Tampilkan postingan dengan label Kopassus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kopassus. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Juni 2016

Kopassus Membentuk Batalyon Baru

Kopassus menambah jumlah pasukannya dengan pembentukan Batalyon 14 Grup-1, ”Bhadrika Sena Baladhika” dengan Komandan Batalyon Mayor Inf. I Made Putra Suhartawan. Peresmian Batalyon 14 Grup-1 Kopassus ini dilakukan oleh Danjen Kopassus Mayjen TNI M.Herindra di Stadion Untung Suntoro, Kemang, Bogor, Jawa Barat (30/12/2015).



Batalyon 14 Grup 1 Kopassus memiliki sesanti ”Bhadrika Sena Baladhika” yang bermakna wadah prajurit pilihan yang gagah berani. Menurut Danjen Kopassus, hal itu merupakan doa sekaligus kebanggaan bagi prajurit yang terpilih sebagai bagian dari Batalyon 14 Grup 1 Kopassus. “Jadikan ini sebagai cambuk pemicu semangat untuk menjadi yang terbaik”, ujar Danjen Kopassus.




Danjen Kopassus meminta prajurit Batalyon 14 Grup 1 Kopassus, dapat mengasah kemampuan keprajuritan dengan berlatih, berlatih dan berlatih, sesuai harapan pimpinan Angkatan Darat bahwa prajurit Kopassus adalah petarung yang hebat, berdisiplin tinggi, jago perang, jago tembak, jago beladiri dan memiliki fisik yang prima.

Turut hadir dalam peresmian itu, para Asisten Danjen Kopasus, Komandan Satuan Kopassus dan pimpinan Muspida Bogor.

Sumber : kopassus.mil.id

Baca:

Kisah Kapten Kopassus ancam tempeleng voorijder arogan

Rabu, 20 April 2016

Pindad Komodo Halilintar 4×4: Rantis Spesialis Pendobrak Sat-81/Gultor Kopassus

Urusan dobrak mendobrak memang jadi santapan pasukan penyerbu, untuk itu bekal rantis yang jadi tunggangan harus punya kelincahan tinggi dan dilengkapi elemen pelindung yang memadai. Untuk urusan satu ini, Sat-81/Gultor Kopassus memang rajanya, selain menggunakan rantis P1 Pakci, pasukan baret merah ini juga mengadopsi rantis Halilintar buatan PT Pindad.


Halilintar dengan penggerak 4×4 masuk dalam keluarga rantis Komodo. Hanya saja, Halilintar punya perbedaan ‘prinsip’ rancangan dengan Komodo Intai 4×4 yang dipakai Yonif Mekanis 203/AK. Halilintar dari segi tampilan lebih panjang, karena berlaku juga sebagai APC (Armoured Personnel Carrier) yang mampu dimuati delapan pasukan bersenjata lengkap. Namun, lain dari itu, Komodo Halilintar menganut model monokok (tanpa sasis), beda dengan Komodo Intai 4×4 yang mencomot sasis rantis asal Perancis Renault Sherpa. Masuk ke dalam unit Kopassus, Komodo Halilintar juga mengalami perkuatan pada kaki-kakinya.

Sosok rantis ini cukup sering ditampilkan dalam beragam perhelatan, Sat-81/Gultor menjadikan Komodo Halilintar sebagai salah satu andalan kendaraan serbu untuk perang urban. Sebagai rantis pendobrak, Halilintar punya alat pendobrak (battering ram), ciri khasnya Halilintar dibekali bumper masif berbentuk segitiga sebagai pendobrak rintangan atau dinding tanpa tulang setebal 30 cm.

Guna menghantarkan pasukan khusus ke hotspot, rantis ini dilengkapi fasilitas tangga lipat di atas untuk penyerbuan gedung atau di pesawat. Keberadaan fasilitas tangga lipat ini mengingatkan pada rantis Oka 4×4 Assault Ladder yang juga dipakai Sat-81/Gultor. Hebatnya tangga lipat ini dapat digelar dalam kondisi kendaraan sedang melaju dengan lima personel siap tempur.

