Tampilkan postingan dengan label Perang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Mei 2017

AS Gelar Latihan Militer, Korut Ancam Perang Nuklir

Pyongyang - Media yang dikendalikan pemerintahan Korea Utara (Korut), Selasa (2/5), mengancam bahwa provokasi yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dengan menggelar latihan militer memicu terjadinya perang nuklir. Salah satu koran Korut bahkan melontarkan ancaman bahwa rezim Kim Jong Un sudah menunggu saat yang tepat untuk mengubah daratan AS menjadi reruntuhan.



"Terkait dengan provokasi militer yang dilakukan AS, yang semakin jelas dari hari ke hari, situasi di semenanjung Korea bakal semakin mendekati perang nuklir," demikian disebutkan media Korut seperti Beritasatu.com kutip dari Reuters, Selasa (2/5).

Ancaman dari Korut tersebut dikemukakan hanya beberapa jam setelah dua pesawat pengebom AS B-1B Lancer terbang untuk melakukan latihan dengan Angkatan Udara Korea Selatan serta Jepang. Pihak Korut menganggap bahwa latihan militer tersebut adalah bentuk provokasi terhadap kedaulatan mereka.

Kendati melontarkan ancaman bakal melepaskan rudal nuklir ke daratan AS, Korut diyakini belum memiliki kemampuan untuk mewujudkannya. Korut memang sudah melakukan serangkaian uji peluncuran misil jarak jauh, tapi misil-misil tersebut diyakini tidak bakal mengancam Amerika Serikat.

Yudo Dahono/YUD

NBC News

Sumber: Beritasatu.com

Minggu, 02 Oktober 2016

Rusia Peringatkan AS Soal Intevensi Militer di Suriah

MOSKOW - Rusia memperingatkan Amerika Serikat (AS) jika negara itu nekat melakukan aksi militer terhadap tentara Suriah. Rusia menyatakan setiap serangan terhadap pasukan pemerintah Suriah akan memiliki dampak di Timur Tengah.



"Intervensi AS terhadap pasukan Suriah akan berdampak buruk sekali, menyebabkan konsekuensi tektonik tidak hanya pada wilayah Suriah tetapi juga secara keseluruhan wilayah," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

Zakharova juga mengatakan bahwa perubahan rezim di Suriah akan menimbulkan kevakuman yang akan cepat diisi oleh kelompok teroris dari semua elemen seperti dikutip dari Time, Minggu (2/10/2016).

Sebelumnya, rekaman pembicaraan Menteri Luar Negeri John Kerry dengan masyarakat Suriah di AS bocor ke media. Dalam rekaman tersebut, Kerry menyatakan AS berniat melakukan aksi militer di Suriah namun digagalkan oleh Kongres.

Ketegangan AS-Rusia atas Suriah telah meningkat sejak runtuhnya kesepakatan gencatan senjata bulan lalu. Kedua belah pihak terlibat saling menyalahkan atas kegagalan itu.

Pasca runtuhnya kesepakatan gencatan senjata, pasukan pemerintah Suriah yang didukung oleh pesawat-pesawat tempur Rusia telah meluncurkan serangan besar pada bagian yang dikuasai pemberontak dari kota utara Aleppo. Sumber Sindownews

Sabtu, 27 Agustus 2016

Panglima TNI: Indonesia Hadapi Perang Tanpa Bentuk



BOGOR, - Indonesia saat ini dihadapkan pada potensi konflik dan perang yang dipicu berbagai persoalan.

Di era perang modern saat ini, proxy war atau perang tanpa bentuk disebut sebagai senjata ampuh melumpuhkan suatu negara.

Dalam kuliah umum di Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/8/2016), Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai proxy war.

Gatot mengatakan, salah satu ancaman proxy war yang dihadapi Indonesia adalah narkoba. Penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu bentuk proxy war yang digunakan oleh pihak asing untuk kepentingannya dalam mengelola sumber daya alam (SDA) Indonesia.

"Narkoba adalah bisnis ilegal yang paling besar di Indonesia. Bisnis ilegal pasti bersentuhan dengan aparat penegak hukum agar mendapat perlindungan. Bisa polisi, bisa TNI, kejaksaan, maupun hakim," ujar Gatot.

Gatot mencontohkan, negara Tiongkok pernah menjadi angkatan perang paling kuat di zamannya, dan bisa dikalahkan karena perang candu. Narkoba pun sekarang sudah menjadi perang candu di Indonesia.

"Nah, Indonesia sedang mengalami hal itu (perang candu) saat ini," kata Gatot.

Lanjutnya, Indonesia adalah negara besar dengan penduduknya yang sangat banyak. Dengan jumlah penduduk yang besar, maka Indonesia menjadi sangat menarik bagi bandar-bandar narkoba untuk menjalankan dan mengedarkan narkoba.

"Dalam proxy war tidak bisa dilihat siapa lawan dan kawan, tetapi perang tersebut dikendalikan oleh negara lain," tuturnya.

