Tampilkan postingan dengan label Perang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Mei 2017

AS Gelar Latihan Militer, Korut Ancam Perang Nuklir

Pyongyang - Media yang dikendalikan pemerintahan Korea Utara (Korut), Selasa (2/5), mengancam bahwa provokasi yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dengan menggelar latihan militer memicu terjadinya perang nuklir. Salah satu koran Korut bahkan melontarkan ancaman bahwa rezim Kim Jong Un sudah menunggu saat yang tepat untuk mengubah daratan AS menjadi reruntuhan.



"Terkait dengan provokasi militer yang dilakukan AS, yang semakin jelas dari hari ke hari, situasi di semenanjung Korea bakal semakin mendekati perang nuklir," demikian disebutkan media Korut seperti Beritasatu.com kutip dari Reuters, Selasa (2/5).

Ancaman dari Korut tersebut dikemukakan hanya beberapa jam setelah dua pesawat pengebom AS B-1B Lancer terbang untuk melakukan latihan dengan Angkatan Udara Korea Selatan serta Jepang. Pihak Korut menganggap bahwa latihan militer tersebut adalah bentuk provokasi terhadap kedaulatan mereka.

Kendati melontarkan ancaman bakal melepaskan rudal nuklir ke daratan AS, Korut diyakini belum memiliki kemampuan untuk mewujudkannya. Korut memang sudah melakukan serangkaian uji peluncuran misil jarak jauh, tapi misil-misil tersebut diyakini tidak bakal mengancam Amerika Serikat.

Yudo Dahono/YUD

NBC News

Sumber: Beritasatu.com

Minggu, 02 Oktober 2016

Rusia Peringatkan AS Soal Intevensi Militer di Suriah

MOSKOW - Rusia memperingatkan Amerika Serikat (AS) jika negara itu nekat melakukan aksi militer terhadap tentara Suriah. Rusia menyatakan setiap serangan terhadap pasukan pemerintah Suriah akan memiliki dampak di Timur Tengah.



"Intervensi AS terhadap pasukan Suriah akan berdampak buruk sekali, menyebabkan konsekuensi tektonik tidak hanya pada wilayah Suriah tetapi juga secara keseluruhan wilayah," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

Zakharova juga mengatakan bahwa perubahan rezim di Suriah akan menimbulkan kevakuman yang akan cepat diisi oleh kelompok teroris dari semua elemen seperti dikutip dari Time, Minggu (2/10/2016).

Sebelumnya, rekaman pembicaraan Menteri Luar Negeri John Kerry dengan masyarakat Suriah di AS bocor ke media. Dalam rekaman tersebut, Kerry menyatakan AS berniat melakukan aksi militer di Suriah namun digagalkan oleh Kongres.

Ketegangan AS-Rusia atas Suriah telah meningkat sejak runtuhnya kesepakatan gencatan senjata bulan lalu. Kedua belah pihak terlibat saling menyalahkan atas kegagalan itu.

Pasca runtuhnya kesepakatan gencatan senjata, pasukan pemerintah Suriah yang didukung oleh pesawat-pesawat tempur Rusia telah meluncurkan serangan besar pada bagian yang dikuasai pemberontak dari kota utara Aleppo. Sumber Sindownews

Sabtu, 27 Agustus 2016

Panglima TNI: Indonesia Hadapi Perang Tanpa Bentuk



BOGOR, - Indonesia saat ini dihadapkan pada potensi konflik dan perang yang dipicu berbagai persoalan.

Di era perang modern saat ini, proxy war atau perang tanpa bentuk disebut sebagai senjata ampuh melumpuhkan suatu negara.

Dalam kuliah umum di Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/8/2016), Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai proxy war.

Gatot mengatakan, salah satu ancaman proxy war yang dihadapi Indonesia adalah narkoba. Penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu bentuk proxy war yang digunakan oleh pihak asing untuk kepentingannya dalam mengelola sumber daya alam (SDA) Indonesia.

"Narkoba adalah bisnis ilegal yang paling besar di Indonesia. Bisnis ilegal pasti bersentuhan dengan aparat penegak hukum agar mendapat perlindungan. Bisa polisi, bisa TNI, kejaksaan, maupun hakim," ujar Gatot.

Gatot mencontohkan, negara Tiongkok pernah menjadi angkatan perang paling kuat di zamannya, dan bisa dikalahkan karena perang candu. Narkoba pun sekarang sudah menjadi perang candu di Indonesia.

"Nah, Indonesia sedang mengalami hal itu (perang candu) saat ini," kata Gatot.

Lanjutnya, Indonesia adalah negara besar dengan penduduknya yang sangat banyak. Dengan jumlah penduduk yang besar, maka Indonesia menjadi sangat menarik bagi bandar-bandar narkoba untuk menjalankan dan mengedarkan narkoba.

"Dalam proxy war tidak bisa dilihat siapa lawan dan kawan, tetapi perang tersebut dikendalikan oleh negara lain," tuturnya.

Untuk menangkal ancaman tersebut, Indonesia harus menjadi negara agraris, negara maritim, dan negara industri. Indonesia juga harus didukung oleh generasi muda yang menjadi agen perubahan dan pemersatu bangsa.

"Kalau mulai sekarang kita tidak berhati-hati dan bersatu, maka tunggu ancamannya, sehingga mari kita bersatu dalam mencegah perang agar tidak lagi mengancam Indonesia," tutupnya. Sumber: KOMPAS.com

Minggu, 19 Juni 2016

Arab Saudi Kembali Serukan Serangan Militer Melawan Rezim Bashar al-Assad

Arab Saudi kembali menegaskan seruannya untuk melancarkan serangan udara yang menargetkan rezim Bashar al-Assad di Suriah, setelah sejumlah diplomat Amerika Serikat (AS) menentang usulan Gedung Putih untuk melakukan tindakan lebih tegas.



Berbicara di hadapan wartawan setelah menghadiri pembicaraan di Gedung Putih, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir, pada Jumat (17/06) waktu setempat mengatakan, kerajaan itu sudah lama mendesak Washington untuk memimpin response militer untuk melemahkan kontrol Assad.

Di Kedutaan Besar Arab Saudi, Jubeir menungkapkan bahwa sejak awal krisis, Riyadh sudah mendorong kebijakan yang lebih tegas, termasuk serangan udara, zona aman, zona dilarang terbang dan zona dilarang keluar.

Dia mengungkapkan Arab Saudi ingin mempersenjatai oposisi moderat Suriah dengan rudal darat ke udara dan kembali mengulangi tawaran untuk mengerahkan pasukan khusus Saudi dalam operasi pimpinan AS.

Pandangan Riyadh ini bukan sesuatu yang baru: Pejabat Saudi diam-diam sudah lama mengkritik pendekatan hati-hati Presiden AS Barack Obama untuk konflik lima tahun di Suriah.

Pernyataan Jubeir disampaikan setelah Kementerian Luar Negeri AS terpaksa mengonfirmasi bahwa banyak dari diplomatnya sendiri menentang tindakan lebih tegas di Suriah.

Obama enggan melibatkan pasukan AS dalam konflik Timur Tengah lainnya, dan banyak pihak di Washington khawatir bahwa senjata yang dikirimkan untuk pemberontak yang memerangi Assad bisa jatuh ke tangan ekstremis.

(ant/adi)

Sumber: http://www.covesia.com/berita/25381/arab-saudi-kembali-serukan-serangan-militer-melawan-rezim-bashar-al-assad.html

Rabu, 04 Mei 2016

Tentara Zionis yang Ikut Perang Gaza Alami Gangguan Mental

Nazaret (SI Online) - Dampak perang yang dilancarkan penjajah Zionis ke Jalur Gaza pada musim panas tahun 2014 lalu, masih menghantui sebagian tentara penjajah Zionis yang ikut dalam agresi tersebut. Demikian dikabarkan Pusat Informasi Palestina, Selasa (3/5/2016).

