Tampilkan postingan dengan label Kopaskhas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kopaskhas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Agustus 2016

Doktrin Operasi Udara TNI AU Dalam Menjaga Keutuhan Teritori NKRI


Dalam menjaga dan melindungi Negara Kesatuan RepublikIndonesia (NKRI), TNI Angkatan Udara (AU) memiliki doktrin tersendiri dalam melakukan serangan udara untuk memukul mundur pihak lawan. Dalam kurun waktu tertentu akan dilakukan latihan uji Doktrin Operasi Udara TNI AU untuk membentuk postur TNI AU yang profesional. Berikut merupakan lima Doktrin Operasi Udara TNI AU dalam rangka menjaga keutuhan teritori NKRI. Pertama, Operasi Pertahanan Udara (Opshanud).

Opshanud merupakan operasi untuk menegakkan hukum dan menjaga keamanan wilayah udara yuridiksi nasional yang berdasarkan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah disahkan. Opshanud terdiri dari dua kegiatan, yakni hanud aktif dan hanud pasif.

Hanud aktif merupakan operasi yang secara langsung menghadapi penyerangan udara yang pengamatan udara dan penindakan sasaran udara. Sementara hanud pasif merupakan operasi yang secara langsung menghadapi unsur penyerangan udara, kegiatan pencegahan dan penanggulangan akibat serangan udara.

Kedua, Operasi Serangan Udara strategis (OSUS). OSUS merupakan operasi yang ditujukan untuk mengamati, mengidentifikasi, menyerang dan menghancurkan sasaran- sasaran bernilai strategis ( centre of gravity). Operasi ini memiliki dampak untuk menetralisasi kemampuan dan
motivasi perang musuh dalam perang. OSUS terdiri dari tiga kegiatan, yaitu pengintaian udara, penyerangan udara terhadap sasaran yang bernilai strategis, dan perlindungan udara dalam rangka melindungi pesawat penyerang agar terhindar dari serangan udara pihak lawan.

Ketiga, Operasi Lawan Udara Ofensif (OLUO). OLUO merupakan operasi yang ditujukan untuk menghancurkan ataupun menetralisasi kekuatan udara musuh demi mendapatkan keunggulan udara atas musuh. Dengan operasi ini, operasi darat, laut, dan udara yang dilakukan satuan lain dapat terlaksana tanpa adanya gangguan dan ancaman dari kekuatan udara musuh.

Sumber: Facebook Zona Militer Dunia

Sabtu, 23 Januari 2016

Yuk Mengenal Lebih Dekat KOPASKHAS TNI AU

Satu satunya pasukan dengan kualifikasi Korps Pasukan Khas TNI-AU di Asia dan terlengkap di dunia. Paskhas merupakan satuan tempur darat berkemampuan tiga matra, yaitu udara, laut, darat. Setiap prajurit Paskhas diharuskan minimal memiliki kualifikasi para-komando (parako) untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional, kemudian ditambahkan kemampuan khusus kematraudaraan sesuai dengan spesialisasinya. sebagai satuan tempur negara, yang membedakan dari Komando elit samping fungsi Paskhas adalah pasukan pemukul NKRI yang siap diterjunkan disegala medan baik hutan, kota, rawa, sungai, laut untuk menumpas semua musuh yang melawan NKRI.

Yuk Mengenal Lebih Dekat KOPASKHAS TNI AU


Paskhas mempunyai Ciri Khas tugas tambahan yang tidak dimiliki oleh pasukan lain yaitu Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan (OP3UD) yaitu merebut dan mempertahankan pangkalan dan untuk selanjutnya menyiapkan pendaratan pesawat dan penerjunan pasukan kawan. Inilah ke-KHAS-an Para Komando.

Sebelumnya Baca Juga : Inilah 5 Pasukan Elit TNI Terbaik Dunia Yang Selama Ini Jarang Terekspos Media

Slo gan Karmaye Vadikaraste Mafalesu Kadacana, “Kerjakanlah Tugasmu Dengan Rasa Tanggung Jawab tanpa menghitung-hitung Untung Rugi, Tampa Tanya-tanya Apa Nanti Akibatnya”.

SATUAN BRAVO '90/AT

Satuan Bravo 90 adalah pengembangan dari Detasemen Bravo 90 (disingkat Den Bravo-90) adalah pasukan khusus anti teror Indonesia dengan kemampuan khusus yang di bentuk di lingkungan Korps Pasukan Khas TNI-AU pada tahun 1990, Bravo berarti yang terbaik.