Untuk menangkal ancaman tersebut, Indonesia harus menjadi negara agraris, negara maritim, dan negara industri. Indonesia juga harus didukung oleh generasi muda yang menjadi agen perubahan dan pemersatu bangsa.

"Kalau mulai sekarang kita tidak berhati-hati dan bersatu, maka tunggu ancamannya, sehingga mari kita bersatu dalam mencegah perang agar tidak lagi mengancam Indonesia," tutupnya. Sumber: KOMPAS.com

Minggu, 19 Juni 2016

Arab Saudi Kembali Serukan Serangan Militer Melawan Rezim Bashar al-Assad

Arab Saudi kembali menegaskan seruannya untuk melancarkan serangan udara yang menargetkan rezim Bashar al-Assad di Suriah, setelah sejumlah diplomat Amerika Serikat (AS) menentang usulan Gedung Putih untuk melakukan tindakan lebih tegas.



Berbicara di hadapan wartawan setelah menghadiri pembicaraan di Gedung Putih, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir, pada Jumat (17/06) waktu setempat mengatakan, kerajaan itu sudah lama mendesak Washington untuk memimpin response militer untuk melemahkan kontrol Assad.

Di Kedutaan Besar Arab Saudi, Jubeir menungkapkan bahwa sejak awal krisis, Riyadh sudah mendorong kebijakan yang lebih tegas, termasuk serangan udara, zona aman, zona dilarang terbang dan zona dilarang keluar.

Dia mengungkapkan Arab Saudi ingin mempersenjatai oposisi moderat Suriah dengan rudal darat ke udara dan kembali mengulangi tawaran untuk mengerahkan pasukan khusus Saudi dalam operasi pimpinan AS.

Pandangan Riyadh ini bukan sesuatu yang baru: Pejabat Saudi diam-diam sudah lama mengkritik pendekatan hati-hati Presiden AS Barack Obama untuk konflik lima tahun di Suriah.

Pernyataan Jubeir disampaikan setelah Kementerian Luar Negeri AS terpaksa mengonfirmasi bahwa banyak dari diplomatnya sendiri menentang tindakan lebih tegas di Suriah.

Obama enggan melibatkan pasukan AS dalam konflik Timur Tengah lainnya, dan banyak pihak di Washington khawatir bahwa senjata yang dikirimkan untuk pemberontak yang memerangi Assad bisa jatuh ke tangan ekstremis.

(ant/adi)

Sumber: http://www.covesia.com/berita/25381/arab-saudi-kembali-serukan-serangan-militer-melawan-rezim-bashar-al-assad.html

Rabu, 04 Mei 2016

Tentara Zionis yang Ikut Perang Gaza Alami Gangguan Mental

Nazaret (SI Online) - Dampak perang yang dilancarkan penjajah Zionis ke Jalur Gaza pada musim panas tahun 2014 lalu, masih menghantui sebagian tentara penjajah Zionis yang ikut dalam agresi tersebut. Demikian dikabarkan Pusat Informasi Palestina, Selasa (3/5/2016).

Menurut laporan media Zionis Yedeot Aharonot, Tentara Zionis Ariel Ben-Meir yang ikut bertempur dalam perang ke Gaza terakhir, mengalami gangguan dan masalah mental.



Menurut Yedeot Aharonot, Ariel menuduh pemerintah entitas Zionis dan militer Zionis menelantarkan para tentara dan membuat mereka menderita sakit mental.

Dia juga menuduh para pejabat pemerintah Zionis hanya menyeret militer ke dalam perang demi nafsu politik. Menurutnya, perang yang dilakukan Israel sama sekali tidak memiliki tujuan. Namun hanya dilakukan untuk melakukan perang padahal mereka tahu kalau kerugian yang akan dialami sangat besar.

Yedeot Aharonot menyebut bahwa Ariel menderita “kesendirian”, kecanduan ganja, tidak pernah meninggalkan mobil yang sudah menjadi rumahnya, tidur di jok mobil belakang. Dia mengatakan, “Ratusan tentara tidak menemukan waktu istirahat sejak berakhir perang.”

Baca: Biadab!! Tentara Israel Tembak Pria Palestina yang Tergeletak

Dia menambahkan, “Kondisi kami bertambah buruk. Perang ini telah mengkibatkan banyak sakali korban yang sampai saat ini lukanya belum sembuh. Apa yang diberikan militer kepada saya setelah saya meninggalkan militer saya gunakan untuk berobat.”

Perang Gaza yang berlangsung selama 51 hari, berakhir dengan perjanjian gencatan senjata antara perlawanan Palestina dan penjajah Zionis pada 26 Agustus 2014, dimulai dengan agresi sengit yang dilancarkan pasukan penjajah Zionis dan mendapatkan perlawanan sengit pula dari para pejuang Palestina khususnya Brigade al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas, dengan melakukan aksi-aksi spektakuler di belakang garis musuh, sehingga mengakibatkan kerugian besar pada pihak Zionis dan menciptakan horor dan ketakutan di kalangan tentara Zionis.

