Tampilkan postingan dengan label Tank. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tank. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Februari 2016

HEBAT!! Mahasiswa ITS ini Berhasil Buat Robot Tank Untuk TNI

Sebuah prestasi mulia ditorehkan oleh mahasiswa Institut Teknologi 10 November (ITS). Bachtiar Dumais Laksana bersama Adhitya Whisnu Pratama dan Muhammad Iqbal berhasil membuat tank tanpa awak pertama. Robot tank itu akan didedikasikan sebagai peralatan tempur TNI.




Tank yang dikendalikan dengan remote control itu dirancang, dirakit dan diproduksi sendiri oleh tiga mahasiswa ITS tersebut. Tank yang diberi nama War-V1 itu belum diproduksi massal, masih berupa prototipe. Tank robot tersebut sudah dilirik oleh Kodam Kodam VI/Mulawarman di Balikpapan dan Batalyon Kavaleri 8 Divisi Infantri 2 Kostrad di Bandung.

Baca juga : Seragam Militer Buatan Mahasiswa Indonesia Mendunia

Pembuatan tank robot tersebut berawal dari hobi ketiganya di dunia militer. Dengan latar belakang lulusan elektro SMK, mereka mulai berusaha merealisasikan mimpi tersebut. Menurut Bachtiar, desain dan model tank tersebut berasal dari robot yang digunakan oleh militer Jepang.


Bachtiar menguji komponen Robot Tank (Merdeka.com)

"Kemudian kami coba, itungannya nekat. Saya tanya ke Batalion Kavaleri sampai Kodam, yang berikan tanggapan positif Kodam Mulawarman dan Batalion Kavaleri 8. Jadi kemudian dengan konsep yang ada, kendaraannya saya sendiri inginnya berfungsi sebagai back up, di lapangan sebagai sweeper atau penyapu, setelah infantri masuk mampu di back up unit ini. Makanya mulai dari senjata sistem kami sesuaikan dengan tujuan aplikasi," kata mahasiswa berusia 23 tahun ini seperti dikutip Merdeka.


Kemudian kami coba, itungannya nekat

Untuk mensukseskan aktifitasnya, ketiga mahasiswa tersebut membuat perusahaan sendiri bernama BDL-Tech. Proses pembuatan robot itu berlangsung 13 bulan hingga hadirnya prototipe seperti sekarang. Karena belum mendapatkan bantuan dari pihak manapun, mereka pun masih menggunakan modal sendiri untuk membeli komponen dan alat pendukung. Hal itu mengakibatkan mereka sempat kesulitan mendatangkan komponen yang lebih memadai sebab komponen dari China itu harganya belasan juta rupiah belum termasuk bea impor. (Tarbiyah)

Baca juga: BANGGA! Senjata Buatan Pindad ini Bisa Tembus Tank Baja, Dunia Geger

Minggu, 24 Januari 2016

Inilah Kisah Prajurit TNI AD Pertama Mengoperasikan Tank Leopard

Keberadaan tank Leopard sebagai alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI AD disambut baik prajurit. Ini karena Leopard membantu pergerakan prajurit saat berada di lapangan. Mayor Kavaleri Jacky, Wakil Komandan Batalyon Kavaleri (Yonkav) 8 Kostrad, mengatakan bahwa mengoperasikan Leopard sangat gampang. "Saat mengendalikan setir Leopard sudah seperti memegang stir mobil Formula 1," kata Jacky sambil tertawa kepada awak media yang berkunjung ke Yonkav 8 di Pasuruan, Jawa Timur, Nopember lalu.

Baca : BANGGA! Senjata Buatan Pindad ini Bisa Tembus Tank Baja, Dunia Geger
Inilah Kisah Prajurit TNI AD Pertama Mengoperasikan Tank Leopard


Ia membandingkan dengan tank Scorpion yang sebelumnya merupakan tank utama yang digunakan Kavaleri TNI AD. Setir Scorpion seperti traktor yang relatif keras. Selain itu, Jacky mengatakan, keunggulan Leopard bisa mengarahkan tembakan saat tank masih bergerak dan getarannya pun tak terlalu kuat. Ini berbeda dengan jenis tank lainnya yang untuk mengendalikan sasaran tembak, tank-nya harus berhenti terlebih dahulu. 

Sedangkan Kolonel Anton Iman Santosa, Kabid Pemberitaan Puskom Publik Kementerian Pertahanan, keberadaan Leopard sebagai pendukung alutsista TNI AD, bisa meningkatkan moral prajurit. Ini karena keberadaan tank tersebut meningkatkan wibawa pertahanan militer Indonesia. Seperti diketahui, Leopard adalah tank tempur utama (main battle tank, MBT) asal Jerman. 

Kementerian Pertahanan baru saja membeli puluhan unit tank tersebut. Selain Batalyon Kavaleri 8 Kostrad, Leopard rencananya akan ditempatkan di sejumlah daerah. Yakni, di Cijantung, Padalarang, dan Baturaja.