Tampilkan postingan dengan label Intelejen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intelejen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Mei 2017

Ini “Tamparan” Pengamat Militer Salim Said untuk Acara Rosi yang Mengundang Panglima TNI

Menjelang Aksi Simpatik 55 yang akan digelar Jum’at (5/5/2017) siang, Rosi Kompas TV mengangkat tema “Membidik Jokowi Lewat Ahok; Pemberitaan Media Itu Fakta atau Provokasi” dengan langsung menghadirkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kamis (4/5/2017) malam.

Salah satu nara sumber yang juga dihadirkan Rosi adalah Salim Said. Salah satu pernyataan pengamat militer itu justru menampar acara tersebut.

Salim Said tidak setuju dengan Rosi yang menyebut Allan Nairn sebagai wartawan senior. Menurutnya, Nairn tidak lebih dari seorang provokator.



“Zaman ini sudah berubah. Jadi orang ini (Allan Nairn, red) terlambat. Dia membuat analisa tentang keadaan sekarang dengan menggunakan data masa lalu. Itu sebabnya saya tidak setuju Anda menyebut dia wartawan senior, atau wartawan apa. Dia bukan wartawan. Dia aktifis provokator. Dan dia sudah mengacau kita bertahun-tahun,” kata Salim Said disambut tepuk tangan meriah.

Salim Said pun memuji sikap Panglima TNI yang tegas tidak mau menanggapi Allan Nairn. Ia juga menegaskan tidak melihat ada kebenaran dalam tulisan Nairn. “Orang ini terbiasa membuat provokasi semacam ini,” tandasnya.

Sejalan dengan Panglima TNI, Salim Said juga mengaku diundang oleh beberapa stasiun TV untuk menanggapi Allan Nairn namun ia tidak mau. Termasuk ketika akan dipertemukan dengan Nairn.

“Yang membuat saya sedih, kita jadi ribut, Panglima yang banyak kerjaan suruh datang ke sini, kita ikut bicara,” tandas Salim Said disambut tawa sebagian pemimpin redaksi. Namun ada juga yang mimiknya berubah serius mendengar “tamparan” Salim Said itu.

"Apa tidak ada topik lain, Rosi?" tambahnya. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Selasa, 08 November 2016

Operasi Rahasia Soviet Paling Terkenal Sepanjang Sejarah

Jika mendengar operasi rahasia Uni Soviet biasanya langsung mengarah pada sosok KGB. Badan Intelenjen Uni Soviet yang memang cukup terkenal di dunia. Padahal Soviet punya satu pasukan yang juga sangat piawai dalam melakukan operasi penyusupan dan misi rahasia.

Pasukan itu dikena dengan sebutan Glavnoye Razvedyvatelnoye Upravleniye (GRU). Mereka selalu terlibat dalam operasi-operasi rahasia, senyap dan kilat di sejumlah negara. Dari sekian banyak operasi yang pasukan ini lakukan, berikut empat yang paling terkenal sepanjang sejarah.

1. Serangan Sabotase di Spanyol





Perang saudara di Spanyol yang meletus pada 1936 membuat pemerintah republik yang sah terisolasi. Saat itu, hanya Uni Soviet yang menjadi sekutu Spanyol dan menolong mereka berperang melawan para tentara fasis. Pemerintah Soviet lalu membentuk detasemen pasukan khusus untuk melakukan serangan sabotase di wilayah Spanyol. Detasemen tersebut menjadi cikal bakal terbentuknya pasukan khusus GRU (Direktorat Intelejen Utama Rusia).

Operasi yang paling dikenal dari pasukan tersebut adalah penghancuran kereta api yang mengangkut staf angkatan udara Italia di wilayah kota Kordoba pada awal 1937. Kereta yang terdiri dari delapan gerbong tersebut hancur akibat ledakan ranjau dan jatuh dari ketinggian tebing.

