Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Oktober 2017

Panglima TNI Bersahabat Baik dengan Jenderal Dunford

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bersahabat baik dengan Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Jo Dunford, sedianya beliau akan menghadiri undangan, tetapi ada penolakan masuk ke wilayah Amerika Serikat.



Hal ini disampaikan Panglima TNI kepada awak media setelah selesai menghadiri pembukaan Internasional Conferrence And Table Top Exercise On Global Health Security Meeting 2017 oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo di Istana Negara, pada Selasa 24-10-2017 Jakarta.

“Saya bersahabat baik dengan Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Jo Dunford dan saya sedianya menghadiri pertemuan Panglima se-Asia Pasifik, selain itu saya juga ingin bertemu dengan Jenderal Jo Dunford,” ungkap Panglima TNI.

Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat tahun 2016 yang lalu, Panglima TNI mengatakan betapa hangatnya sambutan yang diberikan oleh Jenderal Jo Dunford. “Saya diajak Coffee Morning di rumahnya yang asri, kemudian malamnya saya diajak Dinner, yang lebih luar biasa lagi saat Dinner para tentara Amerika menyanyikan lagu Bengawan Solo,” ujar Panglima TNI.



Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

Menanggapi banyaknya komentar yang bermacam-macam tentang masalah ini, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menghimbau kepada masyarakat agar tidak bergerak sendiri-sendiri, percayakan kepada Kementerian Luar Negeri untuk menyelesaikan masalah ini.

“Menteri Luar Negeri Ibu Retno Marsudi sudah menyampaikan bahwa Indonesia dengan Amerika Serikat itu bersahabat, semua masalah akan diselesaikan dengan baik, kita monitor saja langkah-langkah yang akan diambil oleh Kementerian Luar Negeri RI,” jelas Panglima TNI.

Permintaan maaf telah disampaikan oleh Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Erin Elizabeth Mckee menyampaikan bahwa larangan tersebut sudah tidak ada, sudah dicabut dan mempersilahkan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memasuki wilayah Amerika Serikat, tetapi hingga saat ini belum ada penjelasan resmi penyebab Panglima TNI ditolak masuk Amerika Serikat. (Puspen TNI). Sumber: JakartaGreater.com

Sabtu, 04 Juni 2016

SBY: Prajurit Brigif 17/Kujang Salah Satu Andalan TNI

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang 1 Kostrad‎.SBY hadir bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad.

‎SBY mengatakan, Brigif 17/Kujang 1 Kostrad ini merupakan salah satu satuan andalan TNI. Satuan angkatan darat tersebut pernah terlibat dalam penumpasan pemberontakan DI/TII, PKI, dan Operasi Seroja.

"Ini adalah salah satu TNI andalan, prestasinya luar biasa baik melaksanakan tugas-tugas untuk mempertahankan NKRI maupun operasi untuk pemeliharaan perdamaian dunia di bawah bendera PBB," ujar SBY di Mako Brigif Para Raider 17, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (4/6/2016).

Sebagai salah satu senior, SBY berharap di ulang tahun emas ini, Brigif Para Raider 17 tetap menjadi andalan bangsa dan negara. Dia juga berharap prajurit Brigif Para Raider 17 semakin dekat dengan rakyat.

"Serta menjadi ‎tentara yang ditakuti lawan, tentara yang disegani kawan, dan tentara yang mencintai dan dicintai rakyatnya," tutur SBY.

Mantan KomandanBrigif 17/ Kujang 1 Kostrad pada 1993 ini juga berharap agar yunior-yuniornya mampu menghadapi tantangan zaman.

"Sebagai salah satu yang dibesarkan dan ‎pernah memimpin satuan ini, saya ucapkan dirgahayu prajurit Kujang 1, semoga tetap berjaya di masa depan," ucap SBY.

Brigif Linud 17/Kujang 1 Kostrad yang berdiri sejak 1966 kini telah bertransformasi menjadi pasukan berkualifikasi raider dengan nama Brigif Para Raider 17/Kujang 1 Kostrad, pada 20 Mei 2016.

Di ulang tahun emas ini, Brigif Para Raider 17 juga menggelar sejumlah kegiatan seperti Kujang Run 10K, Tough Warrior Battle 10K, sejumlah atraksi militer, panggung hiburan, dan bazar.