Komodo Halilintar dapat mengangkut delapan personel bersenjata lengkap, posisi duduk awak saling berhadapan ditambah dua kursi di ruang kemudi. Sementara di atas atas (roof hatch) depan terdapat dudukan senjata untuk senapan mesin atau pelontar granat otomatis. Sebagai rantis untuk misi kombatan, Komodo Halilintar tak lupa dibekali pelontar granat asap, masing-masing empat buah pada sisi kiri dan kanan depan.

Hadir untuk kebutuhan Kopassus, Komodo Halilintar disokong perangkat canggih seperti kamera pendeteksi panas (thermal camera) untuk mendeteksi gerakan berdasarkan suhu tubuh dan sumber panas. Juga ada kamera night vision untuk operasi senyap dalam pekatnya malam. Bergaya ala APC, Halilintar dilengkapi empat kamera intai CCTV, sehingga komandan mampu melihat situasi sekitar tanpa perlu turun dari kendaraan.

Baca: BANGGA!! Mobil Militer Tangguh Dari Indonesia Ini Paling Diincar Di Dunia

Untuk perlindungan, sekujur bodi Komodo Intai sanggup menahan terjangan proyektil 7,62 mm (STANAG III). Bahkan lapisan baja dapat diperkuat dengan sistem add on keramik lapis baja. Sementara untuk lapisan kaca, punya ketebalan 38 mm, dibuat standar dengan mampu menahan proyektil 7,62 mm.

Sebagai kelengkapan standar, Komodo Intai dilengkapi winch dengan kemampuan tarik 2 ton. Lainnya ada pioneer set, alat pemadam kebakaran, penyejuk udara, tookit , sampai jaring kamuflase. Sebagai fitur tambahan, ada perangkat komunikasi AM, FM Radio dan Intercom Set ; 2x12V-100 Amp baterai) , GPS, dan NVG. Untuk persenjataan, bila pilihannya senapan mesin GPMG kaliber 7,62 mm, maka dapat disokong teknologi RCWS ( Remote Control Weapon System). (Gilang Perdana)

Spesifikasi Pindad Komodo Halilintar 4×4:
– Konfigurasi: 4×4
– Dimensi: 5,4x 2,2 x 2,1 meter
– Wheelbase: 3.540 mm
– Berat kosong: 7.500 kg
– Berat penuh: 9.000 kg
– Ground clearance: 375 mm
– Mesin: Diesel Sherpa MD-5 Euro 3 dengan empat silinder Turbo Charge Inter Cooler
– Transmisi: Allison S2500 automatic – 5 forward/1 reserve
– Pendingin mesin: Hydraulic Drive Cooling Fan
– Jenis ban: Runflat 13R 22.5
– Brake system: Hyrdopneumatic Control Disk Brake
– Kecepatan maks: 100 km per jam
– Radius putar: 7 meter
– Kapasitas bahan bakar: 165 liter
– Jarak jelajah maks: 450 km
Sumber: Indomiliter.com

Selasa, 19 April 2016

Panglima TNI: Kopassus Itu Ibarat Angin

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat itu ibarat angin. Bisa dirasakan sejuknya. Bisa dirasakan panasnya. Tetapi, tidak diketahui bentuknya seperti apa.

Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kepada pers pada acara Peringatan HUT ke-64 Kopassus di Markas Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (16/04).

Panglima TNI: Kopassus Itu Ibarat Angin


Gatot mengatakan, diusianya yang ke 64 tahun, tugas Kopassus adalah berlatih dan berlatih untuk siap melaksanakan tugas-tugas khusus yang tidak boleh gagal.

Seperti angin, ujar Panglima TNI. tidak ada tempat untuk bisa bersembunyi dari Kopassus. Selama masih ada angin, prajurit Kopassus bisa masuk dan keluar tanpa terlihat. Makanya, tugas mereka hanya berlatih, berlatih dan berlatih.