Pasukan tersebut juga berhasil melakukan serangan-serangan sabotase lain ketika bertempur di Spanyol, mulai dari peledakan kereta pengangkut amunisi senjata, sampai serangan ke markas gudang senapan mesin batalyon Franco.

Francisco Franco adalah pempimpin de facto Spanyol dari tahun 1939 hingga tahun 1975.

Setelah kekalahan para loyalis republik, sebagian anggota pasukan khusus pergi ke Algeria menggunakan kapal yang mereka kuasai. Di sana, mereka dijemput untuk kembali ke Uni Soviet. Empat anggota pasukan khusus tersebut juga ikut serta dalam aksi gerilya di Kuba di bawah kepemimpinan Fidel Castro pada akhir 1950-an.

2.Pasukan Katak Soviet di Nikaragua





Angkatan Laut juga memiliki pasukan GRU dalam satuan khusus pasukan katak yang bertugas sebagai pengintai sekaligus pasukan operasi sabotase, dengan tingkat kemampuan tempur dan ketangkasan militer yang tinggi. Divisi ini muncul setelah berakhirnya Perang Patriotik Raya Rusia melawan Nazi. Pada waktu itu, negara-negara NATO sudah lebih dulu memiliki divisi serupa. Setelah terbentuk, pasukan khusus perairan tersebut langsung ditugaskan untuk menjalankan operasi rahasia. Sepanjang 1967-1991, pasukan ini telah menjalankan operasi di berbagai tempat: Angola, Etiopia, Vietnam, Korea, Mesir, Kuba, dan Nikaragua. Pasukan khusus perairan ini hanya dipersenjatai oleh pisau tentara dan senapan mesin dengan peluru berupa jarum untuk serangan di bawah air, yang mampu membunuh musuh dari jarak 10-15 meter.

Namun, sebagian besar anggota pasukan hanya menjalankan operasi militer “biasa”, yang membuat mereka tak perlu menggunakan senjata mereka. Mantan komandan pasukan katak yang merupakan kapten nomor wahid pasukan cadangan Yuriy Plyachenko bercerita pada sejarawan Rusia Aleksander Kolpakidi, “Pada 1984, kami tak perlu masuk ke perairan menuju Nikaragua. Tim ahli kami hanya melakukan pekerjaan analisis semata. Saat itu, kami diminta rekomendasi mengenai apakah mungkin melakukan perjalanan dengan kapal di wilayah tersebut, sebab serangan ranjau laut musuh cukup menggegerkan dunia, membuat sekutu kami terdesak dan berada dalam blokade musuh. Kami segera paham situasinya: ranjau milik musuh dibuat dan disebarkan menggunakan kapal jenis Piranha, yang sama dengan kapal alas datar kami. Kami memberi ide pasukan Nikaragua untuk mengatasi jebakan tersebut dan bagaimana memodifikasi kapal penyapu ranjau untuk melakukannya. Setelah kami pergi, tak ada lagi kapal yang meledak akibat ranjau,” kenang Plyachenko.

3. Afghanistan, Menyerbut Kediaman Amin Hafizullah





Tak semua operasi pasukan khusus GRU berlangsung diam-diam. Salah satu operasi pasukan khusus milier Rusia yang paling terkenal ialah penyerbuan ke kediaman Sekjen Partai Demokrasi Rakyat Afganistan Amin Hafizullah di Afganistan, untuk melikuidasi dan menggantikan posisinya dengan orang yang lebih loyal kepada USSR.

Bersama dengan pasukan khusus KGB, pasukan intelejen GRU bergabung dalam operasi militer yang sulit tersebut. Mereka disebut “Batalyon Muslim”, karena batalyon tersebut diisi oleh pasukan Soviet berdarah Tajikistan, Uzbekistan, dan Turkmenistan. Hal itu dilakukan karena mereka dapat berbicara bahasa Farsi. Mereka dipenetrasikan ke Istana Amin sebagai penjaga. Saat penyerbuan, pasukan itu memberi bantuan besar bagi divisi lain. Operasi penyerbuan ini berjalan sukses, dan berakhir dengan tewasnya Amin. Namun, pasukan khusus GRU harus kehilangan tujuh anggotanya.