Menurut laporan media Zionis Yedeot Aharonot, Tentara Zionis Ariel Ben-Meir yang ikut bertempur dalam perang ke Gaza terakhir, mengalami gangguan dan masalah mental.



Menurut Yedeot Aharonot, Ariel menuduh pemerintah entitas Zionis dan militer Zionis menelantarkan para tentara dan membuat mereka menderita sakit mental.

Dia juga menuduh para pejabat pemerintah Zionis hanya menyeret militer ke dalam perang demi nafsu politik. Menurutnya, perang yang dilakukan Israel sama sekali tidak memiliki tujuan. Namun hanya dilakukan untuk melakukan perang padahal mereka tahu kalau kerugian yang akan dialami sangat besar.

Yedeot Aharonot menyebut bahwa Ariel menderita “kesendirian”, kecanduan ganja, tidak pernah meninggalkan mobil yang sudah menjadi rumahnya, tidur di jok mobil belakang. Dia mengatakan, “Ratusan tentara tidak menemukan waktu istirahat sejak berakhir perang.”

Baca: Biadab!! Tentara Israel Tembak Pria Palestina yang Tergeletak

Dia menambahkan, “Kondisi kami bertambah buruk. Perang ini telah mengkibatkan banyak sakali korban yang sampai saat ini lukanya belum sembuh. Apa yang diberikan militer kepada saya setelah saya meninggalkan militer saya gunakan untuk berobat.”

Perang Gaza yang berlangsung selama 51 hari, berakhir dengan perjanjian gencatan senjata antara perlawanan Palestina dan penjajah Zionis pada 26 Agustus 2014, dimulai dengan agresi sengit yang dilancarkan pasukan penjajah Zionis dan mendapatkan perlawanan sengit pula dari para pejuang Palestina khususnya Brigade al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas, dengan melakukan aksi-aksi spektakuler di belakang garis musuh, sehingga mengakibatkan kerugian besar pada pihak Zionis dan menciptakan horor dan ketakutan di kalangan tentara Zionis.

Sebelumnya surat kabar Zionis Yasrael Hayom, tahun lalu, mengungkapkan bahwa sekitar seperempat tentara Zionis yang ikut dalam perang Gaza menderita trauma psikologis.
Berdasarkan penelitian, ungkap surat kabar Zionis ini, seperempat tentara menderita trauma psikologis berat akibat dampak perang. Ide bunuh diri di kalangan para tentara yang menderita “trauma perang” dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan tentara yang tidak mengalami trauma. Sumber: Suara-Islam.com

Sabtu, 23 April 2016

Pasukan Rusia di Suriah Tembaki Pesawat Militer Israel

Pasukan Rusia di Suriah menembaki pesawat militer Israel. Demikian laporan media Israel, Yedioth Ahronoth, Jumat (22/4/2016).

Penembakan itu setidaknya terjadi dua kali. Namun, tidak dirinci tanggal dan lokasi penembakan, termasuk apakah pesawat militer Israel terkena tembakan atau tidak.

Pasukan Rusia di Suriah Tembaki Pesawat Militer Israel


Rusia telah melakukan intervensi militer di Suriah sejak September 2015 atas permintaan Presiden Suriah Bashar Al-Assad. Kehadiran militer Moskow untuk menopang rezim Damaskus yang hampir tumbang setelah terlibat perang sipil selam lima tahun terakhir.

Secara terpisah, stasiun televisi Israel, Channel 10, melaporkan, pesawat tempur Rusiamendekati pesawat tempur Israel di lepas pantai Mediterania, di Suriah pada Rabu sore. Tapi, tidak ada kontak antara kedua pihak.

Baca: Rusia Uji Coba Satelit Peringatan Rudal Balistik Generasi Baru

Seorang jurubicara militer Israel menolak berkomentar. Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta Kedutaan Besar Rusia di Israel juga tidak segeramenanggapi laporan itu.

Israel sendiri telah berulang kali mengebom wilayah Suriah yang diduga menjadi jalur penerimaan senjata gerilyawan Hizbullah Libanon. Namun, setiap beraksi Israel segera menyiapkan operasional hotline dengan Moskow untuk menghindari insiden dan campur tangan pasukan Rusia yang bertugas di Suriah.

Netanyahu yang mengunjungi Presiden Vladimir Putin di Moskow pada hari Kamis,menekankan tujuannya menjalin kontak dengan Rusia agar tidak terjadi insiden antara Rusia dan Israel di Suriah.

“Saya datang ke sini dengan salah satu tujuan utama, untuk memperkuat koordinasi keamanan di antara kami, untuk menghindari kecelakaan, kesalahpahaman dan konfrontasi yang tidak perlu,” kata Netanyahu.

Putin juga memaklumi kekhawatiran Israel itu.”Saya pikir ada alasan yang bisa dimengerti untuk kontak intensif (dengan Israel) ini, mengingat situasi yang rumit di wilayah tersebut,” kata Putin.

Sumber: http://international.sindonews.com/read/1103129/43/pasukan-rusia-di-suriah-tembaki-pesawat-militer-israel-1461306578

Militer AS Tak Siap Berperang dengan Empat Negara Ini

Washington- Pemimpin militerAmerika Serikatmembuat pengakuan mengejutkan dengan mengatakan Amerikasaat ini tidak siap berperang melawan negara-negara yang dianggap kuat di dunia.

Mark Milley, Kepala Staf Umum Angkatan Darat Amerika, mengungkapkan ketidaksiapan itu di hadapan Dewan Komite Angkatan Bersenjata pada Kamis, 17 Maret 2016. "Saya sangat prihatin tentang kesiapan pasukan untuk menghadapi perang berkekuatan besar melawan Cina,Rusia,Iran, atau Korea Utara," katanya.



Selain Milley, Sekretaris Angkatan Udara Deborah James mengkritik besarnya anggaran fiskal untuk militer pada 2017, dan di saat yang sama jumlah tentara terus dikurangi. James mengatakan setengah dari pasukan tempurnya tidak cukup siap untuk melawan negara seperti Rusia.

"Uang berguna untuk kesiapan, tapi membebaskan orang-orang kita untuk berjuang dan melakukan pelatihan adalah sama pentingnya," kata James.

Baca: Perkembangan Militer Rusia Bikin AS Terkejut

Seperti dikutip dari lamanMirror.co.uk, belanja militer Amerika telah meningkat tajam sejak serangan teror 9/11. Negara itu dipercaya memiliki anggaran militer terbesar di dunia. Terbaru, pasukan militer telah meminta anggaran sebesar US$ 148 miliar pada 2017, meningkat dari anggaran pada 2016 sebesar $ 146,9 miliar. Adapun Angkatan Darat akan mengurangi pasukan,yang akan turun ke 460 ribu tentara aktif pada 2017 dari saat ini 475 ribu personel.

Keprihatinan atas Rusia lebih tegas disorot oleh Jenderal Philip Breedlove, Komandan tertinggi NATO dan kepala Komando Eropa Amerika. Dia mengakui Rusia dapat menimbulkan ancaman eksistensial jangka panjang untukAmerika.