Konsep pembentukannya merujuk kepada pemikiran Jenderal Guilio Douchet: Lebih mudah dan lebih efektif menghancurkan kekuatan udara lawan dengan cara menghancurAnggotanya diseleksi dari siswa terbaik peringkat 1-40 lulusan sekolah komando Paskhas dan personel aktif di Wing/Resimen/Batalyon/Detasemen.

Semua diseleksi ketat mulai dari IQ, kesemaptaan, keahlian spesialisasi militer yang dibutuhkan serta kesehatan. Semua dengan asistensi lembaga TNI-AU yang berkompeten dengan bidang masing – masing. Detasemen Penanggulangan Teror “ala” Pasukan khusus TNI-AU ini tak main – main. Peluru tajam digunakan dalam latihan tahap akhir. Alhasil para calon Bravo juga penuh perhitungan, cermat, cepat sekaligus tepat dalam bertindak. Bertempur total dan habis – habisan. Itulah kesimpulan akhir pendidikan Bravo.

Yuk Mengenal Lebih Dekat KOPASKHAS TNI AU
Mereka tercetak menjadi prajurit elit Paskhas yang siap diterjunkan di mana saja baik di Luar Negeri maupun di seluruh Indonesia. Setelah lulus, para personel Bravo muda ini berhak atas brevet bravo, lambang, Call Sign dan perlengkapan tempur standard Bravo lainnya. Mereka juga dibagi ke dalam 3 tim Alfa dan Tim Ban Nik. Bagi para personel Bravo yang telah dianggap senior, bisa dipindahkan ke Tim khusus yang tak lain “berisi” prajurit Bravo berkemampuan di luar matra udara yaitu Frogmens yang mampu melakukan infiltrasi lewat laut, Selam Tempur, UDT, EOD, Zeni Demolisi, Penerbangan, elektronika dll.

Pasukan dengan baret berwarna jingga ini adalah satu satunya pasukan dengan kualifikasi Korps Pasukan Khas TNI-AU di Asia dan terlengkap di dunia. Angkatan Udara USA juga memiliki pasukan serupa dalam beberapa satuan yakni US Air Force Control Combat Team, US Air Force Pararescue, dan US Air Force Airkan pangkalan/instalasi serta alutsista-nya di darat daripada harus bertempur di udara. Moto: Catya Wihikan Awacyama Kapala artinya Setia, Terampil, Berhasil.

Baca Juga : Yuk Mengenal Lebih Dekat Pasukan Khusus TNI-AL DENJAKA yang Melebihi Kemampuan KOPASSUS
 Sumber: http://www.slideshare.net/bebetdarmawannawayaksa9

Jumat, 22 Januari 2016

Inilah 5 Pasukan Elit TNI Terbaik Dunia Yang Selama Ini Jarang Terekspos Media

Kalau selama ini  memang hanya terekspos hanyalah Kopassus dari TNI AD yang sering familiar ditelinga kita, tapi ternyata Indonesia memiliki 5 Pasukan Elit TNI yang terbaik dunia. Yaitu;

Inilah 5 Pasukan Elit TNI Terbaik Dunia Yang Selama Ini Jarang Terekspos Media


1. DENBRAVO-90 : (1 Prajurit DENBRAVO-90 = 5 Prajurit TNI) 
2. KOPASSUS : (1 Prajurit KOPASSUS = 8 Prajurit TNI)
3. KOPASKA : (1 Prajurit KOPASKA = 24 Prajurit TNI)
4. YONTAIFIB : (1 Prajurit YONTAIFIB = 24 Prajurit TNI)
5. DENJAKA : (1 Prajurit DENJAKA = 120 Prajurit TNI)

TNI Terdiri dari 3 angkatan (matra) yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Kebanyakan yang orang tau hanya KOPASSUS pasukan terbaik yang milik TNI, dan menduduki peringkat ke-3 pasukan terbaik di dunia menurut penilaian Discovery channel military edition 2008.

Jumlah pasukan elite yang dimiliki TNI memang jarang di expose dan tidak banyak yang mengetahui, karena pasukan ini memiliki tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi. Penggunaan special force tersebut digunakan untuk tugas-tugas rahasia pemerintah. Berikut 5 daftar Pasukan-pasukan Khusus terbaik yang dimikili TNI saat ini :

1. DENBRAVO-90
(1 Prajurit DENBRAVO-90 = 5 Prajurit TNI)



Detasemen Bravo 90 (disingkat DENBRAVO-90) dibentuk secara terbatas di lingkungan Korps Pasukan Khas TNI-AU pada 1990, Bravo berarti yang terbaik. Konsep pembentukannya merujuk kepada pemikiran Jenderal Guilio Douchet : Lebih mudah dan lebih efektif menghancurkan kekuatan udara lawan dengan cara menghancurkan pangkalan/instalasi serta alutsista-nya di darat daripada harus bertempur di udara.