Sebelumnya surat kabar Zionis Yasrael Hayom, tahun lalu, mengungkapkan bahwa sekitar seperempat tentara Zionis yang ikut dalam perang Gaza menderita trauma psikologis.
Berdasarkan penelitian, ungkap surat kabar Zionis ini, seperempat tentara menderita trauma psikologis berat akibat dampak perang. Ide bunuh diri di kalangan para tentara yang menderita “trauma perang” dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan tentara yang tidak mengalami trauma. Sumber: Suara-Islam.com

Sabtu, 23 April 2016

Pasukan Rusia di Suriah Tembaki Pesawat Militer Israel

Pasukan Rusia di Suriah menembaki pesawat militer Israel. Demikian laporan media Israel, Yedioth Ahronoth, Jumat (22/4/2016).

Penembakan itu setidaknya terjadi dua kali. Namun, tidak dirinci tanggal dan lokasi penembakan, termasuk apakah pesawat militer Israel terkena tembakan atau tidak.

Pasukan Rusia di Suriah Tembaki Pesawat Militer Israel


Rusia telah melakukan intervensi militer di Suriah sejak September 2015 atas permintaan Presiden Suriah Bashar Al-Assad. Kehadiran militer Moskow untuk menopang rezim Damaskus yang hampir tumbang setelah terlibat perang sipil selam lima tahun terakhir.

Secara terpisah, stasiun televisi Israel, Channel 10, melaporkan, pesawat tempur Rusiamendekati pesawat tempur Israel di lepas pantai Mediterania, di Suriah pada Rabu sore. Tapi, tidak ada kontak antara kedua pihak.

Baca: Rusia Uji Coba Satelit Peringatan Rudal Balistik Generasi Baru

Seorang jurubicara militer Israel menolak berkomentar. Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta Kedutaan Besar Rusia di Israel juga tidak segeramenanggapi laporan itu.

Israel sendiri telah berulang kali mengebom wilayah Suriah yang diduga menjadi jalur penerimaan senjata gerilyawan Hizbullah Libanon. Namun, setiap beraksi Israel segera menyiapkan operasional hotline dengan Moskow untuk menghindari insiden dan campur tangan pasukan Rusia yang bertugas di Suriah.

Netanyahu yang mengunjungi Presiden Vladimir Putin di Moskow pada hari Kamis,menekankan tujuannya menjalin kontak dengan Rusia agar tidak terjadi insiden antara Rusia dan Israel di Suriah.

“Saya datang ke sini dengan salah satu tujuan utama, untuk memperkuat koordinasi keamanan di antara kami, untuk menghindari kecelakaan, kesalahpahaman dan konfrontasi yang tidak perlu,” kata Netanyahu.

Putin juga memaklumi kekhawatiran Israel itu.”Saya pikir ada alasan yang bisa dimengerti untuk kontak intensif (dengan Israel) ini, mengingat situasi yang rumit di wilayah tersebut,” kata Putin.

Sumber: http://international.sindonews.com/read/1103129/43/pasukan-rusia-di-suriah-tembaki-pesawat-militer-israel-1461306578

Militer AS Tak Siap Berperang dengan Empat Negara Ini

Washington- Pemimpin militerAmerika Serikatmembuat pengakuan mengejutkan dengan mengatakan Amerikasaat ini tidak siap berperang melawan negara-negara yang dianggap kuat di dunia.

Mark Milley, Kepala Staf Umum Angkatan Darat Amerika, mengungkapkan ketidaksiapan itu di hadapan Dewan Komite Angkatan Bersenjata pada Kamis, 17 Maret 2016. "Saya sangat prihatin tentang kesiapan pasukan untuk menghadapi perang berkekuatan besar melawan Cina,Rusia,Iran, atau Korea Utara," katanya.



Selain Milley, Sekretaris Angkatan Udara Deborah James mengkritik besarnya anggaran fiskal untuk militer pada 2017, dan di saat yang sama jumlah tentara terus dikurangi. James mengatakan setengah dari pasukan tempurnya tidak cukup siap untuk melawan negara seperti Rusia.

"Uang berguna untuk kesiapan, tapi membebaskan orang-orang kita untuk berjuang dan melakukan pelatihan adalah sama pentingnya," kata James.

Baca: Perkembangan Militer Rusia Bikin AS Terkejut

Seperti dikutip dari lamanMirror.co.uk, belanja militer Amerika telah meningkat tajam sejak serangan teror 9/11. Negara itu dipercaya memiliki anggaran militer terbesar di dunia. Terbaru, pasukan militer telah meminta anggaran sebesar US$ 148 miliar pada 2017, meningkat dari anggaran pada 2016 sebesar $ 146,9 miliar. Adapun Angkatan Darat akan mengurangi pasukan,yang akan turun ke 460 ribu tentara aktif pada 2017 dari saat ini 475 ribu personel.

Keprihatinan atas Rusia lebih tegas disorot oleh Jenderal Philip Breedlove, Komandan tertinggi NATO dan kepala Komando Eropa Amerika. Dia mengakui Rusia dapat menimbulkan ancaman eksistensial jangka panjang untukAmerika.

Sumber : fb berita perkembangan militer indonesia dan dunia