Sumber : fb berita perkembangan militer indonesia dan dunia


Jumat, 15 April 2016

Kisah Kopassus TNI Bertempur Dengan 10 Peluru

Kisah Kopassus TNI Bertempur Dengan 10 Peluru

Tak selamanya sebuah kemenangan di dalam perang itu diperoleh dengan melalui kekerasan dan juga senjata. Cara-cara yang persuasif dan merangkul pihak lawan justru sangatlah efektif. Jenderal Agum Gumelar pernah mengisahkan penugasannya saat di Timor-Timur tahun antara 1982 hingga 1983. Banyak sekali peristiwa menarik yang dialami oleh Agum sebagai perwira menengah di Kopassus yang saat itu masih memiliki nama Komando Pasukan Sandi Yudha. Inilah kisah kopassus TNI bertempur dengan 10 peluru yang dialami beliau seperti dikutip olah laman merdeka.com :

Pada saat Agum menemui pemimpin Fretilin Vincencio Vieras yang bersarang di Gunung Kablaque. Agum ingin menggunakan cara persuasif mengajak Vincencio untuk meletakan senjata dan kembali ke masyarakat.

Baca: Kisah heroik prajurit Kopassus bertempur bak Film Lone Survivor

Pertemuan ini cukup menegangkan. Vincencio mau ditemui dengan syarat Agum tak membawa pasukan lengkap. Agum setuju, dia hanya membawa 10 prajurit baret merah. Sepanjang perjalanan, mata Agum dan anak buahnya harus ditutup. Kisah ini dituturkan Agum dalam biografinya yang berjudul Jenderal Bersenjata Nurani. Diterbitkan Pustaka Sinar Harapan tahun 2004. Baca juga: Alasan Amerika Takut TNI.

“Saya sudah bersiap untuk kemungkinan terburuk yaitu mati. Tapi saya bilang ke anak buah saya, kalaupun kita harus mati, sebelum itu harus lebih banyak fretilin yang mati,” kata Agum.

Namun tak terjadi hal apapun selama perjalanan. Agum bisa bertemu Vincencio dengan lancar. Dia meminta Fretilin berhenti berperang karena rakyat sudah mulai membangun. Fretilin pun tak lagi dapat dukungan internasional. Upaya persuasif itu tak sia-sia. Banyak anggota gerombolan Fretilin yang kemudian turun gunung dan tak lagi mengangkat senjata. Baca juga: Kopassus vs Tentara Korsel.

Menurut Agum dia diberi tugas mengurangi kekuatan Fretilin di Timor Timur. Ada dua cara yang bisa dilakukan, cari dan bunuh mereka. Atau sadarkan mereka untuk sama-sama membangun.

“Saya pilih cara kedua,” kata Agum.

Tak cuma itu, Agum pun tak mengizinkan anak buahnya membawa senjata, granat dan amunisi yang banyak. Menurutnya hal itu tak berguna dan malah menciptakan kesan menakutkan bagi warga desa. Setiap prajurit hanya dibekali 10 butir peluru. Selesai patroli dicek lagi berapa jumlah peluru yang terpakai. “Karena sebagai pasukan khusus, satu peluru itu ya satu nyawa,” kata Agum.
Sungguh heroic bukan kisah kopassus TNI bertempur dengan 10 peluru yang dialami oleh Agum Gumelar yang juga pernah menjabat sebagai ketua PSSI beberapa tahun silam ini. Semoga menambah kebanggaan bagi bangsa Indonesia dan memotivasi para juniornya saat ini di kopassus agar lebih baik lagi.

Sumber: http://forum.suara.com/

Kamis, 14 April 2016

Kurang Pengalaman, 18 Tentara Filipina dibantai Abu Sayyaf

Dua jenderal Filipina mengkritik habis-habisan pihak Komando Mindanao Barat atas pembantaian 18 tentara Filipina oleh kelompok Abu Sayyaf di Basilan. Salah satu penyebab kerugian fatal yang dialami Filipina itu karena kurangnya pengalaman pihak militer Filipina.



Dua jenderal itu meminta dilakukan penyelidikan dan pejabat militer terkait harus bertanggung jawab.

”Apa yang terjadi adalah kegagalan kepemimpinan dari atas ke bawah karena kurangnya pengalaman, kegagalan intelijen dan kegagalan perencanaan yang realistis untuk menyertakan perencanaan misi cerdas,” kata seorang jenderal Filipina, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, seperti dikutip Inquirer, Selasa (12/4/2016).

Dia mengatakan brigade hingga Komando Mindanao Barat harus bertanggung jawab.Jenderal Filipina lain yang juga berbicara dengan syarat anonim, menyalahkan kepala militer regional atas kerugian besar dalam perang sekitar 10 jam pada Sabtu pekan lalu. Dalam perang itu, hanya lima militan Abu Sayyaf yang tewas atau jauh lebih kecil dari jumlah tentara Filipina yang tewas, yakni 18 orang.

Baca: Militer Filipina Serbu Kelompok Abu Sayyaf, 18 Tentara dan 5 Teroris Tewas

Menurut jenderal Filipina itu, kepala militer regional, Mayor Jenderal Mayoralgo del Cruz,menjalankan manajamen mikro dengan mengorbankan nyawa prajurit.

“Dia merencanakannya. Dia bahkan pergi ke markas batalion sebelum pasukanbertindak. Ini super micromanagement, seorang jenderal bintang tiga yang ingin melakukan pekerjaan Letnan Dua,” ujarnya.

Operasi militer Filipina terhadap Abu Sayyaf yang dimulai Sabtu pekan lalu diluncurkan setelah maraknya penculikan warga asing, termasuk 10 warga negara Indonesia (WNI). Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Lestari Priansari Marsudi, memastikan 10 WNI tidak berada di lokasi kontak senjata militer Filipina dan Abu Sayyaf.”Ke-10 WNI dalam kondisi baik,” kata Retno.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina (AFP), Jenderal Hernando Iriberri, mengatakan bahwa terlalu dini untuk menyerukan penyelidikan. ”Saat kita berbicara, operasi sedang berlangsung di Basilan,” katanya. Sumber: Sindonews

Selasa, 05 April 2016

Sayap Militer Hamas Sandera Empat Tentara Israel

Sayap militer Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) menyatakan, menyandera empat tentara Israel yang sebelumnya dinyatakan hilang.

IRNA melaporkan, Abu Ubaidah, juru bicara Brigade Izzeddin Qassam, sayap militer Hamas, pada Sabtu malam (2/4) mengatakan bahwa empat tentara Israel yang hilang dalam agresi 50 hari ke Gaza pada tahun 2014, ditawan oleh para pejuang Brigade Izzeddin Qassam.

Abu Ubaidah menegaskan, rezim Zionis dapat mengetahui nasib para tentara tersebut hanya seteleh memenuhi tuntutan Hamas.



Ditambahkannya bahwa hingga kini tidak ada kontak maupun perundingan terkait empat tentara Israel itu, dan Israel dapat mengetahui nasib tentaranya itu baik sebelum atau sesudah perundingan hanya dengan membayar tebusan.

Jubir Brigade Izzeddin Qassam menandaskan, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah berbohong kepada masyarakat Israel dan mengelabuhi mereka, serta bersikap menipu keluarga para tentara Zionis yang tersandera.

Ahad lalu, rezim Zionis Israel mengklaim bahwa hilangnya empat tentaranya pada agresi selama 50 hari tahun 2014 merupakan sebuah transformasi penting.

Sebelumnya, rezim Zionis terpaksa membebaskan 1.000 warga Palestina sebagai imbalan pembebasan Ghilad Shalit, seorang tentara Israel yang ditawan para pejuang Palestina di Gaza.