Dalam acara ini, Brigif Para Raider 17 akan menerima bantuan hibah berupa 1 unit bus dan 10 unit motor KLX Kawasaki dari Pemprov Jawa Barat. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolik oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

"Sebagaimana disampaikan Pak SBY, bahwa 50 tahun Brigif Para Raider 17 ini punyatrack record yang bisa dibanggakan, penugasan-penugasannya selalu berhasil di berbagai daerah dan negara," ucap Deddy.

Dia berharap kerja sama antara Pemprov Jawa Barat dan Brigif Para Raider 17/Kujang 1 Kostrad terus berlangsung. ‎"Sehingga layak bagi pemerintah daerah untuk memberi sarana kendaraan bagi para raider ini, sehingga bisa menunaikan tugas lebih baik lagi dan bisa bekerja untuk masyarakat," pungkas Deddy Mizwar. Sumber: Liputan6.com

Selasa, 19 April 2016

Disiapkan Bebaskan Sandera, Pasukan Raider TNI Merapat ke Tarakan

TARAKAN - Ratusan personel Batalyon Yonif Raider 613 Raja Alam, Berau, bergabung dalam latihan pasukan pemukul reaksi cepat PPRC yang digelar di Tarakan, Kalimatan Timur. Pasukan Raider ini rencananya akan disiapkan dalam operasi pembebesan WNI yang ditawan kelompok teroris Abu Syayaf.



Jumlah personel yang bergabung yakni 647 orang. Seluruh personel itu baru saja tiba di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, dan segera merapat ke Tarakan.

Baca: Kepung Abu Sayyaf, Filipina Terjunkan Tiga Batalion Tentara dan Indonesia Cukup 2 Perwira Kopassus
Pasukan tambahan ini sebelumnya mengikuti Pelatihan Kualifikasi Pasukan Raider di Cilacap, Jawa Tengah, setelah sebelumnya bernaung dalam Yonif 613 Raja Alam.

Irdam VI Mulawarman Kolonel Kav Ana Supriatna tidak memungkiri pasukannya akan disiapkan dalam proses pembebasan WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Perairan Filipina.

Ia mengatakan ratusan pasukannya itu mampu menunjukan hasil yang terbaik setelah mengikuti pendidikan raider. Sebanyak 98 persen personelnya berhasil mengikuti ujian hingga tuntas dan hanya tiga personel yang dinyatakan gagal.

Sumber: http://news.okezone.com/

Rabu, 30 Maret 2016

Kopassus ikut operasi pembebasan 10 WNI yang disandera Abu Sayyaf

Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, Irjen Pol Ketut Untung Yoga mengatakan semua pihak termasuk TNI terlibat langsung dalam proses pencarian 10 Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf.

Saat ini, Polri dan TNI fokus mencari lokasi penyanderaan.

"Perwakilan TNI juga ada di situ. Kita sama-sama mencari tahu tentang di mana wilayahnya dan di mana kapalnya," kata Untung saat dihubungi wartawan, Jakarta, Selasa (29/3).

Kopassus ikut operasi pembebasan 10 WNI yang disandera Abu Sayyaf


Menurut Untung, dalam pencarian ini baik pemerintah atau pihak kepolisian bakal mengandalkan kekuatan TNI. Mengingat, dugaan sementara kapal sudah berada di luar wilayah Indonesia.

"Iya kalau sudah masuk wilayah perbatasan itu kan pasti menggunakan kekuatan-kekuatan TNI yang ada. Tapi kita tetap koordinasi," ujar dia.

Untung bahkan tak membantah saat disinggung pencarian bakal melibatkan satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Dia menilai, Kopassus memiliki kemampuan untuk melakukan pencarian tersebut.

Kendati begitu, dia menegaskan diterjunkan atau tidaknya Kopassus dalam pencarian itu tergantung dari keputusan pimpinan TNI. "Nah itu level-level pimpinan. Pastinya semua pihak akan terlibat," pungkas Untung.

Sebelumnya diketahui, sepuluh WNI awak kapal pandhu brahma 12 dikabarkan disandera oleh kelompok militan Abu Sayyaf di perairan Filipina. Mereka meminta tebusan sebanyak 50 juta peso atau sekitar Rp 14,3 miliar.
Sumber: unofficial kopassus indonesia

Baca juga: Kopassus Dilatih Nyaris Melewati Batas Kemampuan Manusia, Dunia Geleng-geleng Kepala

Minggu, 21 Februari 2016

TNI AD Akan Sambut Kedatangan “Rajawali 330”

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) telah menandatangani kontrak untuk tigaUAV fixed-wing surveillance and reconnaissance, yang dikenal dengan nama Rajawali-330.