4. Perang Chechnya




Pasukan khusus GRU tak hanya ikut serta dalam operasi rahasia di mancanegara, tetapi juga di Rusia sendiri. Salah satu contoh adalah perang di Chechnya pada 1994-1995. Saat itu, GRU bertugas sebagai pengintai sekaligus penyerbu. Pasukan darat tak dapat menyerbu kota Grozniy karena persiapan tempur yang kurang matang, maka saat itu juga pasukan khusus dikirim untuk membantu. Fungsi utama divisi ini adalah penyelidikan dan operasi serangan sabotase, sehingga pasukan khusus GRU harus kehilangan personil dalam jumlah yang signifikan.

Tidak semua operasi militer divisi intelejen militer ini berakhir dengan keglamoran karena kerahasiaannya. Secara keseluruhan, GRU sendiri sudah mengirimkan pasukan ke lebih dari dua puluh negara Asia, Amerika Latin, dan Afrika. Namun, dokumentasi mengenai operasi-operasi tersebut tidak akan diungkapkan dalam waktu dekat. Sumber: Forumviva

Senin, 31 Oktober 2016

Diduga Imigran Gelap, 64 WNA China Diamankan Pihak BAIS TNI di Bandara Haluoleu, Sulawesi Tenggara

Pada hari Sabtu tanggal 29 Oktober 2016 pukul 09.40 wita bertempat di Bandara Haluoleu Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konsel Provinsi Sultra telah mendarat rombongan WNA asal China menggunakan Pesawat Lion Air JT. 726 yang berjumlah 64 orang sesuai data pengabsenan pihak Protokoler.

Sesuai pengecekkan langsung yang telah dilaksanakan oleh BAIS TNI, Tim Intel Korem 143/HO, Intel Lanud dan Unit Intel Kodim 1417/Kendari bahwa data dari ke 64 orang tersebut adalah 14 orang sebagai Transletter/penterjemah dan 50 orang WNA Cina, (sesuai dengan jumlah kedatangan 64 orang).

Adapun keterangan yang didapat dari Protokoler an. bapak Ishak, umur 29 tahun, alamat Wua-wua Kota Kendari, adalah sbb :

a. Bahwa ke 64 orang tersebut sudah disiapkan mobil penjemputan.
b. Sementara ke 64 orang tersebut akan disinggahkan di Mess milik perusahaan Bintang 8 (Indonesia Morowali industrial Park) alamat Kasilampe (belakang SMA 3 Kota Kendari) untuk istirahat sekitar 1 jam dan makan siang).
c. Selanjutnya rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Morowali/Bintang 8 (Delapan)-Sulteng.


Pada pukul 10.30 Wita, keseluruhan rombongan dan penjemput WNA melanjutkan perjalanan menuju tujuan meninggalkan Bandara Haluoleo dengan aman. Sementara Pada pukul 13.00 wita rombongan WNA melanjutkan perjalanan menuju ke Morowali-Bintang 8 (Sulteng) dengan menggunakan 2 jalur, yaitu :


a. Jalur 1 menggunakan kapal/speed Rising Star GT.25 dengan kapasitas 35 orang. (perjalanan melalui laut).
b. Jalur 2 menggunakan 4 mobil (Minibus 2 unit dan Hailux Double Kabin 2 unit). Perjalanan melalui darat.