Para analis menilai pertukaran tawanan tentara Israel dengan para tahanan Palestina itu sebagai kemenangan besar kelompok muqawama Palestina di hadapan rezim Zionis.[ian/irib]

Sumber: http://www.konfrontasi.com/content/global/sayap-militer-hamas-sandera-empat-tentara-israel

Minggu, 27 Maret 2016

Biadab!! Tentara Israel Tembak Pria Palestina yang Tergeletak

Seorang tentara Israel ditahan setelah terekam kamera tampak sedang menembak seorang warga Palestina di kepala, ketika ia tergeletak dalam kondisi luka dan tidak bergerak di tanah.

Pria Palestina itu kemudian dinyatakan meninggal dunia. Dia adalah salah satu dari dua penyerang yang sebelumnya menikam seorang tentara Israel di kota Hebron, Tepi Barat, Palestina.

Penembakan terjadi dua menit setelah dua warga Palestina tersebut, menikam serdadu Israel di pos pemeriksaan Hebron, Tepi Barat.

Pria Palestina yang ada dalam video ditembak dan mengalami luka-luka ketika melancarkan serangan. Rekaman video yang diambil seseorang di lokasi kejadian menunjukkan seorang tentara Israel terlihat mengarahkan senjata dan mengeluarkan tembakan ke kepala pria Palestina tersebut.

Militer Israel mengatakan penembakan itu merupakan “pelanggaran berat nilai-nilai Pasukan Pertahanan Israel.

Identitas tentara yang melakukan penembakan belum diungkap hingga kini.

“Dengan mempertimbangkan pemeriksaan awal atas insiden itu, penyelidikan polisi militer telah dimulai,” ujar militer Israel dalam keterangan pers, (24/03/2016).

Sumber : BBC Indonesia

Kamis, 24 Maret 2016

NKRI Di Usik CHINA, TNI Siap Kawal Natuna Melalui Udara!

Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin (RSN) Pekanbaru, Riau, menyatakan siap untuk mengawal dan memperkuat patroli melalui udara di Laut Natuna, Provinsi Kepulauan Riau pascainsiden pengusiran kapal nelayan Tiongkok beberapa waktu lalu.

"Kita sudah memiliki rencana kontijensi atau rencana tidak terduga. Namun, kita siap untuk memperkuat patroli di sana jika sudah ada perintah dari panglima," kata Komandan Pangkalan Udara (Lanud) RSN, Marsekal Pertama TNI Henri Alfiandi kepada wartawan, di Pekanbaru, Selasa (22/3/2016).


Foto Ilustrasi

Ia mengatakan Lanud RSN yang saat ini memiliki dua skadron F16 dan Hawk siap setiap saat untuk memperkuat wilayah Natuna. Hanya saja, ia mengatakan bahwa saat ini belum ada laporan terkait pelanggaran wilayah udara di Natuna.


"Jika sudah ada laporan maka kita pasti diminta," tegasnya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa intensitas gangguan di wilayah itu belum merupakan bentuk dari provokasi militer.

"Dilihat dari intesitasnya belum provokasi militer. Kalau provokasi militer berarti ada armada mereka yang berada di sana. Saat ini TNI AL juga telah mengerahkan armada ke sana," jelasnya.

Dijelaskan Danlanud, pihaknya telah melakukan pengawasan dan pemetaan secara rutin di kawasan perbatasan terutama di Selat Malaka.

Otoritas Tiongkok melakukan intervensi dalam upaya penegakan hukum yang dilakukan aparat Indonesia untuk menangkap KM Kway Fey 10078 asal Tiongkok yang diduga melakukan pencurian ikan di wilayah perairan Natuna, Indonesia.

Saat berupaya menangkap kapal berbobot 300 gross ton itu pada Sabtu (19/3), Kapal Patroli Hiu 11 TNI Angkatan Laut mendapat intimidasi dari penjaga pantai Tiongkok.

Terkait peristiwa itu, pemerintah Indonesia telah melayangkan nota protes kepada pemerintah Tiongkok terkait masuknya kapal penangkap ikan KM Kway Fey 10078 dan kapal coastguard atau keamanan laut milik negara itu ke kawasan perairan Natuna. (Sumber Posmetro.info)

Sabtu, 05 Maret 2016

Kim Jong-Un Perintahkan Militer Korut Siagakan Nuklir

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un memerintahkan militer di negaranya untuk siap menggunakan senjata nuklir setiap saat. Korut mengubah strategi militernya ke serangan preemptive, atau menyerang musuh lebih dulu sebelum diserang.

Pernyataan kontroversial penguasa Korut itu disampaikan oleh kantor berita resmi pemerintah Korut, KCNA yang dilansir Reuters, Jumat, 4 Maret 2016.

Kim Jong-Un Perintahkan Militer Korut Siagakan Nuklir


Situasi tersebut praktis menambah ketegangan di Semenanjung Korea, setelah Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi baru yang keras terhadap Pyongyang.

Kim berkomentar setelah selama ini dia merasa diawai oleh aktivitas latihan militer di Semenanjung Korea. Kim tak menyebut kapan latihan militer tersebut terjadi, tapi senjata baru yang dimiliki Korea Selatan sudah dalam pantauannya.

"Kekuatan nuklir kita harus baik dalam kualitas maupun kuantitas. Dan untuk mendapatkan hulu ledak nuklir untuk pertahanan nasional maka harus selalu siap siaga dikerahkan setiap saat," kata Kim dilansirKCNA.

Baca: Memanas..!!, Pasukan Korsel di Perbatasan Siap Tempur..!!

"Sekarang adalah waktu bagi kita untuk mengkonversi gaya penyerangan terhadap musuh, dengan serangan preemptive (menyerang sebelum diserang) pada setiap aspek," imbuhnya.

Korea Utara sebelumnya mengancam akan lebih dulu menyerang musuh mereka, termasuk Korea Selatan, Jepang dan Amerika Serikat, sebelum sekutu menyerang.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan, pada hari Kamis kemarin, Korea Utara meluncurkan beberapa proyektil lepas pantai ke dalam laut hingga 150 kilometer (90 mil).

"Kami mendesak Korea Utara untuk menahan diri dari tindakan provokatif yang menambah ketegangan, dan bukan fokus pada pemenuhan kewajiban dan komitmen internasional," kata Komandan Bill Urban, seorang juru bicara Departemen Pertahanan AS, menanggapi laporan tersebut.

Selasa, 16 Februari 2016

Arab Saudi ke Turki, Garis Panas Kian Tegas





Arab Saudi mengirimkan pesawat tempur mereka ke Pangkalan Incirlik Turki. Bergabung dengan kekuatan lain untuk menggempur Suriah.

Alasan yang digunakan adalah untuk melawan ISIS, tetapi diragukan tujuan murninya adalah itu saja. Mendukung para pemberontak anti-Assad diduga kuat menjadi bagian dari misi tersebut. Bukan hanya Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan mungkin juga negara Arab lain juga akan melakukan langkah yang sama.

Baca Juga: Inilah Perbandingan Kekuatan Angkatan Darat Dan Udara Arab Saudi VS Iran 2016
Sekarang Arab Saudi telah membuat jelas bahwa dia akan menyingkirkan Bashar al Assad. Di sisi lain. Rusia dan Iran telah berdiri untuk membela diktator tersebut.
Negara-negara Arab sedang mempersiapkan untuk secara terbuka terlibat dalam konflik.

Garis tegas makin terlihat. Rusia dan pasukan Iran yang mendukung Assad di satu sisi, AS dan koalisi yang dipimpin Arab di sisi lain telah berhadap-hadapan hanya beberapa hari sebelum gencatan senjata yang direncanakan dilaksanakan.