DENBRAVO-90 mempunyai 3 tim yang disebut Alfa 1 s/d 3. Alfa 1 mempunyai spesialisasi intelijen. Alfa 2 berkualifikasi spesialisasi perang kota/hutan dan Alfa 3 spesialisasi Counter Terorisme. Disamping itu ada Tim Bantuan Mekanik untuk pemeliharaan senjata dan peralatan serta tim khusus plus tim pelatih. Tapi sebenarnya 3 tim itu mempunyai keahlian yang merata di bidang counter terorisme. Pasukan “inti” baret jingga ini juga kerap berlatih dengan KOPASSUS TNI-AD, KOPASKA TNI-AL dan DENJAKA Marinir.
Pelatihan DENBRAVO-90 selama 9 bulan dan salah satu latihannya yaitu diterjunkan dari pesawat pada malam hari dengan ketinggian 10-12 km diatas permukaan tanah untuk menghindari terdeteksi dari musuh dengan dilengkapi pakaian yang bersayap dan serba canggih.
Kemampuan 1 orang DENBRAVO-90 setara dengan 5 orang TNI.

Untuk kedepan ada peningkatan standart pasukan sehingga mencapai 1 detasemen secara utuh dengan jumlah ideal mengikuti tabel organisasi personel (TOP) yaitu 2.650 personel dibawah pimpinan seorang Letnan Kolonel. Bravo saat ini sudah memiliki fasilitas pertempuran jarak dekat (CQB). Bahkan untuk latihan pembebasan sandera di pesawat, Bravo langsung melaksanakannya di dalam pesawat baik milik TNI-AU maupun PT. DI. Bravo juga menjadi pasukan khusus pertama di Indonesia yang mampu menguasai ilmu bela diri Stema yang merupakan ciri khas dari pasukan elit Rusia.

2. KOPASSUS
(1 Prajurit KOPASSUS = 8 Prajurit TNI)


Komando Pasukan Khusus yang disingkat menjadi KOPASSUS adalah bagian dari Komando Utama (KOTAMA) tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat, Indonesia. KOPASSUS memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror.

Dalam perjalanan sejarahnya, Kopassus berhasil mengukuhkan keberadaannya sebagai pasukan khusus yang mampu menangani tugas-tugas yang berat. Beberapa operasi yang dilakukan oleh KOPASSUS diantaranya adalah operasi penumpasan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, penumpasan G30S/PKI, Pepera di Irian Barat, Operasi Seroja di Timor Timur, operasi pembebasan sandera di Bandara Don Muang-Thailand (Woyla), Operasi GPK di Aceh, operasi pembebasan sandera di Mapenduma, serta berbagai operasi militer lainnya. Dikarenakan misi dan tugas operasi yang bersifat rahasia, mayoritas dari kegiatan tugas dari pada satuan KOPASSUS tidak akan pernah diketahui secara menyeluruh.
Pelatihan KOPASSUS selama 9 bulan dan salah satu latihannya berlari dari Surabaya sampai Jakarta dalam waktu yang sudah ditentukan.
Kemampuan 1 orang KOPASSUS sama dengan 8 orang TNI.

Contoh operasi KOPASSUS yang pernah dilakukan dan tidak diketahui publik seperti : Penyusupan ke pengungsi Vietnam di pulau Galang untuk membantu pengumpulan informasi untuk di koOrdinasikan dengan pihak Amerika Serikat (CIA), penyusupan perbatasan Malaysia dan Australia dan operasi patroli jarak jauh (Long Range Recce) di perbatasan Papua Nugini.

3. KOPASKA
(1 Prajurit KOPASKA = 24 Prajurit TNI)


Komando Pasukan Katak atau lebih dikenal dengan sebutan KOPASKA didirikan 31 Maret 1962 oleh Presiden Soekarno untuk mendukung kampanye militer di Irian Jaya. KOPASKA berkekuatan 3.000 prajurit. Satu grup di Armada Barat di Jakarta, dan satu grup di Armada Timur di Surabaya. Tugas utama mereka adalah menyerbu kapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, penyiapan perebutan pantai dan operasi pendaratan kekuatan amfibi.
KOPASKA dilengkapi senjata dan kendaraan bawah air tekhnologi tercanggih dari seluruh dunia, pelatihan KOPASKA selama 9 bulan dan berenang tanpa henti melewati Selat Sunda sejauh 30 km dan prajurit KOPASKA diluncurkan melalui lubang torpedo kapal selam.