Platform Rajawali-330 didasarkan pada UMS SKELDAR F-330 sayap tetap UAV pengawasan, dan sedang dikembangkan bersama dengan lisensi dari produsen peralatan pertahanan Indonesia, PT Bhinneka Dwi Persada (BDP).

TNI AD Akan Sambut Kedatangan “Rajawali 330”


Insinyur eksekutif PT BDP, Christeven Bong mengatakan, “kontrak ini diberikan pada bulan Desember 2015. Kontrak mencakup tiga UAV operasional dengan sensor terkait, tiga UAV pelatihan, dan komponen perintah-dan-kontrol terkait seperti konsol operator.” Namun, Bong menolak untuk mengungkapkan nilai kontrak UAV tersebut karena terkait masalah kerahasiaan.

Rajawali-330 memiliki panjang keseluruhan 2,27 m; tinggi 0,9 m; lebar sayap 3,3 m. Memiliki take-off berat maksimum 21,5 kg dan dapat membawa muatan maksimum 10 kg. Didukung oleh mesin piston tunggal, Rajawali-330 memiliki kecepatan tertinggi 70 kt dan kecepatan jelajah 43 kt. Pada payload maksimum, UAV memiliki daya tahan lebih dari delapan jam.

Platform itu disampaikan kepada TNI-AD, masing-masing UAV akan membawa satu kamera elektro-optik / inframerah untuk pengawasan siang dan malam hari, satu kamera hyperspectral, dan satu kamera pemetaan dengan kemampuan Light Detection and Ranging (LIDAR).

Menurut BDP, platform pertama akan dikirimkan pada akhir Maret 2016 dengan pengiriman berikutnya dilakukan pada akhir tahun ini. (Sumber: jakartagreater.com)

Baca: Inilah 10 Negara yang Miliki Kekuatan Militer Angkatan Udara Paling Tangguh Di Dunia

Sabtu, 20 Februari 2016

PENGUMUMAN, Penerimaan Prajurit TNI AD Tahun Anggaran 2016


Bagi Anda lulusan SMA sederajat, atau Sarjana yang punya minta mengabdi kepada negara dengan berkarir sebagai Tentara Nasional Indonesia, TNI AD membuka peluang untuk Anda untuk mengikuti seleksi test menjadi anggota TNI mulai dari Tantama, Bintara sampai Perwira dan Perwira Karir. 


PENGUMUMAN, Penerimaan Prajurit TNI AD Tahun Anggaran 2016


PENGUMUMAN,
Penerimaan Prajurit TNI AD TA. 2016 

- Tamtama PK
* Gel I. Tanggal 27 Februari 2016 - 5 Maret 2016
* Gel II. Tanggal 10 Oktober 2016 - 22 Oktober 2016


- BINTARA PK
* 15 Agustus 2016 - 27 Agustus 2016

- MAHASISWA BEASISWA
* Minggu Ke-1 September 2016 - Minggu Ke-1 Oktober 2016

- PERWIRA PSDP PENERBANG TNI
* Minggu Ke-1 Agustus 2016 - Minggu Ke-4 September 2016

- PA PK (Perwira Prajurit Karier)
* Minggu Ke-2 September 2016 - Minggu Ke-2 Oktober 2016

- TARUNA/TARUNI AKADEMI MILITER
* 1 Maret 2016 - 30 April 2016

Pendaftaran di Ajendam/Ajenrem terdekat dikota anda. atau melalui website

Tolong Sebarkan siapa tahu ada dari teman atau saudara kita yang ingin berkarir di bawah payung TNI

Jumat, 19 Februari 2016

TNI Patroli Pengamanan Patok Perbatasan RI-PNG

TNI Patroli Pengamanan Patok Perbatasan RI-PNG


Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam hal ini Prajurit TNI dari Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) 406/Candra Kusuma, Purbalingga, Jawa Tengah, yang tengah melaksanakan tugas di Papua melaksanakan Patroli Pengamanan Patok MM 4.3 di wilayah perbatasan Republik Indonesia dengan Papua New Guinea (RI-PNG), tepatnya di Kabupaten Keerom, Papua.