The Jerusalem Post menyatakan bahwa pengiriman rudal anti-tank dari pemerintah asing untuk pemberontak anti-Assad telah melonjak menyusul pengumuman rencana gencatan senjata ini. Sementara itu, gagasan bahwa kekuatan darat Turki, Kurdi, Arab dan negara lain yang didukung oleh kekuatan udara dan laut, mungkin didorong ke Suriah, yang akan bertemu dengan kepentingan Rusia, Assad dan Iran. Akhirnya tanah Suriah akan bergolak bahkan banjir darah sebagain hasil persaingan untuk menguasai masa depan Suriah.

Sumber: JejakTapak

Kamis, 04 Februari 2016

Sejarah: Jepang Ternyata Pernah Dua Kali Membom Daratan Amerika

Jepang melakukan serangan mendadak di Pearl Harbor, Hawaii pada 7 Desember 1941 yang pada akhirnya membawa Amerika Serikat ke dalam Perang Dunia II.

Sejarah: Jepang Ternyata Pernah Dua Kali Membom Daratan Amerika


Tetapi yang kebanyakan tidak tahu orang adalah bahwa Jepang sebenarnya melakukan dua serangan kejutan di daratan Amerika kurang dari setahun kemudian. Serangan dilakukan dengan tujuan untuk membuat kebakaran besar di hutan.

Misi itu dikenal dengan Lookout Air Raids yang dimulai pada 9 September 1942 ketika sebuah kapal selam Jepang muncul di lepas pantai Oregon kemudian melepaskan sebuah pesawat amfibi yang dipiloti Nobuo Fujita dan terbang menuju hutan Oregon.

Baca: Inilah Rahasia Vietnam Kalahkan Amerika Dalam Perang Vietnam

Inilah yang terjadi selanjutnya, menurut Los Angeles Times:

Pada 06:24 Mr Howard Gardner, layanan pengamat kehutanan di Mt. Emily melaporkan melihat sebuah pesawat amfibi tak dikenal datang dari barat, berputar dan kembali ke arah laut. Dia menggambarkan pesawat sebagai model biplan tunggal dengan pelampung tunggal dan pelampung kecil di ujung sayap. Pesawat itu kecil dan memiliki kecepatan lambat. Itu tidak memiliki lampu, tidak ada lencana terlihat. Ada kemungkinan bahwa pesawat jenis ini mungkin telah dibawa kapal selam.

Untungnya, itu bukan waktu terbaik untuk memulai kebakaran karena daerah itu begitu lembab. Bom yang dijatuhkan Fujita hanya memunculkan api kecil dan tidak berubah menjadi kebakaran hutan.

Tiga minggu kemudian, Fujita mencoba lagi dengan dua bom, dan sekali lagi, ia tidak berhasil.

Dalam obituari pada tahun 1997, The New York Times menulis:

Pria tenang dan rendah hati yang dalam beberapa tahun mengaku sangat malu melakukan serangan udaranya di Amerika Serikat, Mr. Fujita akhirnya memiliki ikatan persahabatan yang luar biasa dengan orang-orang dari Brookings, kota yang dikelilingi hutan yang dia bom kala itu. Pekan lalu, saat ia terbaring sekarat, Dewan Kota dari Brookings memuji Mr Fujita sebagai “duta niat baik” dan menyatakan dia seorang “warga kehormatan” dari kota.

Misinya tidak berhasil tapi ia dipuji sebagai pahlawan ketika kembali Jepang. Tetapi Fujita tidak mendapatkan tempatnya dalam sejarah sebagai satu-satunya pilot yang menerbangkan pesawat untuk membom daratan Amerika.

Sumber: We Are The Mighty dari JejakTapak.com

Baca juga: Kisah Pilot AS Bayaran Dalam Perjuangan Awal Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Rabu, 03 Februari 2016

Inilah Rahasia Vietnam Kalahkan Amerika Dalam Perang Vietnam

Perang Vietnam merupakan aib bagi bangsa Amerika Serikat. Mengapa tidak, perang ini telah membuat Amerika Serikat babak belur, baik luar maupun dalam. Di medan perang, tentara AS yang sangat perkasa di Perang Dunia ke­2 benarbenar dibuat tak berdaya oleh keuletan tentara Vietnam Utara (NVA) dan milisi yang biasa disebut Vietcong (VC).

Baca: Ini Fakta Israel Takut Kepada Indonesia, Jika..

Inilah Rahasia Vietnam Kalahkan Amerika Dalam Perang Vietnam
Meski tentara AS telah mengembangkan persenjataan yang sangat canggih (penggunaan rudalair­to­air adalah yang pertama kali di dunia digunakan dalam suatu peperangan), tetap aja mereka tak berdaya menghadapi taktik gerilya yang diterapkan NVA dan VC. Gara­gara taktik gerilya itu, AS harus mengeluarkan dana perang yang sangat besar untuk mendukung tentara AS di Vietnam. Dan itu menimbulkan protes keras di dalam negeri sendiri. Gelombang protes silih berganti menuntut pemerintah menarik pasukan AS dari Vietnam. Perang yang berlangsung selama 18 tahun yang merupakan perang terlama yang pernah dialami oleh AS.

Inilah Rahasia Vietnam Kalahkan Amerika Dalam Perang Vietnam



Inilah Rahasia Vietnam Kalahkan Amerika Dalam Perang VietnamInilah Rahasia Vietnam Kalahkan Amerika Dalam Perang Vietnam


Yang menarik adalah kalau Ho Chi Minh, Pemimpin Besar Vietnam Utara ternyata belajar menggunakan taktik gerilya dari bukunya Abdul Haris Nasution yang fenomenal, Strategy of Guerrilla Warfare? Ya, Selain diterjemahkan ke berbagai bahasa asing, karya ini menjadi buku wajib akademi militer di sejumlah negara, termasuk sekolah elite militer dunia, West Point, Amerika Serikat. Dan buku ini jugalah yang membantu, membimbing dan mendidik Ho Chi Minh menjadi pengatur strategi perang yang andal dan mampu membawa Vietnam menang melawan USA. Kalo mau tahu bagaimana sosok Ho Chi Minh, nih ane kasih fotonya.

Inilah Rahasia Vietnam Kalahkan Amerika Dalam Perang Vietnam


Ternyata inilah Rahasia Vietnam mengalahkan Amerika dalam perang vietnam adalah Buku  karya dari Abdul Haris Nasution, atau dikenal dengan nama Jenderal Nasution ternyata telah diterjemahkan kedalam beberapa bahasa asing dan menjadi bacaan wajib bagi taruna akademi militer sejumlah negara, termasuk di akademi militer West Point, Amerika Serikat. Guirrella Buku ini diterbitkan tahun 1953 berdasarkan pengalaman pribadi abdul haris Nasution dalam berperang dengan strategi gerilya selama pertempuran untuk merebut kemerdekaan negara Indonesia.

Senin, 01 Februari 2016

Ini Fakta Israel Takut Kepada Indonesia, Jika...

MiliterOne - Ternyata Indonesia mempunyai kekuatan yang tersimpan yang membuat Israel bisa takut. Kekuatan ini bisa difungsikan untuk menekan Israel agar menghentikan serangan terhadap Palestina.

Ini Fakta Israel Takut Kepada Indonesia, Jika...


Hal itu terungkap oleh analisa Pengamat Hubungan Internasional Aleksius Jemadu. Dirinya menyebutkan Indonesia merupakan negara demokrasi yang rakyatnya mayoritas muslim. Negara yang bisa menghimpun Islam dan demokrasi sekaligus seperti ini jarang ada di dunia.

Dikutip dari suara.com, Selain Indonesia, Turki juga negara demokrasi yang mempunyai mayoritas masyarakat muslim. Turki pun sangat disegani oleh Israel.