Jika tidak sedang ditugaskan dalam suatu operasi, tim Detasemen KOPASKA dapat ditugaskan menjadi pengawal pribadi VIP seperti Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Untuk jumlah tidak pernah di ekspos karena pasukan ini mempunyai tingkat kerahasian yang tinggi dalam materi personel.
Kemampuan 1 Orang Kopaska setara dengan 24 orang TNI.

Satuan Pasukan Katak KOPASKA Armada Barat (Satpaska Armabar)
• Detasemen 1 Sabotase/anti-Sabotase (Teror)
• Detasemen 2 Operasi Khusus
• Detasemen 3 Combat SAR
• Detasemen 4 EOD dan Ranjau Laut/Mine clearence
• Detasemen 5 Underwater Demolition
• Detasemen 6 Special Boat Unit
Satuan Pasukan Katak Armada Timur (Satpaska Armatim)
• Detasemen 1 Sabotase/anti-Sabotase (Teror)
• Detasemen 2 Operasi Khusus
• Detasemen 3 Combat SAR
• Detasemen 4 EOD dan Ranjau Laut/Mine clearence
• Detasemen 5 Underwater Demolition
• Detasemen 6 Special Boat Unit

4. YONTAIFIB
(1 Prajurit YONTAIFIB = 24 Prajurit TNI)



Batalyon Intai Amfibi atau disingkat YONTAIFIB adalah satuan elit dalam Korps Marinir seperti halnya KOPASSUS dalam jajaran TNI Angkatan Darat. Dahulunya satuan ini dikenal dengan nama KIPAM (Komando Intai Para Amfibi). Untuk menjadi anggota YONTAIFIB, calon diseleksi dari prajurit marinir yang memenuhi persyaratan mental, fisik, kesehatan, dan telah berdinas aktif minimal dua tahun. 

Salah satu program latihan bagi siswa pendidikan YONTAIFIB, adalah berenang dalam kondisi tangan dan kaki terikat, sejauh 6 km di Selat Madura.
Dari satuan ini kemudian direkrut lagi prajurit terbaik untuk masuk kedalam Detasemen Jala Mengkara (DENJAKA), pasukan elitnya TNI Angkatan Laut.
Dalam segi tingkat kemampuan 1 orang YONTAIFIB sama dengan 24 orang TNI.

Prajurit Intai Amfibi (YONTAIFIB) Korps Marinir TNI AL diambil dari prajurit pilihan Korps Marinir melalui seleksi ketat dan keras. Sebab ditangan personel YONTAIFIB-lah sebuah kesuksesan operasi Amfibi yang dilakoni, Korps Baret Ungu dan seluruh elemen TNI dipertaruhkan. Perekrutan Prajurit YONTAIFIB Seleksi Prajurit atas dasar suka rela dari prajurit Korps Marinir (semua bagian tempur : Infanteri, Artileri, Kavaleri, Bantuan Tempur dan Pertahanan Pangkalan) yang sudah mempunyai Basic Tempur yaitu Pendidikan Dasar Kemiliteran, Pendidikan Keprajuritan Marinir, Pendidikan Taktik Operasi Darat, Pendidikan Komando Marinir (Dikko), Pendidikan Menembak Kualifikasi, Pendidikan Operasi Amfibi termasuk Raid Amfibi, Para Dasar (Paradas), Penyelaman, dan Free Fall. Seleksi Calon Siswa YONTAIFIB sangat ketat dan keras meliputi Seleksi Kesehatan dengan Stakes I, Samapta Baik, Berenang, Push Up, Sit Up, Pull Up dalam waktu 9 bulan dan lulus tes Psikologi Pasukan Khusus standart TNI. Calon Siswa YONTAIFIB maksimal berusia 26 tahun baik Perwira, Bintara dan Tamtama TNI-AL.

Metode pelatihan calon prajurit YONTAIFIB dibagi dalam beberapa tahap yang mencakup Medan Darat, Laut, Udara dan Bawah Air. Dalam setiap tahap calon akan terseleksi secara alamiah karena materi yang dihadapkan semakin hari semakin berat dan menuntut para siswa benar benar menguasai ilmu yang diberikan pada tahap sebelumnya. Pasalnya tahap–tahap dalam pendidikan sebenarnya adalah satu rangkaian operasi yang benar–benar dilakukan prajurit Intai Amfibi YONTAIFIB dalam melaksanakan tugas dalam pertempuran atau operasi lain nantinya.