Adapun 64 Data WNA (nama dan nomor pasport) yang telah didata dan dicatat sebagai laporan, adalah sbb:


1. Liyongxue No pasport E 64698918.
2. Liuxingguo No Pasport E 42315861.
3. Xuwen No Pasport E 78623799.
4. SunfengQi No Pasport E 75804388.
5. XuwenXiang No Pasport E 75818308.
6. Lidouhua No Pasport E 74910688.
7. Zhangchunchao No Pasport E 80650873.
8. Minyojie No Pasport E 53468500
9. Zhanglunfeng No Pasport E 77089977
10. Zhou xudong No Pasport E 80159277.
11. YUSHIKUI No Pasport E 19357134.
12. Yangxinxiang No Pasport E 86964865.
13. Yujunyuang No Pasport E 56804326.
14. Chenyanfeng No Pasport G 50761137.
15. Konglingbin No Pasport E 35344128.
16. Wangchaoyun No Pasport E 81301857
17. Baichongzheng No Pasport E 43711135
18. Wangxinchao No Pasport E 45077807
19. Jinjianglin No Pasport G 43599538.
20. Chenxufeng No Pasport E 82005992.
21. Chenyongwang No Pasport E 11948829.
22. Wangjingbiao No Pasport E18545296.
23. Wangyingtao No Pasport G 22047965.
24. Luchangtian No Pasport E 49163564.
25. Jiayu No Pasport G56060034.
26. Libo No Pasport G 30640794.
27. Gaobin No Pasport E 72881930.
28. Yangdongzhi No Pasport E G31540903.
29. Liuzhengting No Pasport G 29889342.
30. Caoxiaolong No Pasport E72905692.
31. Chenhongyun No Pasport E 12309231.
32. Libingzhu No Pasport G 28991810.
33. Yuwangjun No Pasport E20017984.
34. Wanghongjie No Pasport E 15832712.
35. Lenzhenying No Pasport E 85739190.
36. Sunzhaujun No Pasport E 05897285.
37. Sunzhigang No Pasport E 75404634.
38. Tanghongjun No Pasport E 69709585.
39. Lijin No Pasport E 31238817
40. Xujinghua No Pasport G 32791510.
41. Chenjianming No Pasport E46952413.
42. Jianguo No Pasport E18456063.
43. Lichao No Pasport E52756952.
44. Leisheng No Pasport E78721150.
45. Shenglin No Pasport G 32788366.
46. Fuanping No Pasport E 3277554.
47. Yuzhangxiong No Pasport E24500332.
48. XI / Chenci, Nomor Passport E73204798.
49. PENG / Shengxiang, Passport E47649351.
50. XU / Hongqi, Passport E08311190.
51.CHENG / Zhengyi, Nomor Passport G42816078
52. WEN / Siyong, Nomor Passport G51271968.
53. LYU Xiucuan, Nomor Passport E50665852.
54. HUANG / Jiaqing Nomor Passport E34743206.
55. ZHANG / Qingquo Nomor Passport E05041928.
57. JI Anfeng. Nomor Passport E06805779.
58. CHENG / Youling Nomor Passport G60776263.
59. ZHANG Wenfa Nomor Passport E67437169.
60. WANG / Baohong Nomor Passport. G31541928.
61. ZHAO Jianyong Nomor Passport E33247546.
62. YU Zl hengchun Nomor Passport E83587668.
63. ZHAO Qiang Nomor Passport E52429314.
64. YANG Min Nomor Passport E17230494.


Demikian dilaporkan.


WSJ/ADW [lingkaran]

Selasa, 18 Oktober 2016

Kerjasama Militer Rusia - China dan Pengaruhnya Terhadap Kebijakan Amerika Serikat di Asia Timur


Foto Google, Ilustrasi

Bisa dikatakan abad ini merupakan abad kekuatan alternatif yang tumbuh. Kekuatan baru tersebut umunya muncul di Eropa Timur dan Asia.

Rusia merupakan salah satu yang baru bangkit dari keterpurukan paska kehancuran Uni Soviet yang berada di Eropa Timur dan China yang mengalami tidur panjang juga mengalamai kebangkitan yang sama, sebut Heri Hidayat Makmun, analis politik dan internasional
Kedua negara ini baik secara ekonomi maupun militer mengalami kemajuan yang mengesankan. Bahkan kebangkitan China bisa dikatakan fenomenal.