“Dia akan memperhitungkan Indonesia sebagai kekuatan yang moderat, sebagaimana Turki. Indonesia jadi negara muslim terbesar, demokrasinya terkonsolidasi, berhasil,” jelas Guru Besar Universitas Pelita Harapan Selasa 21 April 2015.

Aleksius mengamati negara Islam yang ‘disusupi’ sistem demokrasi di kawasan Timur Tengah pada akhirnya runtuh. Semisal Mesir dan Libya.

Baca: Inilah Perbandingan Kekuatan Angkatan Darat Dan Udara Arab Saudi VS Iran 2016

“You lihat di Timur Tengah, demokrasi nggak jalan. Indonesia sudah melakukan pemilihan presiden langsung 3 kali. Artinya di sini, mitos Islam tidak bisa kopatibel dengan demokrasi, itu tidak benar. Israel tahu itu kekuatan Indonesia,” papar Aleksius.

Dengan modal itu, semestinya Indonesia bisa melakukan langkah kongkrit dengan melobi negara-negara anggota Asia-Afrika yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel untuk menekan. Terutama negara Timur Tengah yang ditakuti Israel, yaitu Turki dan Mesir.

“Indonesia bisa katakan, saya akan mengajak sahabat saya untuk menekan Anda lebih jauh. Mempengaruhi negara Asia Afrika lain untuk menekan. Israel takut kehilangan sahabatnya itu. Mesir dan Turki,” kata dia.

Selasa 21 April 2015 kemarin, Presiden Jokowi menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Palestina Rami Hamdalah di‎ sela-sela Konferensi Asia Afrika di Jakarta. Pertemuan tertutup dan singkat itu berlangsung di Kakatua Room Jakarta Convention Center.

Usai pertemuan, Jokowi mengatakan tadi telah membicarakan situasi dan kondisi bangsa Palestina yang masih dijajah sehingga kemerdekaan bagi warga Palestina adalah keniscayaan yang harus diperoleh. Kata Jokowi, setelah pertemuan itu akan ada pertemuan untuk menindaklanjuti untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Mantan Gubernur DKI Jakarta‎ ini mengatakan Indonesia sudah sering menyatakan dukungan terhadap Palestina di dunia internasional agar negara itu diterima bergabung menjadi anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa.(Bagilah.Info)

Baca Juga:
Belanja Militer Asia dan Afrika Naik Tajam

WASPADA!!! 5 Skenario yang Menyebabkan Bumi Mengalami Perang Dunia ke-III

Perang Dunia ke-II telah usai sejak tahun 1945 silam. Sekutu memenangkan peperangan melawan pihak poros dengan ditandai ledakan bom di Hiroshima dan Nagasaki. Setelah itu Jepang menyatakan kalah dan seluruh negara yang dijajahnya dikembalikan kepada koloni sebelumnya. Indonesia juga ambil bagian dalam peristiwa ini meski bukan sebagai negara yang ikut perang.

Berpuluh tahun berselang. Perang kembali mengguncang bumi ini. Salah satunya adalah perang di Timur Tengah yang tak juga usai. Kini muncul ISIS yang membuat dunia panas dingin akibat aksi terorisnya. Dunia pun mulai panas dengan propaganda di mana-mana. Lantas akankah ada perang dunia ke-III?

Well, kita memang tidak menginginkan perang ini. Namun jika sampai terjadi bagaimana skenarionya? Berikut lima skenario yang mungkin mengakibatkan bumi mengalami masa-masa sulitnya lagi!

1. Korea Utara Melawan Dunia

Satu kelebihan yang dimiliki oleh Korea Utara adalah kemampuannya untuk melakukan provokasi. Terlebih dipimpin oleh Kim Jong-un yang memiliki reputasi buruk di dunia. Korea Utara selalu terlibat kasus-kasus mengerikan yang membuat negara sekitar geram. Sebut saja Jepang dan Korea Selatan. Tak terhitung lagi berapa banyak penduduk yang diculik oleh pihak intelijen Korea Utara.



WASPADA!!! 5 Skenario yang Menyebabkan Bumi Mengalami Perang Dunia ke-III



Program niklir yang dimiliki oleh Korea Utara juga merupakan borok bagi dunia. Jika negara ini bergerak sedikit saja, maka negara di kawasannya bisa hancur karena senjata nuklir. Saat ini mungkin Korea Utara masih melakukan provokasi saja. Namun di masa depan bukan tidak mungkin mereka melakukan perang dengan musuh semua negara di dunia.

Baca: Mengenal BOM HIDROGEN Yang Super Dahsyat

2. Rusia Melawan Dunia

Rusia adalah salah satu negara dengan kekuatan militer paling hebat di dunia. Kekuatannya sebanding dengan apa yang dimiliki oleh Amerika. Mengetahui hal ini Rusia kerap mencoba mengail di air yang keruh. Ia beberapa kali mencoba menarik perhatian dunia dengan aksi serangannya pada negara tetangga. Pada tahun 2008 Rusia menyerang Georgia, namun hanya sedikit sangsi yang diberikan oleh negara di dunia.

Baca: Inilah 5 Senjata Rusia Yang Harus Ditakuti Amerika

WASPADA!!! 5 Skenario yang Menyebabkan Bumi Mengalami Perang Dunia ke-III


Mengetahui hal ini, Rusia kembali membuat uji coba dengan menyerang Ukraina. Kali ini banyak negara memberikan sangsi, bahkan lembaga besar seperti PBB, NATO, dan Uni Eropa juga bertindak. Sayangnya mereka hanya memberi sangsi tanpa mau menyelesaikannya. Hal ini menimbulkan spekulasi jika Rusia akan melakukan serangan ke beberapa negara dan dunia akan mulai bergerak untuk menghentikannya. Amerika yang sensi dengan negara ini akan menjadi dalang untuk menghentikan pergerakan Rusia.

3. Kekacauan Timur Tengah yang Mendunia

Masalah Timur Tengah adalah masalah paling rumit saat ini. Mulai dari Al-Qaeda, ISIS, penyerangan Israel ke Palestina, Nuklir Iran, hingga masalah regional lainnya. Belum lagi ada dugaan Amerika ingin memecah belahan kawasan yang kaya akan kandungan minyak. Perang bisa pecah dengan besar-besan dan akibatnya akan menyebar secara global.





Jika Iran menggunakan nuklirnya maka Amerika akan segera bergerak. Negara sekutunya akan ikut andil. Kekacauan di Timur Tengah akan menyebabkan ketegangan di seluruh dunia terutama di negara-negara yang mayoritas penduduknya Islam. Indonesia pun mungkin mau tidak mau akan ikut terlibat. Entah sebagai pihak pendamai atau mengirim bantuan untuk misi kemanusiaan.
Jika Timur Tengah pecah perang, minyak dunia akan krisis. Efek baru akan muncul dan menyusahkan banyak sekali orang.
Baca: Presiden Korea Utara: Terorisme Hanyalah Kedok Amerika Untuk Gulingkan Negara Islam


4. Aliansi China dan Rusia Melawan Negara Barat

Seperti yang kita tahu jika saat ini kekuatan militer Rusia berada di no.2 dan China berada di no.3. Selain itu dua negara super besar ini juga melakukan kerja sama bidang perminyakan yang nilainya fantastis. Rusia memiliki sensi besar dengan Amerika dan kroninya. Sedangkan China juga melakukan hal yang sama. Di masa depan bukan tidak mungkin dua negara hebat ini bekerja sama untuk melakukan invasi ke negara barat.