““Kopassus tidak perlu dipuji, mati tanpa Pusara dan prestasi tanpa pujian, karena mereka memang dibentuk prajurit-prajurit yang siap melaksanakan tugas,” ujar Panglima TNI.

Baca: Kopassus Tak Gentar dengan Kemampuan Militer Abu Sayyaf

Dikatkaan Gatot, sudah banyak prestasi yang ditorehkan oleh Kopassus. Namun, hanya sedikit yang diketahui publik. Hal ini akan terus dilakukan oleh pasukan elite TNI AD. “Jadi jangan berharap Kopassus akan muncul di media," tuturnya.

Gatot mencontohkan, apa yang sudah dilakukan oleh Serka Zulkarnain, prajurit Kopassus yang berhasil melumpuhkan kemauan dan kemampuan tempur musuh. Bahkan, mampu mengajak 10 orang Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua New Gunea (PNG) kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

“Sersan Zulkarnain diberi tumpeng dan duduk bersama-sama saya dan Pak Luhut (Menko Polhukam) karena, Sersan Zulkarnaen melaksanakan tugas tanpa senjata berpakaian preman dan bertugas digaris belakang di Papua. Memang tidak tercatat, tapi nyata telah dilakukan. Itulah Kopassus. tidak perlu dipuji," ujarnya.

Sumber: politikindonesia.com

Minggu, 17 April 2016

Kopassus Tak Gentar dengan Kemampuan Militer Abu Sayyaf

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono, selaku inspektur upacara HUT ke-64 Kopassus, menyatakan bahwa pasukan elite Kopassus selalu siap melakukan operasi pembebasan sandera WNI oleh kelompok Abu Sayyaf. Kopassus, kata dia, selalu siap maju jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

"Pada akhir Maret kita dikejutkan dengan penyanderaan 10 anak buah kapal WNI oleh Abu Sayyaf. Saya apresiasi kecepatan prajurit Kopassus yang dalam waktu singkat siap laksanakan pembebasan sandera meskipun sampai sekarang pemerintah Filipina masih mengambil langkah internal. Namun Kopassus selalu siap maju jika sewaktu-waktu dibutuhkan," kata Mulyono, Sabtu, 16 April 2016.

Kopassus Tak Gentar dengan Kemampuan Militer Abu Sayyaf


Dia berpendapat, gugurnya 18 tentara militer Filipina yang melawan Abu Sayyaf memberi arti bahwa kelompok tersebut memiliki kemampuan yang tak bisa diremehkan. Oleh karena itu, operasi pembebasan lainnya yang pernah dilakukan Kopassus menjadi modal bagi operasi pembebasan sandera Abu Sayyaf.

Baca: Kisah Kopassus TNI Bertempur Dengan 10 Peluru

"Setiap tugas adalah kehormatan bagi Kopassus. Hal ini dipelihara dengan terus berlatih meningkatkan kemampuan setiap prajurit Kopassus. Pada momentum ini (HUT ke-64 Kopassus), saya ingin mengingatkan bahwa sebagai pasukan elite, Kopassus dibentuk untuk menjalani operasi khusus terhadap sasaran strategis terpilih," kata dia.

Mulyono melanjutkan, saat ini Indonesia sadar bahwa sedang menghadapi banyak tantangan dan ancaman kompleks khususnya radikalisme dan terorisme, di samping ancaman bencana alam dan penyakit sosial. Untuk itu, kata dia, harus peningkatan kemampuan militer sangat diperlukan agar semua operasi yang dijalankan berhasil menjaga kedaulatan Indonesia.