Dalam melaksanakan Patroli Pengamanan Patok di perbatasan RI-PNG, Satgas Yonif 406/Candra Kusuma yang dipimpin langsung oleh Lettu Inf Karno selaku Komandan Pos Bompay bersama dengan 10 anggota satgas, harus berjalan kaki selama tiga hari dengan menyusuri sungai-sungai untuk menuju patok batas.

Menurut Lettu Inf Karno, Tim Patroli Satgas Yonif 406/Candra Kusuma mulai bergerak pukul 05.30 WIT, dari Pos KM 140 menuju Cp 1 Co. 8970 1169. Pukul 11.55 WIT, Tim Patroli tiba di Cp 1 Co. 8970 1169, dilanjutkan Ishoma dan melanjutkan perjalanan. Pukul 21.00 WIT, Tim Patroli tiba di Kampung Komando Co. 9455 1053, dilanjutkan untuk bermalam.

Sebelum melanjutkan perjalanan, Tim Patroli Satgas Yonif 406/Candra Kusuma melaksanakan pengobatan kepada masyarakat Kampung Komando. Kemudian, pukul 13.00 WIT Tim Patroli tiba di Patok MM 4.3 Co. 0028 0519, dilanjutkan melaksanakan pengecekan dan pembersihan sekitar Patok, serta pengambilan dokumentasi.

Selanjutnya, pada pukul 14.00 WIT Tim Patroli Satgas Yonif 406/Candra Kusuma meninggalkan Patok MM 4.3, dan melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Pos. Pada pukul 23.30 WIT, Tim Patroli tiba di Pos KM 140 dalam keadaan aman dan lengkap.

Sebelum memulai patroli, Dansatgas Yonif 406/Candra Kusuma Letkol Inf Aswin Kartawijaya dalam pengarahannya menyampaikan bahwa, pada tahun 2015-2016 Satgas Yonif 406/Candra Kusuma mendapatkan tugas untuk melaksanakan tugas pengamanan perbatasan darat RI-PNG di Sektor Utara wilayah Kabupaten Keerom dan Pegunungan Bintang Provinsi Papua, dalam tugas tersebut Satgas memiliki tanggung jawab untuk mengamankan Patok Batas RI-PNG mulai dari MM 4.3 s.d 7.2.

BACA: Kisah 3 Orang Prajurit Kopaska Mengusir 2 Kapal Malaysia di Karang Unang

Lebih lanjut Letkol Inf Aswin Kartawijaya menjelaskan bahwa, tanggung jawab tersebut bukan suatu kendala bagi Satgas Yonif 406/Candra Kusuma, namun ini merupakan tantangan kami, tugas tersebut berhasil dilaksanakan dengan ditemukan Patok MM 6.B dan 6.2 oleh Pos Batom yang selama ini belum pernah ditemukan. Patroli dilaksanakan oleh Satgas sebelumnya dengan jarak sekitar 35 Km dari Pos. Untuk mencapai Patok tersebut, Pos Batom harus menempuh perjalanan dalam waktu dua hari satu malam dengan berjalan kaki dan menyusuri sungai dengan menggunakan long boat.

“Penugasan kali ini, tidak hanya melaksanakan Patroli Patok Perbatasan, namun juga melaksanakan Serbuan Teritorial diantaranya berupa pengobatan kepada masyarakat yang berada di Kampung dekat Patok Perbatasan. Serbuan patroli ini dilakukan berdasarkan pengalaman para prajurit yang melaksanakan patroli patok sebelumnya, bahwa masyarakat kampung yang berada dekat Patok Perbatasan tersebut sangat memprihatinkan kesejahteraannya dan belum tersentuh oleh layanan kesehatan dari Pemerintah Daerah,” tegas Dansatgas.

Sementara itu, Kepala Kampung Komando dan Ondoafi Kampung tersebut mengucapkan “terimakasih kepada Prajurit TNI Satgas Yonif 406/Candra Kusuma yang telah berkunjung ke kampung kami, apalagi kedatangannya sekaligus memberikan bantuan dan mengobati masyarakat kami yang sakit, mengingat kampung kami sangat jauh dari kampung tetangga, apalagi bila ingin berobat harus berjalan berhari-hari dan tidak ada tenaga medis dari Pemerintah Daerah yang melaksanakan pengobatan di kampung kami,” tegas Kepala Kampung.