Dua negara ini pada tahun 2005 yang lalu juga melakukan latihan militer bersama yang mereka beri nama "Misi Perdamaian 2005".

Simulasi perang yang dilakukan di tiga kawasan tersebut yaitu di Semenanjung Jiadong, Laut Kuning, dan pangkalan Vladivostok tersebut dilakukan selama seminggu.

Ada opsi pertama untuk melakukan latihan di Xianjian dan Zhejiang yang berdekatan dengan Taiwan, tetapi dibatalkan karena alasan terlalu provokatif.

Dalam latihan tersebut Rusia berkesempatan untuk menunjukkan teknologinya kepada China yang bakal menjadi calon konsumen utamanya dalam perdagangan perangkat perang tersebut.

Mesin perang Rusia yang diikutsertakan dalam latihan tersebut seperti TU 22M3 Bear yang merupakan pesawat pembom jarak jauh. TU95S yang digunakan sebagai pembom strategis. Kedua senjata ini mampu membawa bom konvensional dan bom nuklir.

Pesawat tempur Sukhoi 27SM dengan kemampuan rudal udara ke permukaan (air to surface) AS-15 yang mampu menjangkau 3000 km. dan Kapal serbu BDK-11 yang memiliki kemampuan antikapal selam Marshal Shaposhnikov.

China berencana akan meningkatkan anggaran militer sampai sebesar 18% dari tahun lalu sehingga mencapai sebesar 417 miliar yuan ( 59 miliar USD ), tetapi menurut pengamat berdasarkan kebiasaan China dalam menetapkan anggaran riilnya tidak dapat semata melihat anggaran angka resminya. Bisa jadi akan teralisasi sampai dua sampai tiga kali lipat dari angka resminya.

Anggaran yang besar ini akan sangat efektif jika China berkolaborasi dengan Rusia dalam suatu kerjasama militer. Bisa China hanya menjadi konsumen mesin militer Rusia saja atau bahkan China menjadi investor terhadap riset dan pengembangan teknologi militer Rusia yang potensial.

Jiang Enchu seorang juru bicara National People Congress berdalih bahwa kenaikan anggaran militer ini hanya untuk meningkatkan gaji tentara dan mengakomodasi biaya bahan bakar yang dikwatirkan meningkat.

Seperti yang diberitakan VOA bahwa pantagon melaporkan dalam laporan yang diterbitkan hari Selasa (19/08/2008), Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengatakan laju kecepatan yang dibuat China dalam mempermoderen pasukan militernya menunjukkan China kini bukan hanya mempertimbangkan hubungannya dengan Taiwan, tetapi justru China telah mengancam akan menggunakan kekuatan militernya jika Taiwan menyatakan kemerdekaan.

Masih menurut laporan itu tersebut, China kini memiliki sekitar 710 sampai 790 rudal balistik jarak-dekat, naik dari tahun lalu, dan tentunya dengan anggaran militer yang meningkat China dapat membeli TU 22M3 Bear atau TU95S Rusia yang canggih.

Tentunya bagi AS dan sekutu Asianya yaitu Taiwan dan Jepang hal ini merupakan ancaman serius. Mau tidak mau Amerika akan mengambil peran yang lebih dalam untuk membantu sekutu Asia Timurnya ini.

Bisa ditebak kerja sama militer China - Rusia akan menarik perhatian Amerika Serikat ke Asia Timur lebih dalam dari kebijakan AS sebelumnya. Sumber: Konfrontasi.com

Rabu, 21 September 2016

Tiongkok Beli Pesawat Militer Terbesar di Dunia, untuk Geser Pasukan ke Laut China Selatan?

Sejumlah pihak terkejut saat Minggu lalu Tiongkok membeli satu pesawat An-225 Mriya(NATO: Cossack) yang bertahun-tahun mangkrak di hangar produksi pabrikan Antonov di Ukraina.