"Terima kasih untuk semua prajurit atas berbagai tugas dan prestasi baik tingkat nasional, regional maupun internasional. Semoga reputasi Kopassus yang sudah mendapatkan pengakuan dunia bisa terus dijaga dan ditingkatkan," kata Mulyono. Sumber: Viva.co.id

Jumat, 15 April 2016

Wow 5 Militer Negara ini Ternyata Pernah dilatih Oleh TNI

Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dikatakan punya kemiliteran yang juwara di Asia Tenggara. Bahkan jika dilihat dari peringkat dunianya, kemiliteran Indonesia menempati peringkat 11 dari 126 negara di dunia. 

Wow 5 Militer Negara ini Ternyata Pernah dilatih Oleh TNI


Dan hebatnya lagi , kemiliteran Indonesia pernah menjadi panutan negara lain. Ada beberapa negara yang ternyata pernah di latih oleh TNI. Seperti yang dilansir dari viva.co.id, inilah dia diantaranya : 

1. Negara­Negara Afrika Utara Berguru Kepada Kopassus 

Salah satu milter negara asing yang pernah di latih oleh Indonesia yakni negara Afrika yang dikabarkan telah berguru dengan kopassus. Ko passus merupakan salah satu korps elit terbaik di Indonesia yang punya banyak prestasi baik untuk kompetisi maupun misi­misi.

Sementara kepelatihan Kopassus di negara­negara Afrika Utara ini diketahui banyak memberikan pelajaran soal bertahan hidup, strategi, bela diri, dan tidak tergantung akan peralatan canggih dengan hasil sesuai dengan konsep pelatihan yang ada di Kopassus. 

2. Pasukan Super Elit Kamboja Pun Berguru Kepada Kopassus 

Dengan banyaknya prestasi yang dimiliki Kopassus ini membuat banyak negara asing berminat mengikuti pelatihan Kopassus ini seperti Kamboja. Dalam pelatihan untuk negara Kamboja ini, TNI Indonesia memutuskan untuk mengutus unit elit bernama Batalyon Para­Komando 911.Tentara elit tersebut diketahui sebagai salah satu yang paling gahar di Kamboja. Dan semenjak sering dilatih oleh Kopassus skill mereka naik dengan pesat. 

3. Timor Leste Juga Pernah Meminta Dilatih Indonesia 


Negara Timor Leste juga dikabarkan pernah meminta untuk dilatih TNI Indonesia sejak tahun 2012 lalu . Wakil Panglima militer Timor Leste, Filomeno Da Paixa De Jesus meminta tentara Indonesia untuk bisa melatih tentara­tentaranya. Namun dari pihak TNI sendiri berusaha untuk melakukan bisnis menguntungkan , mereka menyarankan Timor Leste untuk sekalian membeli atribut militer dari Indonesia mulai dari senjata buatan Pindad sampai seragam militer dari Sritex. 

4. Brunai Juga Pernah Dilatih Oleh Kopassus 


Brunei juga dikabarkan telah tertarik untuk merekrut pasukan elit Indonesia sebagai pelatih mereka. Bahkan keahlian menembak yang dimiliki TNI Indonesia ini membuat Brunei berniatmenyewa Kopassus untuk melatih grup tembak mereka yang akan tampil dalam sebuah ajang. 

5. Myanmar Pun Kesengsem Dengan TNI 


Negara Myanmar juga meminta agar militer mereka dilatih oleh Kopassus dari Indonesia. Hal ini diungkapkan dalam ajang Asean Armies Rifle Meet (AARM) di tahun 2014 lalu, dimana TNI bisa mencatatkan rekor kemenangan yang dengan mmemboyong 29 dari 45 medali emas . Sejak itu , TNI juga kebanjiran tawaran melatih di negara­negara tetangga. 
Sumber: PalingSeru.com