WASPADA!!! 5 Skenario yang Menyebabkan Bumi Mengalami Perang Dunia ke-III


Kekuatan militer dua negara ini akan membuat dunia berguncang. Amerika dan sekutunya bisa pontang-panting tak berdaya. Akibatnya perang skala global akan pecah dan menyebabkan dunia kacau. Perang dunia ke-III benar-benar jadi kenyataan dan tak hanya sebuah teori saja.

5. Pertarungan China, Jepang, dan Korea Selatan Perebutkan Kawasan Udara

Negara dengan penduduk yang sebenarnya serumpun: China, Jepang, dan Korea Selatan ternyata tak pernah akur. Ada saja hal-hal yang diklaim hingga membuat mereka saling panas hingga serangan kerap dilancarkan. Salah satu hal yang menjadi pemicu pertikaian ini adalah masalah klaim pertahanan udara. Mere berebut tempat di udara untuk melindungi negara dan jalur transportasi strategis.

Baca: Inilah Gambaran Kekuatan Militer China di Semua Lini

WASPADA!!! 5 Skenario yang Menyebabkan Bumi Mengalami Perang Dunia ke-III


Jika permasalahan ini tak juga menemukan titik temu. Maka perang akan terjadi dan mengakibatkan negara lain terlibat. China mungkin akan membawa Rusia yang secara tidak langsung adalah sekutunya. Sedangkan Korea Selatan mungkin akan meminta bantuan Amerika dan Jepang mungkin sendirian saja. Perang ini akan membesar dan menyebabkan banyak kawasan di dunia terpengaruh.
Lima skenario di atas bisa jadi benar atau pun tidak. Namun kita semua berharap jika di masa depan tidak akan ada perang lagi. Karena perang hanya membawa kesengsaraan yang tidak ada habisnya. Kita semua tidak mau jika nyawa kita yang tak ternilai hanya dihargai dengan sebutir peluru! Sumber (Bagikanlah.info)

Baca: 5 Perang Mematikan di Dunia yang Didalangi Oleh Amerika

5 Perang Mematikan di Dunia yang Didalangi Oleh Amerika

Satu hal yang bisa dihasilkan oleh perang: kesengsaraan manusia yang tak habis-habis. Selain itu, tak ada yang bisa perang hasilkan bagi umat manusia di dunia. Meski demikian, perang masih saja terjadi di dunia ini. Kesengsaraan yang terjadi di masa lalu seperti tak pernah diambil hikmahnya.

Disadari atau pun tidak, perang yang terjadi di dunia ini ternyata ada campur tangan negara paling kuat saat ini. Ya, benar! Amerika ternyata terlibat banyak sekali dalam perang yang membuat banyak orang sengsara. Negara ini seperti tidak punya rasa belas kasihan hingga terus menggempur negara yang tidak berdaya dengan dalih untuk keamanan.

Well, inilah lima perang di Dunia yang didalangi oleh Amerika!


1. Perang Vietnam (1955-1975)

Perang Vietnam adalah perang terlama bagi Amerika dan sekutunya pasca perang dunia ke-II usai. Perang ini sebenarnya perang saudara antara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan. Militer Vietnam Utara dibantu negara-negara sekutu komunis seperti Cina, Uni Soviet (Rusia), dan Korea Utara. Sedangkan Vietnam Selatan dibantu oleh Amerika, Korea Selatan, Thailand, dan Australia.



5 Perang Mematikan di Dunia yang Didalangi Oleh Amerika


Perang ini berlangsung dengan mengerikan dan memakan banyak sekali korban jiwa. Pihak Amerika dan sekutunya kehilangan nyaris 1,5 juta pasukan. Sedangkan pasukan yang dibantu tentara komunis hanya mengalami kematian sekitar 600 ribu jiwa. Terparah adalah korban rakyat sipil yang diperkirakan mencapai 3,9 juta jiwa. Itulah mengapa perang ini dianggap perang paling mengerikan yang pernah dilakukan oleh Amerika.

Baca: Kisah Pilot AS Bayaran Dalam Perjuangan Awal Kemerdekaan Bangsa Indonesia

2. Perang Afganistan (2001-2014)

Perang di Afganistan adalah perang paling lama dalam sejarah modern Amerika. Negara Paman Sam ini menginvasi Afganistan setelah Al-Qaeda memberi klaim telah melakukan tabrakan pesawat ke gedung WTC. Setelah kejadian 11 September 2001 itu, Amerika yang dipimpin oleh Gorge Bush melakukan perburuan besar-besaran terhadap Al-Qaeda dan pemimpinnya yang bernama Osama Bin Laden.


5 Perang Mematikan di Dunia yang Didalangi Oleh Amerika


Perang besar tak bisa dibendung lagi. Sebelas tahun tak berselang, Afganistan jadi lautan ledakan dan tembakan. Setidaknya lebih dari 25.000 warga sipil ikut menjadi korban perang mengerikan ini. Total selama 11 tahun ada sekitar 100.000 orang meregang nyawa dalam perang yang akhirnya berhenti setelah Osama bin Laden meninggal, Kamp Al-Qaeda hancur, dan pemerintahan Taliban gugur.



3. Perang Irak (2003-2011)

Amerika menganggap Irak memiliki senjata pemusnah massal hingga sejak 2003 mereka melakukan invasi. Tujuan lain dari invasi ini adalah untuk menjatuhkan rezim Saddam Husein yang saat itu menguasai Irak dengan kediktatorannya. Dalam invasi ini Amerika dibantu oleh negara sekutu loyalnya seperti Inggris, dan Australia. Saddam Husein yang saat itu berkuasa digempur kekuatan militer yang sangat besar hingga berakhir dengan penangkapan sang presiden.


5 Perang Mematikan di Dunia yang Didalangi Oleh Amerika


Akhirnya Irak bisa diambil alih oleh Amerika. Setelah itu Amerika mengamankan jalannya demokrasi di Irak. Selain itu Amerika juga membuat sebuah perjanjian militer dengan Irak yang kini telah jatuh ke tangan penguasa baru. Anyway, selama 8 tahun perang setidaknya ada sekitar 600.000 rakyat sipil Irak meninggal dunia. Jumlah ini kemungkinan bertambah karena banyak dari warga Irak yang hilang semasa invasi.



4. Perang Libya (2011)


Libya dianggap bersalah oleh beberapa negara seperti Inggris dan Prancis. Pasalnya pemerintahan Khadaffi dianggap sebagai penjahat perang. Mereka menyerang pemberontak tapi tidak memperhatikan keselamatan rakyat. Akhirnya Amerika memanasi dua negeri ini untuk membawa masalah ini ke dewan keamanan PBB. Akhirnya diputuskan untuk menyerang Libya yang notabene tak ada masalah dengan negara ini. Apalagi Amerika.


5 Perang Mematikan di Dunia yang Didalangi Oleh Amerika


Dalam serangan yang terjadi selama 7 bulan ini, ribuan tentara dari Khadaffi meninggal termasuk ia sendiri. Setelah Khadaffi runtuh akibat serangan Amerika dan NATO, pemerintah diberikan ke National Transitional Council. Tak berselang lama setelah perang selesai Libya justru mengalami perang saudara yang jauh lebih mengerikan hingga sekarang. Negara di Afrika ini sudah seperti negara mati saat ini.



5. Perang Korea (1950-1953)



Perang Korea adalah sebuah perang yang terjadi antara Korea Utara yang dibantu oleh Cina dan Uni Soviet melawan Korea Selatan yang dibantu Amerika dan sekutunya. Sebenarnya Amerika melakukan perang ini sebagai aksi polisonal. Ia bertindak dengan kedok permintaan PBB yang dikuasainya. Itulah mengapa perang ini sering disebut sebagai perang yang dilupakan karena tak ada deklarasi perang resmi dari Kongres Amerika.