Pembelian pesawat militer terbesar di dunia itu dilakukan melalui Aerospace Industry Corporation of China (AICC) yang bermarkas di Hongkong.



Tidak hanya itu, turut diakuisisi pula cetak biru dan hak produksi pesawat tersebut langsung di Tiongkok. Kontrak ditandatangani pada 30 Agustus 2016 untuk menghidupkan kembali lini produksi An-225 yang saat ini hanya menyisakan satu fuselage tanpa sayap dan segmen hidung.

An-225 Mriya merupakan pesawat angkut strategis dan militer terbesar di dunia, dan dikembangkan dari basis An-124 Ruslan.

Tujuan awalnya adalah menyiapkan pesawat yang mampu mengangkut booster roket Energia dan pesawat ulang-alik Buran dalam rangka mendukung program ruang angkasa Uni Soviet.

An-225 menjalani penerbangan perdana 1988, dan langsung ditampilkan dalam Paris Air Show 1989 dengan membopong Buran di punggungnya sebagai bentuk propaganda Uni Soviet.

An-225 Mriya tercatat memegang 240 rekor dunia dalam hal ukuran dan kemampuan terbangnya.

An-225 diciptakan dengan memperpanjang fuselage An-124 dan menambahkan plug di depan dan di belakang seksi sayap, plus bentang sayap yang diperpanjang sehingga tiap sayap bisa menampung tiga mesin turbofan ZMKB Progress/ Lotarev D-18T.

Perubahan lain dibandingkan An-124 adalah segmen roda pendarat utama di setiap sisi yang mencapai tujuh roda dari lima pada An-124, plus ekor dengan sirip ganda agar pesawat tetap stabil saat membawa Buran di punggungnya.

Dengan segenap perubahan tersebut, An-225 dapat terbang dengan MTOW (Maximum Take Off & Weight) mencapai 640 ton, dengan kargo yang dapat diangkut sebesar 250 ton sejauh 4.000 km dengan bahan bakar kapasitas penuh.

Jika diterjemahkan, pesawat ini dapat mengangkut empat MBT (Main Battle Tank) sekelas T-72/ ZTZ-99 atau enam ranpur sekaligus, atau sampai 600 prajurit bersenjata lengkap dalam sekali jalan saja.

Saat ini hanya ada dua unit An-225 yang operasional. Satu dioperasikan Volga Dnepr yang juga mengoperasikan armada An-124, dan yang lain teronggok di hangar Antonov, yang kemudian dibeli Tiongkok.

An-225 tercatat pernah mengangkut 216.000 paket makanan siap saji dalam sekali jalan bagi para pasukan Amerika yang siap melancarkan operasi Enduring Freedom pada 2002.

Kelemahan An-225 hanya satu: pesawat ini butuh landasan sepanjang 3.500 meter untuk lepas landas dan mendarat karena tidak dilengkapi thrust reverser.

Pertanyaan berikutnya, kenapa Tiongkok mau membeli An-225 kedua yang masih setengah jadi itu?

Jawabannya mungkin dapat dilihat dari transport gap yang diderita PLAAF atau Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat.

Dengan pembangunan militer yang terus menggeliat, Tiongkok membutuhkan kemampuan proyeksi kekuatan, yang saat ini masih lemah pada sektor udara.

Armada pesawat angkut PLAAF saat ini masih bersandar pada Shaanxi Y-8, yang merupakan kopian dari pesawat angkut taktis An-12 Cub.

An-12, walaupun terkenal bandel, ukurannya terlalu kecil untuk dapat memindahkan pasukan dengan kekuatan satu Brigade penuh.

Pesawat angkut berat Xian Y-20 Kunpeng masih tengah dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan, sementara untuk sektor pesawat angkut strategis, PLAAF sama sekali belum memilikinya.