Pendidikan YONTAIFIB dilaksanakan selama hampir 9 bulan bertempat (Base Camp) di Pusdik Marinir kemudian dilanjutkan Puslatpur Marinir Karang Tekok Situbondo. Di Jawa Timur, Marinir tercatat mempuyai 8 Puslatpur (Pusat Latihan Pertempuran) di Grati, Pasuruan, Karang Tekok, Situbondo, Purboyo di Bantur, Malang, Asem Bagus, Situbondo, Banongan, Situbondo, Jampang Tengah, Sukabumi, Baluran, Banyuwangi, Selogiri, Banyuwangi. Mungkin semuanya juga dipakai untuk base camp oleh Marinir untuk melatih para calon prajurit YONTAIFIB ini. Karena disesuaikan dengan materi pendidikan yang diajarkan. YONTAIFIB juga mengikut sertakan pelatih dari setiap Batalyon YONTAIFIB, Perwira Batalyon YONTAIFIB termasuk Komandan Batalyon, dan Prajurit Senior YONTAIFIB untuk melatih para siswa Dik Brevet Taifibmar ini. Metode pelatihan YONTAIFIB sempat diklaim hampir sama dengan pelatihan Pendidikan Komando KOPASSUS TNI-AD.

5. DENJAKA
(1 Prajurit DENJAKA = 120 Prajurit TNI)



Detasemen Jala Mangkara (disingkat DENJAKA) adalah sebuah detasemen pasukan khusus TNI Angkatan Laut. DENJAKA adalah satuan gabungan antara personel KOPASKA dan YONTAIFIB Korps Marinir TNI-AL. Anggota Denjaka dididik di Bumi Marinir Cilandak dan harus menyelesaikan suatu pendidikan yang disebut PTAL (Penanggulangan Teror Aspek Laut). Lama pendidikan ini adalah 9 bulan. Intinya DENJAKA memang dikhususkan untuk satuan anti teror walaupun mereka juga bisa dioperasikan dimana saja terutama anti teror aspek laut. DENJAKA dibentuk berdasarkan instruksi Panglima TNI kepada Komandan Korps Marinir No Isn.01/P/IV/1984 tanggal 13 November 1984. DENJAKA memiliki tugas pokok membina kemampuan antiteror dan antisabotase di laut dan di daerah pantai serta kemampuan klandestin aspek laut.
Latihannya berenang dengan tangan terikat dan kaki terikat melewati Selat Sunda Sejauh 30 km. Dan tangan diborgol, kaki diborgol, tubuh diikat dengan tali, dikasih balok besi dan dijatuhkan ke dalam perairan Selat Bali sampai tenggelam, ujiannya untuk melepaskan diri dari cengkraman itu.
Dalam segi tingkat kemampuan 1 orang DENJAKA sama dengan 120 orang TNI.

Pola rekrutmen DENJAKA dimulai sejak pendidikan para dan komando. Selangkah sebelum masuk ke DENJAKA, prajurit terpilih mesti sudah berkualifikasi Intai Amfibi. Dalam menjalankan aksinya, satuan khusus ini dapat digerakkan menuju sasaran baik lewat permukaan/bawah laut maupun lewat udara. TNI AL masih memiliki satu pasukan khusus lagi, yaitu Komando Pasukan Katak (KOPASKA). Kedua satuan pernah beberapa kali melakukan latihan gabungan dengan US Navy SEAL Amerika Serikat.

Dengan materi pemeliharaan kecakapan dan peningkatan kemampuan kemahiran kualifikasi YONTAIFIB dan KOPASKA, pemeliharaan dan peningkatan kemampuan menembak, lari dan berenang, peningkatan kemampuan bela diri, penguasaan taktis dan teknik penetrasi rahasia, darat, laut dan udara, penguasaan taktik dan teknik untuk merebut dan menguasai instalasi di laut, kapal, pelabuhan/pangkalan dan personel yang disandera di objek vital di laut, penguasaan taktik dan teknik operasi klandestin aspek laut, pengetahuan tentang terorisme dan sabotase, penjinakan bahan peledak, dan peningkatan kemampuan survival, pelolosan diri, pengendapan, dan ketahanan interogasi.

Sumber :https://www.facebook.com/Kabar.Militer.Indonesia.Terkini