai, baru kita ke negara lain,” ujarnya.


Helikopter Panther Bulgarian Navy (Anton Balakchiev)

PT Dirgantara berencana memperbanyak konten lokal untuk helikopter Panther anti-kapal selam pesanan TNI Angkatan Laut itu. Sejumlah sistem akan ditanam di helikopter anti-kapal selam pesanan TNI Angkatan Laut, di antaranya peralatan sonar yang bisa diturunkan dalam laut hingga persenjataan torpedo anti-kapal selam. “Panther untuk Angkatan Laut ini kita bongkar habis karena harus diisi peralatan sonar, torpedo, dan lain-lain.”

Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT Dirgantara Indonesia Budiman Saleh mengatakan PT Dirgantara menggandeng sejumlah vendor untuk memasok peralatan mendukung sistem helikopter hingga persenjataan. “Contohnya torpedo, roket, kemudian sensor-sensor macam-macam, ada juga FLIR, serta sonar yang dicelupkan ke laut. Yang merakit dan mendesain itu PT Dirgantara Indonesia, bukan domainnya Airbuss,” ujarnya.

Lewat produk tersebut, PT Dirgantara memegang property right atau license mission helikopter itu. “Nah, yang memegang paten, property right, intellectual property right helikopter anti-kapal selam itu kami. Kalau Airbuss mau jualan itu monggo, tapi dia jualan platform saja.”

Harga pesawat yang telah dipasangi berbagai sistem mission itu bisa lebih mahal ketimbang penjualan platform dasar pesawatnya. Budiman mencontohkan penjualan pesawat CN235 yang kosong berkisar US$ 26–28 juta. Tapi, dengan tambahan berbagai sistem mission, seperti untuk kebutuhan patroli maritim, harganya bisa melonjak menjadi US$ 45–60 juta.

Sumber : Tempo.co.id

Terungkap Alasan Jokowi Safari Militer ke TNI-Polri

Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada 3.500 prajurit Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), di Cilodong, Depok, Jawa Barat, Rabu, 16 November 2016.

Jokowi mengaku saat ini 32 ribu prajurit Kostrad sudah siap untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman-ancaman.


"Pagi hari ini saya berkunjung ke Mako Divisi I Infantri Kostrad, di mana saat ini kekuatan Kostrad memiliki 32 ribu pasukan yang selalu siap untuk mempertahankan kedaulatan NKRI. Saya datang ke sini untuk memastikan kesiapan itu dan saya lihat sangat siap," ujar Jokowi, usai memberikan arahan.

Walau Indonesia dalam keadaan aman, namun ancaman itu bisa saja datang. Apakah itu dari pihak luar, atau bahkan dari dalam negeri sendiri. "Ancaman bisa dari dalam dan luar, tapi sekarang sangat aman," lanjut Presiden.

Disiinggung alasan mengapa harus melakukan pengecekan pasukan, baik di TNI maupun Polri, Jokowi mengaku hanya ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Untuk memberikan ketenteraman kepada masyarakat. Masyarakat tahu kita siap," katanya.

Turut mendampingi Presiden, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menkopolhukam Wiranto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Tiba di Mako Kostrad Cilodong, Jokowi sempat melihat sejumlah peralatan tempur Kostrad. Sumber: Viva.co.id

Senin, 14 November 2016

Benarkan China Mengambil Bangkai Kapal Selam Poseidon Inggris?

Cina dituduh diam-diam mengangkat bangkai kapal selam Poseidon Inggris yang kemungkinan masih ada 18 jenasah kru kapal selam di dalamnya.

Pada 9 Juni 1931, kapal selam Inggris yang baru bertugas dua tahun, HMS Poseidon tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal dagang Cina, 20 mil utara dari pangkalan Angkatan Laut Inggris yang disewa di Weihai.



Sejarawan Amerika Steven Schwankert mengklaim Cina mengangkat kapal selam tanpa ijin dari Pemerintah Inggris di awal tahun 1970-an untuk menguji keterampilan pasukan khusus Angkatan Laut dan unit penyelamatan bawah air China yang baru terbentuk.

Kementerian Luar Negeri Ingggris menyatakan keprihatinannya dan sedang menyelidiki laporan kebenaran pengangkatan bangkai kapal selam Poseidon yang dilakukan China. Pemerintah Inggris juga mendapat desakan dari para keluarga korban awak kapal selam yang selama ini menganggap kapal selam dan jenasah keluarganya masih berada didalam lautan.

Kapal selam HMS Poseidon (P99) adalah kapal selam Parthia class yang dirancang dan dibangun oleh Vickers Shipbuilding and Engineering di Barrow-in-Furness untuk Angkatan Laut kerajaan Inggris, diluncurkan pada 22 Agustus 1929 dan ditugaskan ke wilayah Laut Kuning yang berbasis di pangkalan Royal Navy di Weihai, Cina.

Di hari yang naas, Poseidon sedang muncul ke permukaan bersama dengan kapal tender kapal selam Marazion, dan sialnya meski cuaca cerah dengan visibilitas baik, Poseidon bertabrakan dengan kapal dagang SS Yuta Cina.

Tiga puluh awak kapal selam mencoba menyelamatkan diri dalam kapsul penyelamat Davis Submerged Escape Apparatus yang dilengkapi dengan oksigen murni. Kapal induk HMS Hermes, kapal penjelajah berat HMS Berwick dan kapal selam HMS Perseus segera melakukan operasi penyelamatan. Hanya delapan awak yang akhirnya berhasil meninggalkan ujung haluan kapal selam, meski akhirnya dua orang gagal mencapai permukaan dan satu orang meninggal kemudian akibat dekompresi. Secara total dua puluh satu awak kapal selam dinyatakan meninggal dengan 18 diantaranya terkubur bersama kapal selam Poseidon. Sumber Jakartagraeter.com