Mudah diduga, Tiongkok membutuhkan pesawat angkut strategis untuk memberinya kemampuan angkut reaksi cepat, menggerakkan logistik, pasukan, dan persenjataan ke pulau-pulau buatannya di Laut Cina Selatan.

Penggunaan pesawat angkut strategis seperti An-225 akan memberikan fleksibilitas dan kecepatan untuk mengirimkan apapun yang diperlukan untuk memperkuat pertahanan gugus karang yang didudukinya.

Tiongkok sudah pasti membutuhkan kemampuan tersebut karena aksi klaim kewilayahan sepihak setelah melemparkan wacana Nine Dash Line yang membuat negara-negara di Asia Tenggara meradang.

Untuk setiap gugus karang di wilayah yang diklaimnya, Tiongkokmembangun fasilitas komplit termasuk instalasi radar, sistem pertahanan udara, dan tentu saja landasan.

Sebagai contoh, landas pacu yang dibangun di gugus karang Fiery Cross memiliki panjang 3.300 meter, kurang lebih memadai untuk pendaratan An-225 Mriya.

Selain Fiery Cross, Tiongkok juga membangun landas pacu serupa di Subi Reef, dengan panjang kurang-lebih 2.500-3.300 meter berdasar estimasi foto satelit.

Walaupun keberadaan landas pacu ini diklaim Tiongkok untuk mendukung pariwisata, pertanyaan berikutnya adalah; siapa yang mau datang untuk jalan-jalan ke gugus karang di tengah samudera, di tempat yang antah berantah? Sumber: Tribunnews.com

Selasa, 13 September 2016

Militer Filipina Sambut Idul Adha

ZAMBOANGA CITY -- Komandan Angkatan Bersenjata Gabungan Sulu, BrigjendArnel dela Vega, Ahad (11/9), menyerukan tentaranya memahami dan menghormati agama dan budaya Moro. Komisi Nasional Muslim Filipina mengklaim, 11 persen dari total penduduk Filipina beragama Islam dan tinggal di kawasan tersebut. 



"Kami mengucapkan selamat Idul Adha dengan tulus dan damai, dan kami mengajak masyarakat Sulu untuk bekerja sama, terus memastikan keselamatan semua anggota masyarakat," katanya.

Hal ini juga diamini Gubernur Wilayah Otonomi Muslim Mindanao (ARMM), Mujiv Hataman. Ia menyerukan gencatan senjata intensif yang dilakukan selama dua pekan terakhir di Provinsi Sulu dan Basilan dapat dihentikan untuk sementara. Dengan begitu, umat Islam dapat kembali ke rumah masing-masing dan melakukan perayaan.

Mujiv mengutuk keras kelompok-kelompok militan, seperti Abu Sayyaf. "Mereka menghancurkan makna sebenarnya dari Islam. Mereka adalah pengkhianat iman kita. Mereka palsu. Kita tidak diajarkan membunuh orang yang tidak bersalah dan menculik orang untuk mendapatkan uang," ujar Hataman.

Media Asia-Pacific (AA) melaporkan, ada 20 ribu orang mengungsi di Sulu dan Basilan. Konsentrasi terbesar ada di kota Patikul, di mana pertempuran sengit terjadi antara kelompok Abu Sayyaf dan pasukan pemerintah Filipina.

Presiden Rodrigo Duterte menyatakan 12 September sebagai hari libur nasional untuk memperingati Idul Adha. Ia berjanji akan menghancurkan kelompok Abu Sayyaf. Mereka telah memenggal banyak sandera dan mengaku bertanggung jawab atas ledakan yang menewaskan 14 orang di Davao City, kota tempat Duterte menjabat wali kota.

Juru bicara Pasukan Mindanao Barat (WestMinCom) Maj Filemon Tan Jr Mengatakan, pesan itu merupakan wujud solidaritas. Beberapa umat Muslim terpaksa merayakan Idul Adha di rumah sakit yang dibangun di dalam Camp Bautista, Jolo, Provinsi Sulu.