Perang ini akhirnya menghasilkan sebuah kebuntuan. Akhirnya sampai sekarang Korea tetap terbagi menjadi dua bagian. Perang ini memakan banyak sekali korban meski hanya berlangsung selama tiga tahun. Setidaknya korban meninggal dari kedua bela pihak mencapai nyaris sejuta pasukan. Selain itu, warga sipil yang meninggal dan terluka dari kedua belah pihak mencapai 2,5 juta jiwa. Itulah mengapa perang ini begitu diingat oleh warga Korea baik utara mau pun selatan.

Lima perang di atas hanyalah sebagian kecil saja. Masih banyak sekali perang-perang yang diduga didalangi oleh Amerika. Negara yang harusnya bisa menjaga ketentraman dunia justru perlahan-lahan membuat dunia jadi hancur. Well, semoga di masa depan tak ada lagi hal-hal seperti ini. Terlebih sampai mengenai NKRI.

Sumber: Boombastis.com

Baca Juga: 5 Perang Mematikan di Dunia yang Didalangi Oleh Amerika

Jumat, 29 Januari 2016

Inilah 5 Perang Paling Lucu dan Konyol Dalam Sejarah

Sejarah mencatat perang Zanzibar yang terjadi pada tahun 1896 sebagai perang paling singkat dalam sejarah. Hanya dalam waktu 45 menit, penguasa Zanzibar pada saat itu,Khalid bin Bargash menyerah setelah armada kapal Inggris memborbardir istananya.

Meskipun perang selalu membawa korban dan penderitaan, namun terkadang hal itu tidak bisa terhindarkan. Berbagai alasan bisa menjadi penyebab perang, mulai dari masalah kedaulatan negara, ideologi, sumber daya, ekonomi, dan lain-lain merupakan alasan utama terjadinya perang. Namun tahukah Anda, banyak peperangan terjadi hanyakarena masalah yang sepele bahkan bisa dibilang konyol? Berikut daftarnya :

1. Perang Sepakbola (1969)

Inilah 5 Perang Paling Lucu dan Konyol Dalam Sejarah


Pada tahun 1969, dua negara Amerika Latin, Honduras dan El Salvador bertemu dalam lanjutan kualifikasi piala dunia 1970. Pertandingan pertama di Tegucigalpa, dimenangkan oleh tuan rumah Honduras 1-0, sementara di pertandingan kedua yang berlangsung di San Salvador dimenangkan oleh El Salvador. Kedua pertandingan itu diwarnai kerusuhan dan teror pendukung tuan rumah masing-masing.

Tensi antara kedua negara memuncak sebelum pertandingan play off dilaksanakan di Mexico pada tanggal 27 Juni 1969, hari dimana Honduras memutuskan hubungan diplomatik. Tanggal 14 Juli 1969 El Salvador menyerang Honduras. ‘Perang Sepakbola’ ini hanya berlangsung 100 jam dan berhenti setelah organisasi negara-negara Amerika Latin berhasil mengupayakan gencatan senjata.

2. Perang Tiang Bendera (1845-1846)

                                                    Hone Heke dan bendera Inggris


Sejak tahun 1840, tentara Inggris sudah mendarat di Selandia Baru. Di sana mereka mendirikan barak sekaligus tempat bermabuk-mabukan. Di tempat tersebut, para tentara Inggris menancapkan tiang bendera Union Jack. Kepala suku pribumi setempat bernamaHone Heke tidak menyukai hal itu, maka dia menyuruh anak buahnya untuk merobohkan tiang bendera itu. Begitu tentara Inggris menancapkan lagi tiang bendera, seketika itu juga Hone Heke merobohkannya. Hal ini berlangsung hingga beberapa kali.

Akhirnya berita itu sampai ke kerajaan Inggris yang kemudian mengutus seorang utusan kepada Hone Heke agar menghentikan perbuatannya. Namun sang kepala suku tidak bergeming. Pada tanggal 11 Maret 1845, Heke dan pasukannya menyerbu tentara Inggris. Perang berlangsung selama 10 bulan, dan meskipun tentara Inggris berhasil memukul mundur pasukan Hone Heke namun mereka tidak lagi berani menancapkan bendera di sana.


3. Perang Karena Mabuk (1788)


Tentara Ottoman Turki


Tahun 1788, Austria sedang bersiap-siap menghadapi serbuan tentara Turki di wilayah yang sekarang menjadi negara Rumania. Tentara Austria yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan bahasa, terbagi menjadi dua kesatuan, infantri dan kavaleri. Pasukan kavaleri berada di depan sekaligus bertindak sebagai pasukan pengintai. Suatu malam, pasukan kavaleri bertemu dengan rombongan gypsy yang menjual minuman keras. Untuk meredakan pikiran yang tegang pasukan kavaleri memutuskan untuk bermabuk-mabukan.

Saat malam semakin larut, beberapa anggota pasukan infantri ikut bergabung. Namun pikiran yang tidak lagi jernih dan perbedaan bahasa memicu kesalahpahaman hingga terjadi baku tembak. Karena bingung, tentara infantri yang berada di belakang mengira tentara Turki sudah menyerang dan mulai berteriak-teriak. Anehnya hal ini dipercayai oleh pasukan kavaleri hingga terjadi tembak menembak antar tentara Austria. Tentara Turki yang baru datang dua hari kemudian menemukan hampir 10.000 mayat bergelimpangan.

4. Perang Kursi Emas (1900)

  Kursi emas kerajaan Ashanti


Kerajaan Ashanti dari Afrika mempunyai sebuah kursi emas yang digunakan sebagai singgasana raja. Oleh penduduk setempat, kursi itu dipercaya sebagai tempat bersemayam para dewa. Tahun 1896, raja Ashanti menjalani pengasingan. Pada bulan maret 1900, tentara Inggris yang dipimpin oleh Sir Frederick Hodgson menguasai istana Ashanti. Meskipun sebelumnya sudah mendapat peringatan agar tidak duduk di kursi singgasana, Hodgson tidak menanggapi.
Melihat kejadian ini, para penduduk lokal yang sebelumnya tidak bereaksi apa-apa, segera pulang ke rumah masing-masing untuk mengambil senjata. Dipimpin oleh ibu suri kerajaan, penduduk lokal menyerbu tentara Inggris, dan dimulailah perang ‘Kursi Emas’. Selama 3,5 bulan kemudian pasukan Inggris bertahan dalam sebuah benteng hingga akhirnya berhasil memenangkan peperangan setelah datang bala bantuan.

5. Perang Roti (1828)

Perang roti


Pada tahun 1828, terjadi kerusuhan di Mexico City menyusul sebuah kudeta militer. Salah satu korban kerusuhan itu adalah sebuah toko roti milik seorang warga Perancis bernama Remontel yang habis dijarah massa. Setelah pemerintah Mexico mengabaikan keluhannya, Remontel mengirim petisi ke pemerintah Perancis. Petisinya baru dikabulkan 10 tahun kemudian.

Pada tahun 1838, setelah pemerintah Mexico menolak tuntutan raja Perancis untuk mengganti rugi toko roti Remontel, tentara Perancis menyerang Mexico. Perang baru selesai pada tahun 1839 ketika Inggris berhasil menengahi pertikaian. Toko roti Remontel pun mendapat ganti rugi sejumlah 600 ribu pesos. Peristiwa itu hingga kini disebut sebagai ‘Perang Roti’. (Sumber MbakBro.com)
Baca juga: Waspada!!! 15 Pangkalan Militer Asing Arahkan Moncong Senjatanya ke Indonesia