Baca juga: Inilah Tujuh Kemampuan Inti PPRC TNI

Kisah Kopassus TNI Bertempur Dengan 10 Peluru

Kisah Kopassus TNI Bertempur Dengan 10 Peluru

Tak selamanya sebuah kemenangan di dalam perang itu diperoleh dengan melalui kekerasan dan juga senjata. Cara-cara yang persuasif dan merangkul pihak lawan justru sangatlah efektif. Jenderal Agum Gumelar pernah mengisahkan penugasannya saat di Timor-Timur tahun antara 1982 hingga 1983. Banyak sekali peristiwa menarik yang dialami oleh Agum sebagai perwira menengah di Kopassus yang saat itu masih memiliki nama Komando Pasukan Sandi Yudha. Inilah kisah kopassus TNI bertempur dengan 10 peluru yang dialami beliau seperti dikutip olah laman merdeka.com :

Pada saat Agum menemui pemimpin Fretilin Vincencio Vieras yang bersarang di Gunung Kablaque. Agum ingin menggunakan cara persuasif mengajak Vincencio untuk meletakan senjata dan kembali ke masyarakat.

Baca: Kisah heroik prajurit Kopassus bertempur bak Film Lone Survivor

Pertemuan ini cukup menegangkan. Vincencio mau ditemui dengan syarat Agum tak membawa pasukan lengkap. Agum setuju, dia hanya membawa 10 prajurit baret merah. Sepanjang perjalanan, mata Agum dan anak buahnya harus ditutup. Kisah ini dituturkan Agum dalam biografinya yang berjudul Jenderal Bersenjata Nurani. Diterbitkan Pustaka Sinar Harapan tahun 2004. Baca juga: Alasan Amerika Takut TNI.

“Saya sudah bersiap untuk kemungkinan terburuk yaitu mati. Tapi saya bilang ke anak buah saya, kalaupun kita harus mati, sebelum itu harus lebih banyak fretilin yang mati,” kata Agum.

Namun tak terjadi hal apapun selama perjalanan. Agum bisa bertemu Vincencio dengan lancar. Dia meminta Fretilin berhenti berperang karena rakyat sudah mulai membangun. Fretilin pun tak lagi dapat dukungan internasional. Upaya persuasif itu tak sia-sia. Banyak anggota gerombolan Fretilin yang kemudian turun gunung dan tak lagi mengangkat senjata. Baca juga: Kopassus vs Tentara Korsel.

Menurut Agum dia diberi tugas mengurangi kekuatan Fretilin di Timor Timur. Ada dua cara yang bisa dilakukan, cari dan bunuh mereka. Atau sadarkan mereka untuk sama-sama membangun.

“Saya pilih cara kedua,” kata Agum.

Tak cuma itu, Agum pun tak mengizinkan anak buahnya membawa senjata, granat dan amunisi yang banyak. Menurutnya hal itu tak berguna dan malah menciptakan kesan menakutkan bagi warga desa. Setiap prajurit hanya dibekali 10 butir peluru. Selesai patroli dicek lagi berapa jumlah peluru yang terpakai. “Karena sebagai pasukan khusus, satu peluru itu ya satu nyawa,” kata Agum.
Sungguh heroic bukan kisah kopassus TNI bertempur dengan 10 peluru yang dialami oleh Agum Gumelar yang juga pernah menjabat sebagai ketua PSSI beberapa tahun silam ini. Semoga menambah kebanggaan bagi bangsa Indonesia dan memotivasi para juniornya saat ini di kopassus agar lebih baik lagi.

Sumber: http://forum.suara.com/

Jumat, 08 April 2016

Kisah heroik prajurit Kopassus bertempur bak Film Lone Survivor

Masih ingat ñlm Lone Survivor yang diilhami operasi Red Wing di Afghanistan? Film ini mengisahkan empat anggota Navy Seal yang sedang mengintai Taliban di Gunung Sawtalo Sar.

Misi gagal karena dipergoki penggembala kambing yang lapor pada Taliban. Akibatnya, pasukan elite Amerika Serikat dikejar 300 orang gerilyawan. Aksi heroik tersebut diingat para personel Navy Seal dengan semboyan Never Forget Operation Red Wing 062805. Nah kisah serupa juga pernah dialami pasukan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang dulu masih bernama Komando Pasukan Sandi Yudha. Peristiwa ituterjadi 9 Januari 1983 saat satu unit pasukan Nanggala berpatroli di KV34-34/Komplek Liasidi, Timor Timur.