"Unit baru rumah sakit ini diharapkan dapat meningkaykan kelangsungan hidup tentara yang terluka dan memperluas perawatan medis yang bisa diberikan kepada prajurit dan keluarga mereka, sementara ditempatkan di Sulu," kata Filemon.

Sejak 26 Agustus, pasukan pemerintah melakukan gencatan senjata secara intensif di Sulu dan Basilan. Pekan lalu, angkatan laut dikerahkan ke daerah tersebut untuk memblokade para militan. Menurut Tan, 18 tentara terluka dan 28 orang luka-luka dalam serangan tersebut. Di kubu Abu Sayyaf, 59 orang dikabarkan tewas dan puluhan terluka. Sumber: Republika

Sabtu, 03 September 2016

Pengamat : Bagaimanapun, Intelijen Itu Harus dari Militer

JAKARTA, - Pengamat pertahanan dan intelejen Connie Rahakundini berpendapat bahwa Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) harus dijabat oleh seseorang berlatar belakang militer.

Pendapat tersebut menyusul keputusan Presiden Joko Widodo yang menunjuk Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan menjadi Kepala BIN menggantikan Letnan Jenderal (Purn) Sutiyoso.



"Melihat sejarahnya, bagaimanapun intelejen itu harus dari militer," ujar Connie dalam sebuah diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/9/2016).

Alasan pertama, institusi Polri telah mempunyai wewenang luar biasa di bidang intelijen. Apalagi, personel Polri juga sudah diberikan wewenang melakukan penindakan.

"Fungsi Polisi di Indonesia itu sudah paling hebat di dunia. Sudah menguasai dari Turki sampai London," ujar Connie.

Maka dari itu, seseorang berlatar belakang Polisi yang jadi Kepala BIN malah dikhawatirkan akan berdampak tumpang tindih dengan fungsi-fungsi intelejen yang sudah melekat pada Polisi sendiri.

Alasan kedua, TNI dinilai lebih memiliki jaringan intelijen yang lebih luas dibandingkan institusi Polri. Skalanya pun internasional. Oleh sebab itu, sosok militer dianggap akan lebih mampu menggerakkan jaringan-jaringan itu.

"TNI itu punya atase pertahanan, ada di luar negeri. Jadi ya bukan hanya pengalaman, tetapi juga bagimana juga memiliki jaringan dan membuka jaringan. Di situ kuncinya," ujar Connie.

"Anda boleh sehebat apapun dan bagaimanapun, tetapi kalau enggak punya jaringan, apalagi jaringan di luar negeri, forget it. Berarti anda enggaka akan jalan," lanjut dia.


Presiden Joko Widodo menunjuk Budi sebagai Kepala BIN. Surat penunjukan Budi telah dikirim ke DPR RI, Jumat (2/9/2016) pagi. Pemerintah pun berharap, parlemen segera memprosesnya.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, jika proses fit and proper test Budi di DPR RI berlangsung mulus, maka pria yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Kepala Polri itu akan dilantik tepat setelah kepulangan Presiden Jokowi dari rangkaian kunjungan kerja di Tiongkok dan Laos.

"Mudah-mudahan dalam fit and proper test di DPR tidak ada permasalahan sehingga dengan demikian kalau memang semuanya berjalan lancar, maka setelah kembali dari acara G20 dan KTT ASEAN, Presiden akan segera melantik (Budi) menjadi Kepala BIN," ujar Pramono di Hangzhou, Republik Rakyat Tiongkok, Jumat sore waktu setempat.

Pramono menjelaskan, surat penunjukan Budi Gunawan menjadi Kepala BIN menggantikan Sutiyoso itu ditandatangani Presiden Jokowi pada Kamis (1/9/2016) lalu. Saat itu, Budi dan Sutiyoso sama-sama dipanggil ke Istana. Sumber: KOMPAS.com