Kisah heroik prajurit Kopassus bertempur bak Film Lone Survivor


Komplek Liasidi dianggap rawan karena merupakan konsentrasi pasukan Fretilin yang bersenjata lengkap. Mulai dari senapan serbu, mortir sampai pelontar granat. Benar saja, unit kecil pasukan elite ini kemudian dihadang 300 personel Fretelin di ketinggian. Pertempuran tak seimbang terjadi di pinggir jurang. Satu per satu prajurit Kopasandha tewas diterjang peluru Fretilin.

Komandan Tim Letnan Poniman Dasuki memerintahkan mundur lewat celah bukit. Walau sulit, itu satu-satunya pilihan yang ada. Di saat genting tersebut, Prajurit Satu Suparlan meminta izin komandannya untuk menghadang musuh seorang diri.

Dia mengorbankan diri agar teman-temannya bisa lolos. Suparlan membuang senapan miliknya dan mengambil senapan mesin rekannya yang sudah gugur. Dia berlari maju dan menembaki Fretilin tanpa memperdulikan peluru musuh yang mengoyak tubuhnya. Suparlan sudah bersimbah darah. Peluru senapan mesinnya sudah habis. Tapi dia tak mau menyerah. Dia mencabut pisau komando dari pinggangnya dan memburu musuh. Enam orang berhasil ditewaskan dalam pertarungan maut. Tak terhitung peluru Fretilin yang menembus tubuhnya. Hingga Suparlan jatuh terduduk nyaris kehabisan darah. Pasukan Fretilin mendekati Suparlan yang tak mampu bergerak lagi. Mereka bersiap memberikan eksekusi terakhir. Sebuah tembakan maut di kepala prajurit baret merah tersebut. Setelah puluhan musuh makin mendekat, dengan sisasisa tenaga yang masih dimiliki, Suparlan mencabut pin dua buah granat di kantong celananya. Dia melompat ke arah kerumunan Fretilin dengan granat sambil berteriak keras. "Allahuakbar!!!"

Baca: Kepung Abu Sayyaf, Filipina Terjunkan Tiga Batalion Tentara dan Indonesia Cukup 2 Perwira Kopassus

Sementara itu lima orang pasukan Suparlan yang tersisa telah berada di atas bukit. Mereka menghujani pasukan Fretilin dengan peluru yang tersisa. Untungnya tak lama kemudian, bantuan datang. Tembak menembak terjadi hingga malam hari. Korban berjatuhan dari dua pihak. Tujuh prajurit Kopashanda tewas, sementara di kubu Fretilin 83 personel tewas. Jenazah Suparlan ditemukan dalam kondisi tak utuh.

"Keberanian dan bakti Suparlan membuat negara menganugerahkan kenaikan pangkat luar biasa pada Prajurit Satu Suparlan satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula yaitu Kopral Dua Anumerta," demikian ditulis dalam Majalah Baret Merah edisi Ulang Tahun tahun 2014. Pemerintah juga menganugerahkan Bintang Sakti pada Kopda Suparlan melalui Keppres No 20/TK/TH.1987.

Korps Baret Merah mengabadikan namanya menjadi Lapangan Udara Perintis di Batujajar, Jawa Barat. Rupanya tak cuma pemerintah Indonesia yang menghargai keberanian Suparlan. Komandan Fretilin juga mengirimkan surat pada pasukan Kopasandha. Walau musuh, mereka memuji keberanian dan perlawanan hebat yang diberikan Prajurit Suparlan. Dalam perang, jarang penghormatan seperti ini terjadi. Kecuali untuk para prajurit yang menunjukkan keberanian luar biasa. Sumber: Merdeka.com via analis militer